Skip to content

Fakta atau Fiksi: Pria Memikirkan Seks Setiap Tujuh Detik

Minggu, 12 Agustus 2007
tags: ,
by

Dipungut dari Google Image, sumber tak diketahuiEntah karena faktor sosial-budaya yang paternalistis atau faktor hormon testosteron yang meluap-luap, pria selalu dipandang sebagai makhluk yang agresif. Anggapan ini tak terkecuali dari soal seks, dan orang dapat dengan mudah ‘membuktikannya’ dengan melirik dominasi laki-laki dalam ranah kejahatan kelamin. Bahkan begitu merasuknya generalisasi bahwa kaum adam memang sudah dari sononya cenderung berpikiran jorok (dan ingin merealisasikan pikiran itu), sampai-sampai agama-agama besar dunia merasa perlu mengekang tendensi berdosa ini melalui seperangkat larangan (dan perkecualian) khusus.

Salah satu ‘fakta’ penguatnya, yang kemudian dikutip dimana-mana, adalah pernyataan berbau ilmiah yang secara garis besar ingin mengatakan bahwa pria begitu seringnya berpikir mengenai hal-hal yang berbau seksual, sampai-sampai jarak antara satu pikiran dengan yang berikutnya hanya terpaut dalam hitungan detik atau menit. Ada yang mengatakan rentangnya hanya sekitar limapuluh dua detik. Satu versi bahkan mengklaim bahwa pria tidak dapat melewatkan lebih dari tujuh detik tanpa memikirkan seks sama sekali!

Bualan Louann Brizendine mengenai perbedaan pria dan wanita dalam buku “The Female Brain” rupanya tidak hanya berhenti pada kecerewetan saja. Dalam salah satu bagian bukunya, ia juga melegitimasi anggapan bahwa kemampuan otak pria memikirkan seks lebih besar daripada otak wanita (yang cenderung lebih kuat dalam bidang pemrosesan emosi), “yang menjelaskan mengapa 85 persen pria umur 20-30 tahun memikirkan seks sekali tiap limapuluhdua detik, sementara wanita hanya memikirkannya sekali sehari – atau hingga tiga atau empat kali sehari pada hari-hari subur mereka.”

Mark Liberman, Trustee Professor of Phonetics dari University of Pennsylvania yang juga membongkar klaim Brizendine sebelumnya, kembali melakukan studi literaturnya sendiri untuk mengecek validitas referensi yang dijadikan dasar pernyataan Brizendine barusan. Hasilnya? Keempat sumber rujukan yang ditulis Brizendine dalam daftar pustakanya ternyata sama sekali ngawur, alias tidak satu kalipun menyebutkan mengenai frekuensi fantasi seksual harian, baik pria maupun wanita.

Kenyataan tak Seburuk yang Dibayangkan

Lalu, bagaimana fakta yang sebenarnya mengenai khayalan seksual pria dan wanita? Untungnya, ketika sedang melakukan penyelidikan ini, Liberman menemukan sebuah penelitian oleh Jones dan Barlow pada tahun 1990 yang membahas masalah yang serupa. Dengan 49 mahasiswa dan 47 mahasiswi sebagai subyek yang melaporkan pemikiran seksualnya selama tujuh hari berturut-turut, Jones dan Barlow menemukan bahwa pria rata-rata memiliki 7 pemikiran seksual per harinya (atau sekali tiap 12342 detik), sementara wanita rata-rata memiliki 4.5 pemikiran seksual untuk jangka waktu yang sama (alias sekali tiap 19200 detik).

Snopes.com, situs pengungkap mitos dan legenda modern yang cukup terkenal, juga memasukkan klaim serupa ke dalam kategori ngibul a.k.a hoax. Mereka memberi label tersebut berdasarkan sebuah penelitian lain dari Laumann dkk. pada tahun 1994 yang dikutip oleh Kinsey Institute, sebuah institut yang menjadi patron penelitian seksualitas manusia di seluruh dunia. Dengan menggunakan teknik pengambilan subyek yang benar-benar acak (supaya benar-benar menggambarkan populasi penduduk AS), mereka mewawancarai 3432 pria dan wanita mengenai khayalan seksual mereka. Dari situ, ditemukan bahwa 54% pria memikirkan seks setiap hari atau beberapa kali dalam sehari, 43% lagi memikirkan seks beberapa kali dalam seminggu atau sebulan, dan 4% sisanya kurang dari sekali sebulan. Di sisi lain, 19% wanita memikirkan seks setiap hari atau beberapa kali dalam sehari, sementara 67% hanya beberapa kali dalam seminggu atau sebulan dan 14% lainnya kurang dari sekali sebulan. Penelitian ini (dan beberapa penelitian lain yang dikutip Liberman) mungkin mendukung gagasan dasar Brizendine, namun yang jelas hasil yang mereka peroleh jauh lebih realistis daripada ‘temuan’ Brizendine yang fiktif belaka.

Sumber:

“Every 52 Seconds”: Wrong by 23,736 percent? – Language Log

Every Seven Seconds Men Think About Sex – Snopes.com

Kinsey Institute FAQ

About these ads
14 Komentar leave one →
  1. Senin, 13 Agustus 2007 2:07 am

    hehe sex is good…tp kayanya dengan frekuensi pemikiran sebanyak itu pantas aja Amrik sana terkenal dengan yang namanya party rape dll nya. Bagaimana kalau sample nya diambil di Asia yah? atau di negara yang memegang kuat budaya dan norma yah?

    tapi kalo sampai seperti hoax itu yang tiap 52 detik sekali. Makan kita aja pasti lebih lama dari itu dan memikirkan sex ketika makan, haha pasti ilang selera tuh. hehehe

  2. Selasa, 14 Agustus 2007 2:11 am

    Sepertinya kurang tuh…. kalau saya mungkin setiap 5 detik (jika dirata-ratain…) ;)

    ah, seks memang indah kok, kan “katanya” buat prokreasi dan rekreasi ?

  3. Rabu, 15 Agustus 2007 10:01 pm

    Mungkin intervalnya itu tergantung sirkulasi darah. Kan kata Robin Williams: “God gave man a p*nis and a brain, but only enough blood to run one at a time”.

    Perempuan nggak begitu karena darahnya ke kepala semua.. HAHAHAHA..

    *ini pendapat iseng yang ngawur, jangan dipercaya ;)*

  4. Sabtu, 18 Agustus 2007 12:10 pm

    Lha, saya mikir yang gituan malah mungkin betul-betul setiap tujuh detik :?

    Tapi ya kalau lagi sadar :P

  5. Jumat, 24 Agustus 2007 11:20 pm

    @gerry:
    Hooo…jangan salah. Justru di negara2 Timur yang perilaku seksnya sangat terkekang oleh norma, pikiran2 seksnya malah bisa jadi jauh lebih liar (karena susah dapet pelepasan) :D

    @fertob:
    Wah, saya gak bisa komen apa2…ngalah sama yang sudah berpengalaman saja ;)

    @may:
    Nggak juga ah… sebulan sekali, darah yang ada di kepala itu semuanya turun ke bawah >_>

    @Geddoe:
    Yang gak sadarnya berarti lebih sering dari itu ya? O_o Mungkin ente harus ngirim aplikasi ke Guiness Book…

  6. Minggu, 26 Agustus 2007 5:08 am

    relatip kalau gua bilang mah… lo mau ngeseks yahh bisa aja sambil makan. tapi gak pada smua orang kan seperti pada tanggapan pada gerry ? hehheheh… anyway, salam kenal yak :)

  7. Sabtu, 8 September 2007 2:07 pm

    Every single secods!! hehehe,, stadium parah kayaknya :D :D ;D

  8. Bintoro Halim permalink
    Jumat, 21 September 2007 3:55 pm

    Buat saya, baik itu perempuan atau laki-laki
    sama saja. mereka hanya berhaluisinasi untuk
    merasakan kenikmatan seksual hanya semata,
    melakukan masturbasi kapan aja dan dimana aja.

  9. Selasa, 8 Januari 2008 8:38 pm

    ah, seks memang indah kok, kan “katanya” buat prokreasi dan rekreasi ?

    apalagi setelah menikah, malah ibadah…

    Saya setuju, kalupun hanya memilih pelbagai data disuatu komintas atau negara atau lingkungan saja, itu masih belum valid,

    timur, atau barat, tidak bisa disamakan atau dibedakan secara sepihak, itu perlu data… bukn omongan saja…

    kalau ada anggapan berbagai hal yang mengacu pada diskriminatif gender, bahkan sex…. itu semua masih semu..

    wanita suka pornografi? wanita tidak suka pornografi? atau pria?

    semua data-data yang telah dipaparkan, dan telah dibukukan perlu ditelaah kembali… apa memang benar fakta atau fiksi… toh itu kan pemikiran seseorang… bisa…

    ooo… gtu…
    aaah.. masa…
    atau… bohong!!!!

    SO, tak usahlah mengakarkan sex pada diskriminatif gender… toh itu semua tergantung dari manusia…
    kalo yang lepas dari nafsu… ga hanya 7 detik aja…

    pria atau wanita pasti bakal mikir bgitu…

    tanya sama mereka yang sudah menikah???
    kapan dan dimanapun mereka bisa lakukan….
    MALAH IBADAH…
    apa itu bisa dibuktikan???

  10. didittrek permalink
    Kamis, 12 November 2009 5:20 pm

    saya juga gitu kok.tiap liat cewe selalu mbayangin kalo dia telanjang gimana ya?gimana kalo ini itu dan sebagainya.

  11. firmansyah permalink
    Kamis, 6 Mei 2010 8:00 pm

    emank kita harus jujur bahwa laki-laki itu dalam seharinya pasti berfikir sex, pernyataan di atas nga perlu di saring lagi. itu betul kok. yang harus di bicarakan bagai mana kita bisa mengalikan pikiran itu. gimana?

  12. Adi permalink
    Rabu, 3 November 2010 11:22 am

    What?! :)

  13. Jumat, 8 November 2013 9:12 am

    jka memang kenyataannya seperti itu…so, harus lebih tahan nafsu kalau gitu… :D

Trackbacks

  1. Wanita Ternyata Juga Suka Pornografi « POPsy! - Jurnal Psikologi Populer

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 303 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: