Skip to content

Tidak Ingin Jadi Pelupa di Masa Tua?

Kamis, 14 Juni 2007
by

Diambil dari WikipediaSudah umum diketahui bahwa salah satu tanda-tanda seseorang mulai disebut memasuki masa lanjut usia adalah menurunnya kemampuan mengingat. Daftar belanjaan, alamat rumah, atau nomor telepon yang dulu bisa dihafal luar kepala kini harus dicatat dengan hati-hati – sampai anda lupa di mana anda meletakkan catatan tersebut barusan. Semakin ‘usangnya’ otak kita membuat ingatan-ingatan lama mulai sulit dibuka kembali dan ingatan-ingatan baru lebih sulit disimpan dengan benar.

Beberapa bagian otak yang tugasnya terkait dengan ingatan – prefrontal cortex untuk mengingat hal-hal yang sudah lama dan hippocampus untuk hal-hal baru yang ingin diingat – akan kehilangan kira-kira 20 persen sel-sel syarafnya seiring dengan bertambahnya usia. Dementia, atau berkurangnya fungsi-fungsi kognitif dan perilaku akibat hal-hal fisiologis, akhirnya menjadi penyakit yang populer di usia lanjut dan menjadi ‘gerbang’ bagi penyakit-penyakit degeneratif lainnya, seperti Alzheimer dan Parkinson. Memang sampai saat ini tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk menunda penuaan secara fisik, namun beberapa efek negatifnya, seperti berkurangnya daya ingat, dapat diminimalisasi dengan menjaga kesehatan mental. Simak penelitian berikut yang menemukan hubungan kesehatan mental dan fungsi ingatan.

Yahoo! News melaporkan temuan Robert Wilson dari Rush University Medical Center, Chicago, mengenai pengaruh stres terhadap kemampuan mengingat dan penyakit Alzheimer. Ia menganalisis data 1256 orang tua yang sebelumnya diketahui tidak memiliki masalah ingatan. Dua belas tahun kemudian, 482 orang di antaranya ditemukan memiliki cacat kognitif sedang (mild cognitive impairment), yaitu gejala berkurangnya kemampuan mengingat yang lebih parah dibandingkan dengan yang diakibatkan oleh proses penuaan normal. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata mereka yang lebih rentan menghadapi kecemasan, kekuatiran, stres, dan depresi selama hidupnya memiliki kemungkinan 40 kali lebih besar untuk memiliki cacat tersebut.

Penelitian Wilson ini melengkapi penelitiannya sebelumnya yang menemukan adanya hubungan antara kerentanan mengalami stres dengan kemungkinan untuk memiliki penyakit Alzheimer. Memang tidak semua penderita cacat kognitif sedang kemudian menderita Alzheimer –‘hanya’ 10-15 persen, menurut Alzheimer Society– namun Wilson berpendapat bahwa orang-orang yang memiliki kerentanan lebih terhadap stres ini telah memperlihatkan perubahan otak yang terkait dengan gejala-gejala awal Alzheimer. Ia menambahkan, penelitian terakhir menunjukkan bahwa stres yang sifatnya kronis dapat merusak bagian otak yang bertugas untuk berespon terhadap stres. Bagian otak ini ternyata juga memiliki tugas yang terkait dengan ingatan, sehingga kerusakan akibat stres terus-menerus tersebut kemudian juga berpengaruh pada ingatan seseorang.

Sumber:

Papalia, D.E., Olds, S.W., Deldman, R.D. (2001). Human Development, 9th Edition. New York: McGraw-Hill.

Stressed-out types at risk for memory problems – Yahoo! News

15 Komentar leave one →
  1. Kamis, 14 Juni 2007 10:50 pm

    Kalau pelupa di usia muda gimana?

  2. eNPe permalink
    Sabtu, 16 Juni 2007 8:43 pm

    easy going aja…😀

  3. Minggu, 17 Juni 2007 1:44 pm

    Ma sih ga usah nunggu tua,, udah short-term-memory lost gini,,

  4. V3na permalink
    Rabu, 20 Juni 2007 1:52 pm

    Walah… baru sejam baca buku, eh…. uda lupa tadi isinya pa ja, padahal msh muda loh… gmn tuh,, jadi males baca niy!! biz lupa2 trz siy….

  5. Kamis, 21 Juni 2007 7:28 am

    Untuk mengelola agar penurunan tak bergerak cepat, adalah selalu menyibukkan diri, terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan otak, misalkan membaca. Membaca saja tidak cukup, tetapi harus berusaha menuliskan kembali, atau paling tidak mnulis di blog….(ini kata instruktur pelatihan purnakarya)

    Tapi rasanya penyakit lupa, sejak muda udah ada ya, terutama kalau untuk menghafal…padahal kalau cerita film atau novel yang menarik minat, tanpa disuruh udah hafal di luar kepala.

  6. Kamis, 21 Juni 2007 2:23 pm

    Hahaha, bener kata bu edratna ini…pelupaan (yang gak terkait sama usia) dari awalnya bisa disebabkan oleh kurangnya minat atau perhatian kita pada sesuatu, makanya isi buku pelajaran sekolah gampang dilupakan, tapi isi novel favorit bisa keingat2 terus. Ini terkait sama motivasi juga sih sebenernya…

    Kalau sudah berminat atau perhatian tapi tetep lupa, ini karena kurang dilatih atau mengingatnya cuma ‘asal hafal’. Solusi untuk kurang dilatih sudah disebutkan sama bu edratna; menulis bisa jadi sarana latihan untuk mengingat2 lagi hal2 yang ada dalam memori. Kalau untuk yg kesulitan ‘menghafal’ konsep2 baru, mengulang2 ucapan atau tulisan saja nggak akan begitu membantu kalau tidak dikaitkan juga dengan konsep yang lebih familiar atau lebih konkret (misalnya contoh atau aplikasi). Merapikan ingatan2 yang berantakan dengan mind map atau diagram alur juga bisa membantu…

  7. ande2_lumut permalink
    Sabtu, 23 Juni 2007 10:44 pm

    lo memori abs kn g bs nyimpen trus beli dmn utk nambah?

  8. yayax permalink
    Selasa, 26 Juni 2007 3:52 pm

    yap……………. setuju banget ma sarannnnnnnn Catshade, tertarik juga nyoba, coz qu salah satu diantaranya
    he…he….

  9. Minggu, 8 Juli 2007 2:19 pm

    Stress berhubungan ama penurunan memory ya… ^^;; Biasanya stress di batas apa yang mang bisa mempengaruhi degradasi memori yang signifikan?

  10. Senin, 10 September 2007 5:02 pm

    selagi masih muda kudu jaga kesehatan dengan pola makan dan pola hidup yang benar

  11. Senin, 1 Oktober 2007 9:48 am

    jO kAkEen miKiR…nDa LaLi kAbEh.hE…

  12. Boelanyoenk permalink
    Selasa, 4 Desember 2007 3:59 pm

    Penelitian itu benar – Stres, kuatir, depresi penyebab cepat pikun. Hidup ini dibawa enjoy saja, kalau ada masalah jangan di bawa terlalu serius. Boleh koq tersenyum atau tertawa menghadapi masalah dengan tetap mencari solusi masalah itu. Cobalah tenang dan mulai berfikir.

    Ga perlu malu, sungkan atau takut di anggap “KITA KOQ GA SERIUS” bila kita cengar-cengir dalam masalah.
    ===== 000 YANG PENTING HASILNYA 000=====

    Daripada membuat wajah kita tambah jelek, dahi berkerut berat, mental labil, ga ada senyum, morang-moreng (marah) tapi tanpa solusi ….. tambah minus jadinya.

    EDRATNA & CATSHADE, saya setubuh … maaf .. setuju dengan stateman anda berdua.

  13. super lupa permalink
    Senin, 28 Januari 2008 8:43 am

    gini y,aq msh muda,tapi aq sring lupa contohnxa:
    sering lupa naruh sesuatu walau kurang 1dtk
    susah mengingat aktifitas seharian
    sampai uang,barang,dsb pd ilang.trlbih motor gw lupa wkt di sekolah,pas gw pulang bru ingat.apa itu bukan penyakit?coba friend ksh masukan

  14. wanda permalink
    Senin, 13 Juli 2009 11:22 am

    ne artikel membahas ttg stress yg dpt memicu penurunan memori. kalau boleh diulas jg dunk ttg wacana bhw penurunan memori bisa memicu stres..thanks

  15. Sabtu, 25 Desember 2010 4:12 pm

    supaya otak tetap segar maka banyaklah membaca dan jangan lupa mengkonsumi makanan yg baik utk otak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: