Posted on Sabtu, 31 Mei 2008. Filed under: biologi, kesehatan, perkembangan | Tags: agresi, anak, otak |
Beberapa bulan yang lalu, masyarakat Amerika Serikat sempat digegerkan oleh temuan adanya sejumlah mainan anak dan makanan impor dari Cina yang mengandung timbal; Kehebohan ini begitu dianggap penting sampai-sampai hubungan dagang AS-Cina hampir retak. Ada apa dengan timbal?
Timbal (Pb) merupakan salah satu unsur logam berat yang sangat beracun bagi tubuh jika dikonsumsi. Tidak hanya berefek [...]
Read Full Post |
Make a Comment ( 4 so far )
Posted on Kamis, 12 Juli 2007. Filed under: persepsi | Tags: agresi, penjara, warna |
Apa yang ada di dalam bayangan anda ketika mendengar kata ”penjara”? Ruangan-ruangan berjeruji yang suram? Tempat orang-orang yang menyeramkan? Meskipun telah ada usaha penghalusan istilah menjadi ”lembaga pemasyarakatan” (correctional facility), tetapi citra yang buruk mengenai ketidakefektifan institusi ini tidak bisa lepas dari persepsi masyarakat. Dan memang, persepsi ini tidak jauh dari kenyataan: banyak orang yang [...]
Read Full Post |
Make a Comment ( 9 so far )
Posted on Minggu, 27 Mei 2007. Filed under: biologi, kepribadian, sosial | Tags: agresi, hormon, matematika, stres, tangan |
Palmistri, atau ilmu membaca tangan, adalah salah satu ilmu semu (pseudoscience) yang masih cukup bertahan hingga abad modern ini. Asumsi dasarnya adalah adanya garis-garis tertentu di telapak tangan anda yang menggambarkan kepribadian anda dalam bidang-bidang tertentu. Sebagai contoh, garis yang dimulai dari bawah tengah telapak tangan dan kemudian berbelok ke sela antara jempol dan telunjuk [...]
Read Full Post |
Make a Comment ( 28 so far )
Posted on Kamis, 26 April 2007. Filed under: pendidikan, perkembangan, sosial | Tags: agresi, anak, bullying, remaja, sekolah |
Beberapa minggu belakangan ini media kita (termasuk blog) diramaikan oleh pembahasan seputar insiden yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dalam insiden tersebut, seorang praja tewas karena dianiaya oleh para seniornya dalam rangka pemberian hukuman –atau dalam istilah mereka sendiri, ‘pembinaan’ atau ‘koreksi’– atas kesalahan yang dilakukan sang praja. Ini bukan yang pertama kalinya; [...]
Read Full Post |
Make a Comment ( 49 so far )