Posted on Minggu, 5 Agustus 2007. Filed under: pendidikan, perkembangan, sosial | Tags: anak, bullying, remaja, sekolah, teman |
Meskipun selama ini ekspos mengenai bullying lebih banyak terfokus pada pelaku dan korbannya, bukan berarti bullying adalah fenomena terisolasi yang tidak melibatkan lingkungan. Mengakarnya perilaku bullying sehingga sulit diberantas seringkali justru diakibatkan oleh ketidaktahuan (atau keengganan) lingkungan untuk mengakui bahwa bullying terjadi di depan hidung mereka dan akibatnya sangat buruk. Detik.com pada akhir April lalu [...]
Read Full Post |
Make a Comment ( 2 so far )
Posted on Sabtu, 28 Juli 2007. Filed under: pendidikan, perkembangan, sosial | Tags: anak, bullying, remaja, sekolah |
Dalam tulisan awal dari bagian kedua ini, kita telah melihat bagaimana karakteristik korban bullying dan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk mencegah atau mengatasi perilaku bullying yang diarahkan kepada mereka. Tulisan kali ini akan membahas mengenai pelaku bullying itu lebih jauh. Apa yang membuat seorang anak tega menindas sesamanya? Apakah terdapat kecenderungan kepribadian tertentu, [...]
Read Full Post |
Make a Comment ( 1 so far )
Posted on Jumat, 20 Juli 2007. Filed under: pendidikan, perkembangan, sosial | Tags: anak, bullying, remaja, sekolah |
Dalam bagian pertama, kita telah melihat gambaran singkat mengenai fenomena bullying yang terjadi beberapa sekolah di Indonesia serta dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap para korban. Dalam bagian kedua ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam fenomena tersebut. Tulisan awal ini terlebih dahulu akan melihat korban bullying lebih dalam lagi: Mengapa ada anak [...]
Read Full Post |
Make a Comment ( 7 so far )
Posted on Kamis, 26 April 2007. Filed under: pendidikan, perkembangan, sosial | Tags: agresi, anak, bullying, remaja, sekolah |
Beberapa minggu belakangan ini media kita (termasuk blog) diramaikan oleh pembahasan seputar insiden yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dalam insiden tersebut, seorang praja tewas karena dianiaya oleh para seniornya dalam rangka pemberian hukuman –atau dalam istilah mereka sendiri, ‘pembinaan’ atau ‘koreksi’– atas kesalahan yang dilakukan sang praja. Ini bukan yang pertama kalinya; [...]
Read Full Post |
Make a Comment ( 49 so far )