Skip to content

Musisi Mengatasi Demam Panggung – bagian satu

Rabu, 12 Oktober 2011

Salah satu hal menyenangkan bagi seorang musisi adalah bermain musik dan menampilkankannya di depan penonton. Bisa mengekspresikan diri lewat musik, membagikan musiknya dan menerima energi kembali dari penonton itu seperti menjadi ‘candu’ bagi mereka. Namun tak selamanya yang terjadi bisa seideal itu, akibat munculnya performance anxiety atau kecemasan penampilan atau biasa dikenal dengan demam panggung. Alih-alih merasakan kesenangan bermusik, seorang musisi justru merasakan stres hingga kemudian merusak penampilan mereka.

Lalu, bagaimana seorang musisi bisa mengatasi demam panggung itu?

Apa Itu Demam Panggung?

Demam panggung bisa dialami siapa saja, mulai dari anak yang baru belajar musik, remaja, dewasa dan bahkan musisi-musisi besar. Beberapa musisi besar yang diketahui mengalami demam panggung ini adalah pianis Artur Rubinstein dan Vladimir Horowitz serta penyanyi populer Barbra Streisand dan John Lennon. Psikolog biasa mendefinisikan demam panggung ini dari sumber serta kondisi yang dihasilkannya. G.D. Wilson dan D. Roland berhasil mengidentifikasi 3 sumbernya, yaitu orang yang bersangkutan, situasi dan tugas musikalnya. Bagian setelah ini adalah penjelasan terkait ketiga sumber tersebut.

Gejala Demam Panggung

Jika seseorang mengalami demam panggung, gejala fisik yang dialami mirip dengan gejala ketika seseorang sedang terancam atau takut. Contohnya seperti: jantung berdetak kencang, keringat berlebih, kurang nafas, mulut kering, mual, sakit perut, otot tegang, tangan bergetar hingga pandangan yang mengabur.

Gejala-gejala ini kemudian yang akan menurunkan kualitas penampilan seorang musisi. Misalnya, gangguan penglihatan yang disebabkan membesar dan mengecilnya pupil, bisa saja membuat seorang musisi tidak bisa membaca partitur di hadapannya. Atau, ketegangan otot dan tangan gemetar bisa membuat pemain gitar tidak bisa menekan senar di nada yang tepat.

Untuk mengatasi gejala ini, solusinya adalah dengan melakukan relaksasi. Relaksasi bisa dilakukan dengan tarik nafas dalam-dalam sebelum tampil atau dengan mengencangkan lalu mengendurkan otot berulang-ulang dalam beberapa saat. Selain relaksasi, bisa juga dengan mengkonsumsi obat. Namun, perlu diwaspadai bahwa obat-obatan ini bisa menimbulkan efek samping, seperti menurunnya sensitivitas mengekspresikan diri, khususnya jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Orang Sebagai Sumber Kecemasan

Mengatasi gejala fisik seringkali tak sepenuhnya menghilangkan demam panggung. Bagaimana seorang musisi berpikir; sikap, kepercayaan, penilaian dan tujuan, juga berpengaruh dalam penciptaan kecemasan. Sumber pertama adalah kecenderungan untuk menjadi cemas, yang merupakan dampak dari self-handicapping (penghambatan diri) dan perfeksionisme. Penghambatan diri adalah ketika seorang musisi terlalu memikirkan bagaimana opini/penilaian orang lain terhadap dirinya. Sedangkan perfeksionisme adalah ketika seorang musisi memiliki harapan tidak realistis terhadap dirinya sendiri.

Untuk bisa mengatasinya, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, yaitu: (1) belajar menerima kecemasan dalam kadar tertentu dan juga kesalahan-kesalahan kecil selama tampil; (2) menghargai proses saat tampil daripada sibuk dengan pendapat penonton; dan (3) musisi belajar untuk mengenali pemikiran-pemikiran yang tidak realistis atau tidak produktif, dan menggantinya dengan pemikiran-pemikiran yang realistis dan fokus pada tugas yang harus dilakukan. Bentuknya adalah dengan self-talk, atau bicara pada diri sendiri. Contohnya, musisi diminta mengganti pikiran-pikiran kritis seperti “Nanti bagaimana jika ada bagian yang lupa?” atau “Saya harus tampil sempurna,” dengan pernyataan konstruktif seperti “Saya sudah mempelajari lagu ini secara utuh dan sudah sangat siap membawakannya” atau “Saya perlu konsentrasi dalam menjaga tempo.”

bersambung…

About these ads
7 Komentar leave one →
  1. Minggu, 22 Januari 2012 1:49 pm

    yang namanya demam panggung bisa menimpa siapa saja ya?dari kelas amatir sampai profesioanal bisa saja terjadi.

  2. Minggu, 10 Februari 2013 2:40 pm

    I like the helpful information you provide in your articles.
    I’ll bookmark your blog and check again here frequently. I’m quite sure I’ll learn many new stuff right here! Best of luck for the next!

  3. Selasa, 12 Februari 2013 8:12 pm

    Sweet blog! I found it while browsing on
    Yahoo News. Do you have any tips on how to get listed in Yahoo News?
    I’ve been trying for a while but I never seem to get there! Cheers

  4. Kamis, 14 Februari 2013 2:45 am

    Quality articles is the key to attract the users to
    visit the web site, that’s what this site is providing.

  5. Senin, 25 Februari 2013 4:29 am

    I am not sure where you are getting your information, but great topic.
    I needs to spend some time learning much more or understanding more.
    Thanks for great info I was looking for this info for my mission.

  6. Rabu, 3 April 2013 1:32 am

    Just want to say your article is as amazing. The clearness in
    your post is simply excellent and i could assume you’re an expert on this subject. Well with your permission allow me to grab your feed to keep up to date with forthcoming post. Thanks a million and please carry on the rewarding work.

Trackbacks

  1. Musisi Mengatasi Demam Panggung – bagian dua « POPsy! – Jurnal Psikologi Populer

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 291 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: