<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: “Bullying” dalam Dunia Pendidikan (bagian 2a): Mengenal Korban Lebih Jauh</title>
	<atom:link href="http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/</link>
	<description>Semua tentang pikiran dan perilaku manusia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 08:01:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: co3k</title>
		<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-2324</link>
		<dc:creator>co3k</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 11:51:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-2324</guid>
		<description>klo boleh tau,defenisi bullying itu sendiri apa?tapi menurut para ahli psikologi..
apakah ada bukunya mengenai teori tersebut?
tolong di balas y...trim&#039;s
;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klo boleh tau,defenisi bullying itu sendiri apa?tapi menurut para ahli psikologi..<br />
apakah ada bukunya mengenai teori tersebut?<br />
tolong di balas y&#8230;trim&#8217;s<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Catshade</title>
		<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-699</link>
		<dc:creator>Catshade</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2007 12:50:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-699</guid>
		<description>@chau:
Silakan dikutip ^^ Soal buku itu, saya gak punya, dan saya gak tau siapa atau dimana yang jual buku2 akademis mengenai bullying di jakarta. Tapi kalau mau bertandang ke perpustakaan Fakultas Psikologi UI, di sana ada beberapa buku mengenai bullying yang rasanya bisa dijadikan rujukan. ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@chau:<br />
Silakan dikutip ^^ Soal buku itu, saya gak punya, dan saya gak tau siapa atau dimana yang jual buku2 akademis mengenai bullying di jakarta. Tapi kalau mau bertandang ke perpustakaan Fakultas Psikologi UI, di sana ada beberapa buku mengenai bullying yang rasanya bisa dijadikan rujukan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: chau</title>
		<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-696</link>
		<dc:creator>chau</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2007 15:21:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-696</guid>
		<description>popsy! saya hendak mengcopy all of about bullying yaq,,tentang peraturan moral copy paste,,okayyy dehh.
Btw,chau masih nunggu referensi buku dan tempat bisa memperoleh buku bullying tsb di jakarta.thanks before^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>popsy! saya hendak mengcopy all of about bullying yaq,,tentang peraturan moral copy paste,,okayyy dehh.<br />
Btw,chau masih nunggu referensi buku dan tempat bisa memperoleh buku bullying tsb di jakarta.thanks before^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: “Bullying” dalam Dunia Pendidikan (bagian 2b): Pelaku Juga Adalah “Korban” &#171; POPsy! - Jurnal Psikologi Populer</title>
		<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-401</link>
		<dc:creator>“Bullying” dalam Dunia Pendidikan (bagian 2b): Pelaku Juga Adalah “Korban” &#171; POPsy! - Jurnal Psikologi Populer</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2007 16:14:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-401</guid>
		<description>[...] Sabtu, 28 Juli 2007 Posted by Catshade in perkembangan, pendidikan, sosial. trackback  Dalam tulisan awal dari bagian kedua ini, kita telah melihat bagaimana karakteristik korban bullying dan apa saja yang [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sabtu, 28 Juli 2007 Posted by Catshade in perkembangan, pendidikan, sosial. trackback  Dalam tulisan awal dari bagian kedua ini, kita telah melihat bagaimana karakteristik korban bullying dan apa saja yang [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Arya Verdi R.</title>
		<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-393</link>
		<dc:creator>Arya Verdi R.</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 15:46:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-393</guid>
		<description>Untuk sedikit menjawab pertanyaan Nela, saya mau memberikan sedikit komentar (utk catshade, mhn maaf kalo komen saya ini mendahului artikel anda berikutnya : ) )
 I. Mengapa seseorang menjadi perilaku bullying
Penelitian menunjukkan bahwa banyak alasan mengapa seseorang menjadi pelaku bullying. Alasan yang paling jelas adalah bahwa pelaku merasa kepuasan apabila ia berkuasa di antara teman2nya. Selain itu, dengan melakukan bullying, ia akan dapat mendapatkan sanjungan teman2nya karena dianggap punya selera humor yang tinggi, keren, dan tentu saja, populer. Selain itu, Pelaku biasanya adalah seorang anak yang temperamental, mereka melakukan bullying terhadap anak lain sebagai pelampiasan kekesalan dan kekecewaan mereka terhadap suatu hal. 
Pelaku bullying kemungkinan besar juga sekedar mengulangi apa yang pernah dilihat atau dialaminya sendiri. Ia menganiaya org lain karena mungkin ia sendiri dianiaya oleh ortunya di rumah. Bisa juga karena ia pernah ditindas oleh sesama siswa di masa lalunya. Dari sinilah sikuls kekerasan akan terus berlanjut, turun temurun dari generasi ke generasi.

II. Menangani Pelaku bullying
Apabila anda mengetahui atau mengenal seorang anak yang men jadi pelaku bullying, maka anda harus menghadapi dia dengan sabar dan jangan pernah memojokkan dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang interogatif. Anda harus memelihara harga dirinya dan perlakukan ia dengan respek. Ajaklah sang pelaku tersebut untuk merasakan perasaan korban, dan tumbuhkanlah empatinya. Contohnya dengan pertanyaan &quot;apakah kamu mau dihina atau dipukuli oleh orang lain?&quot;
Selain di atas, anda juga dapat mengangkat kelebihan2 atau bakat yang terdapat pada si pelaku di bidang yang positif. Usahakan untuk mengalihkan energinya kepada kegiatan2 positif tadi daripada sibuk menganiaya orang. Anda juga dapat membantu si pelaku untuk mengatasi kelemahan dan kekurangannya. Ini bisa menjadi jalan untuk memberdayakan dan meningkatkan kepercayaan dirinya.
Proses menangani pelaku tidak bisa dilakukan hanya sekali dan instant, melainkan harus berulang2 dan konsisten. Pelaku bullying, seperti halnya korban dan anak2 lain, memerlukan perhatian dan kepercayaan org lain bahwa ia pun bisa menjadi seseorang yang bersikap, berperilaku, dan bahkan berprestasi di bidang positif. 

Perlu diingat, bahwa kemungkinan besar sang pelaku tidak menyadari bahwa ia telah menjadi seorang pelaku serta tidak mengetahui dampak2 buruk yang bisa disebabkan oleh perilakunya tersebut. Oleh karena itu, telah menjadi tugas kita, yang telah menyadari penuh bahaya dari bullying, untuk menjelaskan mengenai seputar bulliyng, dan membimbingnya untuk berhenti menjadi seorang pelaku.

Bagi yang ingin mengetahui info2 seputar bullying, dapat mengirimkan email ke sejiwa.cbn.net.id atau ke email pribadi saya di aryaverdi@yahoo.com.
Semoga bermanfaat buat kita semua.(visit our website www.sejiwa.org)

Sumber : 
Yayasan Semai Jiwa Amini. (2007). BULLYING : Panduan Bagi Orang Tua dan Guru : mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan.

Wassalam,

Arya Verdi R.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk sedikit menjawab pertanyaan Nela, saya mau memberikan sedikit komentar (utk catshade, mhn maaf kalo komen saya ini mendahului artikel anda berikutnya : ) )<br />
 I. Mengapa seseorang menjadi perilaku bullying<br />
Penelitian menunjukkan bahwa banyak alasan mengapa seseorang menjadi pelaku bullying. Alasan yang paling jelas adalah bahwa pelaku merasa kepuasan apabila ia berkuasa di antara teman2nya. Selain itu, dengan melakukan bullying, ia akan dapat mendapatkan sanjungan teman2nya karena dianggap punya selera humor yang tinggi, keren, dan tentu saja, populer. Selain itu, Pelaku biasanya adalah seorang anak yang temperamental, mereka melakukan bullying terhadap anak lain sebagai pelampiasan kekesalan dan kekecewaan mereka terhadap suatu hal.<br />
Pelaku bullying kemungkinan besar juga sekedar mengulangi apa yang pernah dilihat atau dialaminya sendiri. Ia menganiaya org lain karena mungkin ia sendiri dianiaya oleh ortunya di rumah. Bisa juga karena ia pernah ditindas oleh sesama siswa di masa lalunya. Dari sinilah sikuls kekerasan akan terus berlanjut, turun temurun dari generasi ke generasi.</p>
<p>II. Menangani Pelaku bullying<br />
Apabila anda mengetahui atau mengenal seorang anak yang men jadi pelaku bullying, maka anda harus menghadapi dia dengan sabar dan jangan pernah memojokkan dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang interogatif. Anda harus memelihara harga dirinya dan perlakukan ia dengan respek. Ajaklah sang pelaku tersebut untuk merasakan perasaan korban, dan tumbuhkanlah empatinya. Contohnya dengan pertanyaan &#8220;apakah kamu mau dihina atau dipukuli oleh orang lain?&#8221;<br />
Selain di atas, anda juga dapat mengangkat kelebihan2 atau bakat yang terdapat pada si pelaku di bidang yang positif. Usahakan untuk mengalihkan energinya kepada kegiatan2 positif tadi daripada sibuk menganiaya orang. Anda juga dapat membantu si pelaku untuk mengatasi kelemahan dan kekurangannya. Ini bisa menjadi jalan untuk memberdayakan dan meningkatkan kepercayaan dirinya.<br />
Proses menangani pelaku tidak bisa dilakukan hanya sekali dan instant, melainkan harus berulang2 dan konsisten. Pelaku bullying, seperti halnya korban dan anak2 lain, memerlukan perhatian dan kepercayaan org lain bahwa ia pun bisa menjadi seseorang yang bersikap, berperilaku, dan bahkan berprestasi di bidang positif. </p>
<p>Perlu diingat, bahwa kemungkinan besar sang pelaku tidak menyadari bahwa ia telah menjadi seorang pelaku serta tidak mengetahui dampak2 buruk yang bisa disebabkan oleh perilakunya tersebut. Oleh karena itu, telah menjadi tugas kita, yang telah menyadari penuh bahaya dari bullying, untuk menjelaskan mengenai seputar bulliyng, dan membimbingnya untuk berhenti menjadi seorang pelaku.</p>
<p>Bagi yang ingin mengetahui info2 seputar bullying, dapat mengirimkan email ke sejiwa.cbn.net.id atau ke email pribadi saya di <a href="mailto:aryaverdi@yahoo.com">aryaverdi@yahoo.com</a>.<br />
Semoga bermanfaat buat kita semua.(visit our website <a href="http://www.sejiwa.org" rel="nofollow">http://www.sejiwa.org</a>)</p>
<p>Sumber :<br />
Yayasan Semai Jiwa Amini. (2007). BULLYING : Panduan Bagi Orang Tua dan Guru : mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan.</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>Arya Verdi R.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Catshade</title>
		<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-382</link>
		<dc:creator>Catshade</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2007 16:13:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-382</guid>
		<description>@purmana:
Kalau mas purmana sampai bisa berselisih atau bersitegang dengan mereka, sepertinya mas memang mampu menyetarakan posisi di hadapan mereka. Pelaku bullying tentunya menganggap mas bukan mangsa yang enak untuk digarap, mendingan milih anak yang nggak bisa ngelawan atau mbantah :P Soal sarannya, saya sangat setuju! :)

@nela:
Sip, nanti bakal dibahas di sambungan artikel berikutnya ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@purmana:<br />
Kalau mas purmana sampai bisa berselisih atau bersitegang dengan mereka, sepertinya mas memang mampu menyetarakan posisi di hadapan mereka. Pelaku bullying tentunya menganggap mas bukan mangsa yang enak untuk digarap, mendingan milih anak yang nggak bisa ngelawan atau mbantah <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Soal sarannya, saya sangat setuju! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@nela:<br />
Sip, nanti bakal dibahas di sambungan artikel berikutnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nela</title>
		<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-379</link>
		<dc:creator>nela</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jul 2007 05:21:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-379</guid>
		<description>Menangani korban bulying memang penting, tetapi bagaimana dgn pelaku bulying sendiri?Bagaimana menangani mereka?Karena pasti ada penyebab yg mendasar secara psikis mengapa akhirnya mereka menjadi pelaku bulying.Apalagi kalau pelaku bulying itu adalah seorang anak kecil usia SD.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menangani korban bulying memang penting, tetapi bagaimana dgn pelaku bulying sendiri?Bagaimana menangani mereka?Karena pasti ada penyebab yg mendasar secara psikis mengapa akhirnya mereka menjadi pelaku bulying.Apalagi kalau pelaku bulying itu adalah seorang anak kecil usia SD.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: purmana</title>
		<link>http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-363</link>
		<dc:creator>purmana</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jul 2007 08:46:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://popsy.wordpress.com/2007/07/20/%e2%80%9cbullying%e2%80%9d-dalam-dunia-pendidikan-bagian-2a-mengenal-korban-lebih-jauh/#comment-363</guid>
		<description>Jujur aja semasa SMA, saya merasa tidak pernah di-bully sama sekali. Padahal saya tidak berteman dengan mereka (bullies). Dan sayapun sering berselisih atau bersitegang dengan mereka. Tapi anehnya mereka seperti tidak mau memperpanjang masalah dengan saya dan bisa diajak berdamai saat ada yang menengahi.

Saya memberi saran bagi para korban bullying. Kalian harus memiliki kelebihan yang bisa &#039;disombongkan&#039; melebihi kesombongan mereka akan sikap mereka yang &#039;mirip anjing liar&#039;. Misalnya kalian adalah juara Karate, Juara Olimpiade Fisika, dsb.

Saya yakin di dalam hati mereka-pun akan ada sedikit rasa hormat bila kita telah menjadi orang yang berilmu apalagi berprestasi.

Jadi jangan takut ama bully-bully kampung di sekolah kalian...!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jujur aja semasa SMA, saya merasa tidak pernah di-bully sama sekali. Padahal saya tidak berteman dengan mereka (bullies). Dan sayapun sering berselisih atau bersitegang dengan mereka. Tapi anehnya mereka seperti tidak mau memperpanjang masalah dengan saya dan bisa diajak berdamai saat ada yang menengahi.</p>
<p>Saya memberi saran bagi para korban bullying. Kalian harus memiliki kelebihan yang bisa &#8216;disombongkan&#8217; melebihi kesombongan mereka akan sikap mereka yang &#8216;mirip anjing liar&#8217;. Misalnya kalian adalah juara Karate, Juara Olimpiade Fisika, dsb.</p>
<p>Saya yakin di dalam hati mereka-pun akan ada sedikit rasa hormat bila kita telah menjadi orang yang berilmu apalagi berprestasi.</p>
<p>Jadi jangan takut ama bully-bully kampung di sekolah kalian&#8230;!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
