Pencemaran Timbal pada Anak Berhubungan dengan Kriminalitas di Masa Dewasa
Beberapa bulan yang lalu, masyarakat Amerika Serikat sempat digegerkan oleh temuan adanya sejumlah mainan anak dan makanan impor dari Cina yang mengandung timbal; Kehebohan ini begitu dianggap penting sampai-sampai hubungan dagang AS-Cina hampir retak. Ada apa dengan timbal?
Timbal (Pb) merupakan salah satu unsur logam berat yang sangat beracun bagi tubuh jika dikonsumsi. Tidak hanya berefek kepada tubuh fisik, telah diketahui pula bahwa paparan timbal berkaitan dengan kesulitan belajar, keterlambatan perkembangan mental, bahkan skizofrenia.
Dua penelitian terbaru dari University of Cincinatti, Ohio, kini menunjukkan bahwa orang-orang dewasa yang kelihatannya normal dan sehat pun mungkin secara tidak sadar sudah terkena efek racun dari timbal yang mereka dapatkan di masa kanak-kanak.
Studi jangka panjang yang dilakukan oleh Kim Dietrich menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar timbal tinggi dalam darahnya saat dalam kandungan atau saat kanak-kanak ternyata lebih cenderung memiliki catatan kriminal, khususnya kekerasan, dibanding mereka yang kadar timbal dalam darahnya lebih rendah.
Sementara itu, rekannya Dr. Kim Cecil menemukan bahwa mereka yang kadar timbal dalam darahnya tinggi kehilangan lebih dari 1 persen sel kelabu otak mereka. Kehilangan ini khususnya nampak di bagian otak yang berkaitan dengan pengaturan emosi dan pengambilan keputusan. Menurut Dr. Cecil, kerusakan otak ini sifatnya permanen.
Dari penelitian ini pula, nampak bahwa karakteristik yang berisiko tinggi terpapar oleh timbal adalah jenis kelamin laki-laki, berstatus ekonomi menengah ke bawah, tinggal di tengah perkotaan, serta pernah atau sedang tinggal di rumah berusia tua, di mana besar kemungkinannya rumah tersebut masih menggunakan cat jenis lama yang masih mengandung timbal.
Sumber
Studies link lead to adult crime, brain damage – Yahoo! News
|



jenis kelamin laki-laki, berstatus ekonomi menengah ke bawah, tinggal di tengah perkotaan, serta pernah atau sedang tinggal di rumah berusia tua,
Errr….
Bukannya profil orang jenis itu yang memang jadi calon2 penjahat di amerika?
Kayaknya kok belum benar2 meyakinkan hubungan antara timbal dan kejahatan ya?
dnial
Minggu, 1 Juni 2008
@dnial:
Anda benar. Saya tidak punya jurnal penelitian aslinya, tapi karena kontrol terhadap variabel-variabel sekunder (demografis, jenis kelamin, dll) adalah satu hal dasar yang wajib dilakukan dalam desain penelitian, saya berprasangka baik dengan berasumsi penelitian ini sudah melakukannya, namun tetap menemukan adanya hubungan itu.
Bagaimanapun juga, saya memang seharusnya tetap menyebutkan di atas apa yang telah anda singgung barusan. Terimakasih atas koreksinya
Catshade
Minggu, 1 Juni 2008
yang berbahaya bukannya penurunan IQ?
ini dari sisi medis…
soalnya saya pernah bikin makalah penelitian ttg pengaruh timbal pada janin
di Surabaya dan sekitarnya, kandungan timbal yg paling banyak terdapat pada makanan “Kupang Lontong”. Karena Pb tersebut berada dalam tubuh kupang (kerang kecil) tersebut…
tapi kalo baca dari tulisan ini, bisa jadi demikian.
makasih banyak u/ infonya
ghaniarasyid™
Minggu, 1 Juni 2008
wadooohhh, ko aku termasuk karakteristik yang beresiko tinggi
yudi
Senin, 2 Juni 2008