Sinyal Ponsel Dapat Mempengaruhi Gelombang Otak Anda
Apa? Ini salah satu hoax terusan e-mail berantai seperti geger SMS merah pembawa maut beberapa bulan yang lalu? Tidak seperti isu yang kemudian terbukti ngibul itu, pernyataan yang satu ini telah didukung oleh dua eksperimen ilmiah yang dilakukan secara terpisah oleh dua universitas terkemuka. Apakah itu berarti kini saatnya kita membuang semua ponsel yang kita miliki dan kembali menggunakan telepon umum? Mari kita simak dulu seperti apa penelitiannya dan apa yang bisa dikatakan dari situ.
Seperti yang pernah kita ketahui dari pelajaran biologi di sekolah dulu, pikiran kita ‘digerakkan’ oleh sinyal-sinyal elektris yang berseliweran di antara milyaran sel-sel otak kita. Meskipun sinyal ini cukup lemah sehingga tidak dapat dirasakan, ia juga cukup kuat untuk dideteksi di permukaan kulit kepala oleh alat-alat medis seperti EEG. Tentu wajar untuk bertanya: Apakah gelombang elektromagnetis dari ponsel (yang kerap digunakan dengan menempelkannya di kepala) dapat mempengaruhi gelombang otak seseorang?
Penelitian yang pertama dilakukan oleh Rodney Croft dari Swinburne University of Technology di Melbourne, Australia. Ponsel ditempelkan di kepala 120 orang dan komputer secara acak menghidupkan atau mematikan transmisi ponsel-ponsel tersebut tanpa sepengetahuan peneliti maupun partisipan. Dari hasil rekaman gelombang otak yang diperoleh selama eksperimen itu, ditemukan bahwa aktivasi ponsel membuat aktivitas salah satu jenis gelombang otak yang disebut gelombang alfa meningkat drastis.
Mempengaruhi Kesadaran dan Pola Tidur
Apa yang dimaksud dengan gelombang alfa? Sinyal elektris otak pada manusia normal biasanya berubah-ubah tergantung pada aktivitas dan tingkat kesadaran seseorang. Pada saat otak berada dalam gelombang alfa, manusia berada dalam keadaan ‘setengah sadar’ yang tinggal selangkah lagi dari tidur. Secara teknis ia masih merasa terjaga, tapi pikirannya sudah melantur kemana-mana dan tidak terorganisasi, kinerja mental yang menurun, serta perhatian terhadap dunia luar yang berkurang drastis.
Untuk meneliti lebih jauh pengaruh ponsel pada gelombang alfa ini, James Horne dan rekan-rekannya dari Loughborough University Sleep Research Centre di Jerman meneliti lebih lanjut pengaruh ponsel terhadap kesadaran dan pola tidur pada 10 orang yang dengan sengaja dibuat kurang tidur sebelumnya. Mereka tidur di lab dengan ditempeli alat perekam gelombang otak (EEG) dan ponsel yang dikendalikan komputer untuk secara acak beralih antara mode “off”, “standby”, “listen”, dan “talk” setiap 30 menit.
Penelitian kedua ini menunjukkan bahwa sinyal ponsel dapat mengurangi kualitas tidur. Pada mode “talk”, misalnya, terjadi penurunan aktivitas gelombang delta (pola gelombang otak manusia saat tidur nyenyak) yang efeknya bertahan hingga 1 jam setelah ponsel dimatikan. Para partisipan juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berusaha tidur meskipun pada malam sebelumnya mereka juga telah dibuat kurang tidur.
Kesimpulan: Jangan Panik Dulu
Apa artinya hasil kedua penelitian itu bagi penggunaan ponsel kita sehari-hari? Menurut kedua peneliti tersebut, tidak ada yang perlu dikuatirkan dari dampak ponsel terhadap kesehatan. Bahkan menurut Horne (pelaku penelitian kedua), efek sinyal ponsel terhadap tidur yang terukur dari penelitiannya hanya setara dengan setengah cangkir kopi, dan ada faktor-faktor lainnya di sekitar kita yang bisa lebih mempengaruhi kualitas tidur.
Saya sendiri cenderung sejalan dengan pendapat kedua ahli ini untuk tidak buru-buru panik dan berreaksi berlebihan. Tubuh kita setiap hari terpapar gelombang elektromagnetis dari beragam alat elektronik lain (komputer/laptop, TV, pemutar musik), gelombang radio, bahkan dari sinar matahari! Selain itu, tidak seperti para partisipan penelitian di atas, rasanya tidak ada dari kita yang betah menempelkan telepon di kupingnya semalam suntuk (untuk itulah ada perangkat handsfree). Tentu, seperti yang dikatakan Horne lagi, masih tetap menarik untuk meneliti efek gelombang elektromagnetis ini lebih lanjut pada dosis, durasi, dan perangkat elektronik yang lain.
BTW untuk para pria, tahukah anda kalau meletakkan laptop di pangkuan dalam waktu lama dapat mengurangi jumlah dan kualitas sperma anda? Saya jadi penasaran apakah mengantongi ponsel di saku depan celana dapat menciptakan efek yang serupa
*melihat para laki-laki mulai panik*
Sumber:
Mind Control by Cell Phone – Scientific American Mind
Baca Juga:



Nada dering tertentu yang sudah direkam di otak kita dg segala karakternya juga dapat menimbulkan kecemasan, kegembiraan, dll. Yang jelas, kalau volume dering HP di-polkan akan memekakkan telinga, terutama tetangga… he… he
kajiankomunikasi
Jumat, 10 Oktober 2008
sepengetahuan saya mslh laptop dipangku dapat mengakibatkan jml & kualitas sperma dikarenakan panas yg ditimbulkan laptop bukan karena gelombang elektromagnetik dari laptop. Mungkin kalau hp ditaruh saku ga ngaruh, kecuali kalau mode vibrate trus rada dikit2 nempel..:D
CMIIW.
b_nny
Sabtu, 11 Oktober 2008
Saya rasa semua mungkin saja ada efeknya. Namun pertanyaannya seberapa besar?? Dan yang paling penting adalah berapakah ambang batas yang aman?? Seperti halnya radioaktif, tanpa kita hidup dekat reaktor nuklir atau tanpa perang nuklirpun tubuh kita sudah terpapar radiasi nuklir. Begitu pula dengan zat2 racun yang masuk tubuh kita secara tidak sengaja melalui makanan atau minuman. Semua ada ambang batas keamanan…..
Yari NK
Sabtu, 11 Oktober 2008
Rrrrr…perangkat handsfree saya hilang. Dan gejalanya kok mirip yah. Orang yang nelp saya lama-lama itu protes karena saya ngelantur melulu.
gentole
Sabtu, 11 Oktober 2008
wahhh, baru tahu saya.
Makasih infonya yahhh.
silly
Minggu, 12 Oktober 2008
thanks yah buat informasinya…semoga bagi yang m,embaca bisa semakin mengerti mengenai sinyal ponsel dalam kehidupan… God bless all
novalia silaban
Minggu, 12 Oktober 2008
hmm, jangan2 penyebab saya susah tidur itu karena gelombang dari HP yah?
Disc-Co
Senin, 13 Oktober 2008
Persoalan Laptop dan Sperma itu, sih. Jelas. Kukira Laptop itu panas, sedangkan sperma membutuhkan tempat yang dingin dan bersuhu rendah…
Dan soal gelombang HP itu sudah diceritakan di sebuah koran. Meski begitu, kebiasaanku menaruh HP di belakang bantal tetap tidak berubah.
Mihael "D.B." Ellinsworth
Rabu, 15 Oktober 2008
teknologi memang seperti sekeping koin ya mas, ada dua sisi yang saling berlawanan di sana.
omoshiroi_
Kamis, 16 Oktober 2008
kalo sinyal musik mp3 dr HP gmn? soalnya jarang mainan HP tp ndengerin musik dr HP sering
toim
Jumat, 17 Oktober 2008
Ooohh… Pantes usia hidup penduduk dunia di abad 21 ini ga ada yang berumur panjang, hee…
Freddy
Minggu, 26 Oktober 2008
Mungkin penggunaan handsfree bisa meminimalisir efek negatifnya ya? Lagian cape juga kali booo teleponan semalem suntuk kagak pake handsfree (mentang2 pulsa murah)
nonadita
Selasa, 28 Oktober 2008
wah Seru Juga,Saya Jadi Takut Naro HP di KAntong ,Takut Diputusin ma Pacar SAYA…:))
Joas
Rabu, 26 Nopember 2008
lagi donk info seperti ini
seru nihhh
gw adalah salah satu orang yang selalu menempelkan ponsel di kuping
palagi gw pacaran jarak jauh
kasih komentarnya donk
apa yang musti gw lakuin
^mimi^
Minggu, 30 Nopember 2008
kalo cwe naroh hp di saku baju yang sakunya pas dpan dada,,, ada pengaruhnya gak ya??
ami
Sabtu, 7 Maret 2009