Skip to content

Pesan Peduli Lingkungan yang Efektif [UPDATE]

Selasa, 16 Oktober 2007

blogactionday.orgRupanya tanggal 15 Oktober kemarin adalah Blog Action Day, yaitu hari di mana blogger sedunia bersama-sama menuliskan apapun yang bertema lingkungan. Di komunitas WordPress Indonesia saja, kolom Top Post telah didominasi oleh post-post bernada persuasi, seperti ”Selamatkan Bumi Tercinta” (dan varian lainnya), ”Maling Ramah Lingkungan”, ”Pay It Forward”, atau ”Global Warming and Destruction of the Earth” (maaf untuk blogger lain yang tidak disebut tulisannya di sini, apalagi yang judulnya panjang-panjang). Tapi seberapa efektifkah pesan-pesan itu bisa membujuk pembaca untuk menyetujui dan menjalankan ajakannya? [UPDATE] Simak pula teknik-teknik yang digunakan dalam bidang pemasaran yang mungkin bisa dipakai pula oleh para aktivis lingkungan.

Simak eksperimen berikut yang dilakukan oleh Robert Caldini dari Arizona State University. Untuk mendorong para tamu di sebuah hotel agar tetap memakai handuk lamanya (tidak meminta handuk diganti baru setiap hari), ia menempatkan salah satu dari lima kartu berpesan berikut secara acak pada 260 kamar:

  • Help the hotel save energy
  • Help save the environment
  • Partner with us to save the environment
  • Help save resources for future generations
  • Join your fellow citizens in helping to save environment

Dari kelima jenis kartu berpesan di atas, kartu dengan muatan norma sosial (“Join your fellow citizens…”) merupakan kartu yang paling berhasil ‘membujuk’ para tamu, sementara kartu yang paling tidak sukses adalah kartu dengan pesan pertama (“Help the hotel…”) yang menekankan manfaat bagi hotel itu sendiri.

Percobaan lain dilakukan oleh Patricia Winters dari Departemen Kehutanan AS pada pengunjung sebuah taman nasional. Agar mereka tidak berjalan-jalan keluar jalan setapak yang telah ditetapkan, Winters menaruh dua jenis papan pesan:

  • Please don’t go off the established paths and trails in order to protect the Sequoias and natural vegetation in this park
  • Many past visitors have gone off the established paths, changing the natural state of the Sequoias and vegetation in this park

Dari kedua jenis papan pesan tersebut, papan pesan pertama yang memiliki unsur permintaan langsung (“Please don’t go…”) lebih efektif mencegah pengunjung melakukan hal-hal yang tidak diinginkan daripada papan pesan kedua yang berisi norma sosial. Temuan Winters ini kemudian didukung oleh penelitian yang dilakukan Caldini pada taman nasional lain dengan hasil yang juga serupa.

Kesimpulan

Situs Psychology Matters, setelah membahas kedua temuan di atas, memberikan kiat-kiat yang bisa digunakan oleh para aktivis lingkungan maupun para pengambil kebijakan untuk menyusun pesan peduli lingkungan yang efektif.

Pertama, masukkan unsur norma sosial, misalnya ”Jutaan orang sudah melakukan X. Bagaimana dengan anda?” Adanya unsur ini membuat pesan lebih efektif karena orang cenderung lebih mudah melakukan sesuatu yang sudah dilakukan oleh banyak orang, khususnya bila perilaku itu belum menjadi kebiasaan. Unsur norma sosial khususnya efektif pada pesan yang berorientasi positif (memunculkan perilaku yang diinginkan).

Kedua, susunlah pesan dalam bentuk permintaan langsung, terutama pada pesan yang berorientasi negatif (menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan). Winters menemukan bahwa pesan-pesan seperti ”Jangan/Dilarang melakukan X” dua kali lebih efektif membuat orang mematuhinya daripada pesan-pesan seperti ”Lakukanlah Y”.

Ketiga, berikan pesan yang sekonkrit mungkin. Slogan-slogan umum seperti ”Selamatkan Bumi Kita” mungkin bisa berguna untuk membangun kesadaran akan isu lingkungan, tapi kurang efektif untuk membentuk perilaku spesifik yang diinginkan.

[UPDATE]

Copyblogger juga memberikan 10 teknik menulis persuasif yang ‘kagak ada matinye':

  1. Repetition. Ulangi terus menerus poin yang ingin anda sampaikan dengan susunan kata dan cara yang berbeda (misalnya secara langsung, memakai contoh, kutipan, dll).
  2. The mindlessness of ostensibly thoughtful action. Berikan alasan-alasan, terutama yang masuk akal, mengapa mereka harus setuju dengan poin anda.
  3. Consistency. Konsistenlah dengan poin utama anda sepanjang pesan; jangan sampai ada terselip satu kalimat yang tujuannya berbeda sendiri, atau malah bertentangan.
  4. Social Proof. Orang lebih gampang percaya apabila orang lain juga setuju. Masukkan testimonial, kutipan, atau cerita; lebih baik lagi jika dari orang terkenal atau otoritatif.
  5. Comparisons. Gunakan metafor dan analogi dalam penyampaian pesan. Bandingkan dengan hal lain yang mungkin lebih disetujui, atau kontraskan dengan hal yang bertentangan.
  6. Agitate and Solve. Perkenalkan pembaca dengan masalahnya, dan buat mereka ikut merasakannya secara emosional (jengkel, marah, sedih). Lalu tawarkan solusinya.
  7. Prognosticate. Dari fakta-fakta masa kini atau masa lalu yang anda paparkan, ajak pembaca anda untuk membayangkan masa depan yang dihasilkan dari fakta-fakta itu.
  8. Go Tribal. Orang memiliki impian untuk masuk dalam kelompok sosial tertentu. Tawarkan dalam pesan anda kesempatan untuk termasuk atau diakui di dalamnya.
  9. Address Objections. Mungkin ada keberatan atau pandangan kontra dari pendapat anda. Utarakan dan respon itu dalam tulisan terlebih dahulu sebelum terpikirkan oleh pembaca.
  10. Storytelling. Gunakan teknik bercerita untuk menarik (dan mempertahankan) perhatian pembaca.

Sumber:

Shaping Pro-Environment Behaviors – Psychology Matters

Ten Timeless Persuasive Writing Techniques – Copyblogger

About these ads
10 Komentar leave one →
  1. Selasa, 16 Oktober 2007 2:14 pm

    yah itu adalah salah satu cara, banyak cara untuk saling mengingatkan…. :)

  2. Selasa, 16 Oktober 2007 3:06 pm

    Banyak cara yang bisa digunakan orang untuk menyampaikan pesan2 moral ttg kepedulian lingkungan. Dan itu sangat tergantung pada konteksnya. Menulis di blog dengan menggunakan cara dan teknik apa pun saya kira masih lebih baik daripada tidak sama sekali. Mari kita jadikan hari esok yang kebih baik dengan melakukan aksi penyelamatan lingkungan secara nyata. OK, salam hangat.

  3. Selasa, 16 Oktober 2007 5:39 pm

    cara2 yg bagus. pesan2 itu atau slogan2 tsb kayaknya memang harus digiatkan. sebagai blogger, tentu saja harus (misalnya) menampilkan bannernya.
    great. :)

  4. Selasa, 16 Oktober 2007 7:35 pm

    kiat-kiatnya bagus :D

    *nyatet*

  5. mardun permalink
    Kamis, 18 Oktober 2007 4:50 pm

    Sosial, langsung, dan konkret……

    sepakat-sepakat :D

  6. Jumat, 19 Oktober 2007 4:07 pm

    Intinya adalah to the point dan langsung ? :-?

    Kuharap aku sudah membuatnya begitu…

  7. Senin, 22 Oktober 2007 9:29 am

    mantab..
    nice tips

Trackbacks

  1. Telmark.
  2. Telmark.
  3. Blog Action Day

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 303 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: