Skip to content

Pemandangan Hijau Membuat Anak Kota Tahan Stres

Kamis, 10 April 2008
by

“Lihat kebunku, penuh dengan bunga.
Ada yang putih dan ada yang merah.
Setiap hari, kusiram semua.
Mawar melati, semuanya indah.”

Indahnya jika terdapat kebun di setiap rumah. Warna-warni kembang bertebaran di sana-sini. Embun basah menetes dari dedaunan. Kupu-kupu pasti berdatangan mencari makanan. Namun bukan itu saja hal positif itu saja yang bisa didapat dari kebun dari sekitar rumah. Nancy Wells, seorang psikolog lingkungan dari Cornell University menemukan manfaat lain dari kebun tersebut. Menurutnya, lingkungan hijau di sekitar rumah merupakan faktor signifikan dalam melindungi kesejahteraan psikologis anak-anak di wilayah perkotaan.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa situasi penuh tekanan yang terjadi dalam hidup, tampak tidak banyak menimbulkan ketegangan psikologis pada anak yang tinggal di lingkungan hijau, dibandingkan anak yang tinggal di lingkungan tidak hijau”. Anak-anak yang bisa menikmati lingkungan asri tersebut, terlihat lebih siap menghadapi stres, ketimbang anak yang memiliki kamar tanpa pemandangan “hijau”. Lanjutnya, “anak-anak yang lebih rentan terhadap stres; yang mengalami kondisi-kondisi sulit, adalah yang mendapatkan manfaat terbanyak dari ”hijaunya” lingkungan mereka.”

Kesimpulan tersebut didapat dari penelitian Wells bersama rekannya, Gary Evans, mengenai kadar alamiah di sekitar rumah 337 anak kelas 3-5, dengan melihat jumlah tanaman di dalam rumah mereka, pemandangan “hijau” yang terlihat dari jendela kamar mereka, dan apa materi pembentuk halaman rumah mereka (rumput, tanah atau beton). Pengukuran lalu dilakukan menggunakan sebuah alat “skala kadar alamiah lingkungan perumahan” yang mereka kembangkan tahun 2000. Sebagai data tambahan, Wells dan Evan menggunakan tes baku untuk mengukur kadar stres dalam kehidupan anak, laporan orang tua tentang tingkah laku stres anak, dan penilaian diri anak terhadap kesejahteraan psikologisnya.

Pada penelitian sebelumnya di tahun 2000, Wells juga menemukan bahwa anak-anak yang dikelilingi oleh alam, memiliki rentang perhatian yang lebih lama. Dia menduga, kemampuan untuk lebih fokus tersebut membuat anak lebih bisa berpikir dengan jernih, sehingga mereka lebih siap untuk menghadapi stres.

Nah, bagi Anda yang sudah dikaruniai anak, tertarik untuk menyediakan ruang “hijau” bagi mereka? Atau hanya ingin mengajarkan lagu “Kebunku” pada mereka?

Sumber Pustaka:

news.cornell

About these ads
11 Komentar leave one →
  1. Kamis, 10 April 2008 11:47 pm

    wahh informatif banget. tapi untuk warga jakarta udah susah menemukannya. hiks

  2. Jumat, 11 April 2008 12:17 pm

    @Zener
    Memang ada yang sulit menemukan ruang hijau di Jakarta, namun Saya yakin ruang sekecil apapun masih bisa dimanfaatkan untuk dijadikan ruang hijau ;)

  3. Sabtu, 12 April 2008 2:10 am

    kalau hijau-nya dalam bentuk kertas alias uang dollar ngaruh ga ya? *ngasal*

  4. sahabat88 permalink
    Sabtu, 12 April 2008 2:29 am

    waaaahh….
    kalo gitu nanti kalo dah berkeluarga, saya bikin pekarangan da taman yg luas dan hijau tentunya…
    terima kasih infonya
    sangat bermanfaat bagi saya…. :D

  5. Sabtu, 12 April 2008 8:05 am

    Artikel yang informatif… namun saya sedikit penasaran nih… sebenarnya lingkungan hijau yang menyebabkan si anak menjadi terasa kurang stresnya, apakah disebabkan semata2 faktor psikologis saja atau memang lingkungan hijau itu sangat menyehatkan secara fisik, sehingga di dalam fisik yang sehat akan terdapat jiwa yang sehat pula…??

  6. Sabtu, 12 April 2008 8:30 am

    @Gerry
    Mungkin dollar bisa berpengaruh terhadap kesejahteraan finansial :D

    @Sahabat88
    Saya juga mau kok ;)

    @Yari NK
    Fisik dan psikologis memang berkaitan erat. Menurut saya, ketahanan terhadap stres bisa muncul karena tubuh manusia memproduksi hormon tertentu, yang difasilitasi oleh kontak dengan lingkungan hijau *kira-kira seperti itu* ;)

  7. Senin, 28 April 2008 2:50 pm

    artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:

    http://www.infogue.com/

    http://psikologi.infogue.com/pemandangan_hijau_membuat_anak_kota_tahan_stres

    anda bisa promosikan artikel anda di infoGue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  8. Selasa, 29 April 2008 6:08 am

    Sepakat mas. Saya dan adik-adik dulu saat masih SD tak mau pindah ke rumah baru (padahal rumah sendiri dan lebih bagus)…dan akhirnya ayah membuat taman dulu…dan cerita kalau bunga di taman depan rumah didatangi kupu-kupu…..hehehe

    Sayangnya di Jakarta sudah sulit untuk membawa anak-anak kembali ke alam…jadi tanah sepetakpun harus ditanami hijau-hijau an, biar mata agak segar. Dan jika pulang kantor, malam-malam duduk di teras, lampu taman dimatikan…terasa sejuk dan tak terasa berada di kota Jakarta. Namun kedua anakku lebih cenderung ke arah ayahnya, jadi tamannya cuma ibu yang merawat dan menikmatinya, mereka berdua lebih suka ngurusi komputer dan kabel-kabel yang rumit itu (yg besar Komputer UI dan yang kecil Elektro ITB, dan sekarang melanjutkan S2 karena dapat beasiswa di Fak yang sama).

  9. Rabu, 30 April 2008 8:37 am

    @Infogue
    Terima kasih

    @Edratna
    Strategi ayah Anda, bagus sekali :D

    Kalau sudah berhubungan dengan minat, agak susah juga ya? Tapi tetaplah mencoba ;)

  10. tresno permalink
    Minggu, 11 Mei 2008 8:37 am

    itu karena pemandangan hijaunya ato karena udara segar nya yach? mungkin karena faktor udara segar?
    *nebak*

  11. rieza permalink
    Selasa, 13 Mei 2008 2:16 pm

    hal utama dan utama dalam memilih tempat tinggal bagi para keluarga baru yang akan atau merencanakan memiliki anak adalah situasi lingkungan yang hijau, sejuk, menenangkan lebih baik ketimbang gedung pencakar langit, penuh polusi, bising dan sumpek. survei membuktikan anak yang tinggal di lingkungan yang nyaman, tenang dan hijau lebih cepat menyarap pelajaran sekolah ketimbang anak yang tinggal di lingkungan yang sumpek.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 301 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: