Skip to content

Mari Kita Bicara Cinta

Rabu, 27 Juni 2007

“Life without love

is like a tree without blossom and fruit”

Kahlil Gibran

Cinta adalah emosi yang paling diinginkan oleh setiap manusia, kira-kira begitulah tarikan kesimpulan dari beberapa pengalaman teman-teman saya. Ada yang menjadi rajin kuliah karena ingin bertemu seseorang yang disukai. Ada yang rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengamati pujaan hatinya. Hingga ada yang mencoba mengakhiri hidupnya karena putus cinta. Namun, apakah cinta itu sendiri? Robert J Sternberg melakukan serangkaian penelitian tentang cinta, lalu menulisnya dalam sebuah buku berjudul The Triangle of Love (segitiga cinta).

Segitiga Cinta
Begitulah Sternberg menyebut teori yang dikembangkannya. Menurutnya cinta bisa dipahami melalui 3 komponen, yang terlihat membentuk segitiga, yaitu intimacy (keintiman), passion (hasrat) dan commitment/ decision (komitmen/ keputusan).

Intimacy merujuk pada perasaan kedekatan, keterhubungan dan keterikatan dalam suatu hubungan. Sternberg dan Grajek mengidentifikasi 10 tanda keintiman dalam suatu hubungan : (1) keinginan untuk menyejahterakan orang yang dicintai, (2) merasakan kebahagiaan bersama orang yang dicintai, (3) menghargai orang yang dicintai, (4) dapat mengandalkan orang yang dicintai saat sedang membutuhkan, (5) mampu saling memahami, (6) berbagi diri serta kepemilikan dengan orang yang dicintai, (7) menerima dukungan emosional dari orang yang dicintai, (8) memberikan dukungan emosional pada orang yang dicintai, (9) mengalami komunikasi yang hangat dengan orang yang dicintai, dan (10) menilai pentingnya orang yang dicintai dalam kehidupan.

Passion adalah dorongan yang berujung pada percintaan, ketertarikan fisik, hubungan seksual, dan rasa suka dalam suatu hubungan cinta. Kebutuhan seksual adalah bagian utama komponen ini, namun dalam banyak hubungan, kebutuhan akan harga diri, tergabung dengan orang lain serta aktualisasi diri, juga turut berperan di dalamnya.

Komponen ketiga, yaitu commitment/decision terdiri dari 2 aspek; jangka pendek dan jangka panjang. Aspek jangka pendek yaitu keputusan seseorang mencintai seorang lainnya. Sedang aspek jangka panjangnya adalah komitmen untuk membina atau menjaga cinta tersebut. Dua aspek ini tak selalu muncul bersamaan, kadang keputusan untuk mencinta seseorang tak diikuti munculnya komitmen terhadap cinta tersebut. Kadang, seseorang berkomitmen terhadap cinta dari orang lain, tapi tanpa mencintai orang tersebut. Namun biasanya, keputusan untuk mencintai selalu muncul sebelum adanya komitmen.

Jenis-jenis Cinta
Dari kombinasi ketiga komponen, akan didapatkan 8 jenis cinta (yang menggambarkan kondisi ekstrim dari kombinasi komponen tersebut).

Liking (suka). Rasa suka muncul saat seseorang hanya mengalami komponen keintiman saja, tanpa adanya hasrat dan komitmen. Istilah suka disini bukan menggambarkan perasaan terhadap seseorang yang ‘hanya lewat’ saja dalam kehidupan, namun lebih kepada perasaan dan pengalaman dalam hubungan persahabatan. Perasaan suka ini yang dialami Dewi, dalam kisah dibawah ini.

Tono merasa cemburu karena Dewi lebih sering meluangkan waktu bersama-sama Riko. Ia merasa sangat terganggu dengan keberadaan Riko. Karena tak tahan lagi, Tono mengemukakan apa yang dirasanya, dan Dewi menjawab, “Tono, Kau salah. Riko adalah sahabatku. Aku suka bersamanya, beraktivitas dengannya, berbincang dengannya. Tapi Aku tidak cinta padanya. Aku tidak berencana menghabiskan hidupku dengannya. Ia hanya temanku, dan tak lebih dari itu.“

Infatuated (tergila-gila). Cinta jenis inilah yang sering disebut sebagai cinta pada pandangan pertama. Cinta ini juga yang nantinya akan memunculkan obsesi terhadap orang yang dicintai, sebagai obyek yang diidealkan, bukan sebagai dia yang sebenarnya. Cinta ini muncul dari dorongan hasrat tanpa ada keintiman dan keputusan/komitmen. Karena itu, secepat cinta ini bisa muncul, secepat itu pula ia bisa menghilang. Berikut ilustrasinya :

Joni selalu duduk di belakang Rini di kelas statistik. Sejujurnya, Joni sangat tidak suka dengan pelajaran statistik, namun tidak terhadap Rini; Joni benar-benar tergila-gila kepadanya. Selama kuliah statistik, Joni lebih sering memandangi Rini ketimbang papan tulis. Rini pun sadar akan hal itu dan kini ia mulai merasa terganggu karenanya. Tiap kali Joni mencoba mengajaknya bercakap-cakap, Rini selalu menghindar. Namun Joni tak patah arang. Sekarang Ia lebih sering memikirkan Rini serta cara untuk mendekatinya, daripada memikirkan pelajaran.

Empty love (cinta kosong). Cinta seperti ini berasal dari komitmen untuk mencintai seseorang tanpa adanya keintiman dan hasrat. Empty love biasa ditemui pada hubungan yang sudah berjalan dalam waktu yang lama dan sudah kehilangan keterlibatan emosional dan ketertarikan fisik. Pasangan yang dijodohkan juga bisa mengalami hal semacam ini. Kita lihat contohnya :

Wahyu dan Dian telah menikah selama 28 tahun. Dian sendiri telah berpikir untuk bercerai, namun Ia selalu menahan keinginan tersebut, karena takut tak bisa hidup sendiri setelah perceraian. Menurut Dian, Wahyu selalu sibuk dengan kerja. Hasrat yang dulu mereka pernah rasakan, entah mengapa kini menghilang. Mereka juga jarang berbicara akrab lagi. Dian merasa hidupnya akan sepenuhnya kosong jika tidak ada anak-anak mereka.

Romantic love (cinta romantis). Cinta romantis muncul dari kombinasi antar komponen keintiman dan hasrat. Pasangan yang sedang berada dalam cinta jenis ini merasa terhanyut satu sama lain secara fisik dan emosional, dan komitmen menjadi hal yang tidak dipentingkan. Biasanya, pasangan telah menyadari bahwa komitmen merupakan hal yang tidak mungkin terjadi atau bisa dibicarakan di masa depan. Contoh paling terkenal adalah kisah cinta Romeo dan Juliet. Berikut contoh kisah lainnya :

Rani dan Roy bertemu di tahun akhir SMU mereka. Awalnya, mereka berdua adalah sahabat dekat, namun lama kelamaan hubungan pun mulai bergeser menjadi hubungan yang lebih romantis. Di satu sisi, mereka menyenangi setiap waktu yang dihabiskan berdua. Di sisi lainnya, mereka belum siap untuk berkomitmen. Mereka berdua merasa masih terlalu muda untuk menetapkan pilihan. Akhirnya mereka pun terpisah, sebab Rani diterima kuliah di sebuah universitas di Depok, sedangkan Roy harus berkuliah di daerah Semarang. Setelah beberapa lama mereka terpisah, hubungan itu pun berakhir.

Companionate love (cinta persahabatan). Jenis ini muncul dari kombinasi antara keintiman dengan komitmen. Cinta ini pada dasarnya adalah sebuah komitmen persahabatan jangka panjang, yang biasa muncul dalam pernikahan dimana ketertarikan fisik (sebagai sumber utama hasrat) sudah menghilang. Kebanyakan cinta romantis akan berujung pada cinta sahabat, ketika hasrat mulai menghilang dan tergantikan oleh komitmen yang kuat. Ini ilustrasi contohya :

Susi dan Anwar telah menikah selama 20 tahun. Mereka telah melalui banyak pengalaman dalam rumah tangga; Anwar yang beberapa kali pindah kerja, Susi mengalami sakit parah, hingga menyaksikan teman-teman yang bercerai. Mereka juga memiliki banyak teman, namun mereka berdua menganggap pasangannya lah teman yang terbaik, yang bisa diandalkan saat dibutuhkan. Baik Susi maupun Anwar, kini tak lagi ada yang merasakan hasrat dalam hubungan pernikahan. Namun mereka tak pernah ‘mencari’ yang lain, sebab telah menemukan yang terpenting bagi mereka : mereka bisa berbicara atau melakukan apa saja tanpa takut akan mendapat kecaman dari pasangannya.

Fatuous love. Diterjemahkan sebagai cinta yang bodoh, berasal dari kombinasi hasrat dan komitmen tanpa keintiman. Cinta seperti ini sangat rentan akan masalah. Ketika hasrat mulai hilang, yang tersisa hanyalah komitmen, namun bukan yang telah teruji, melainkan komitmen yang baru seumur jagung usianya. Cinta jenis ini sering diasosiasikan dengan kehidupan pesohor di Hollywood, dimana pasangan bertemu, bertunangan tak lama setelah itu, menikah, lalu bercerai berapa lama kemudian. Contoh lain lagi :

Kris dan Ane bertemu saat sedang berlibur di Bali. Keduanya baru mengalami kegagalan dalam hubungan percintaan; Kris baru membatalkan pertunangan, setelah sebelumnya dipecat dari pekerjaan, dan Ane baru bercerai, setelah mendapati suaminya berselingkuh. Keduanya sedang merasa sangat membutuhkan cinta, dan ketika bertemu, mereka seperti menemukan jodohnya. Mereka berdua melihat pertemuan ini sebagai jawaban atas kebutuhan mereka. Mereka pun lalu menikah di Bali. Setelah pulang liburan, mereka baru mulai mengenali diri pasangannya, dan mulai menemukan perbedaan-perbedaan lalu mengalami masalah. Ane ternyata tidak bisa menerima Kris yang seorang penulis puisi dengan penghasilan minim. Ane ingin mengurus rumah tangga dan Kris bekerja untuk menafkahinya, sedangkan Kris ingin Ane agar bekerja pula sehingga kebutuhan mereka tercukupi.

Consummate love (cinta utuh). Ketika ketiga komponen ada, muncullah cinta yang ingin dicapai oleh sebagian besar dari kita ini. Mencapai cinta yang utuh bisa menjadi hal yang sulit, namun lebih sulit lagi untuk menjaganya.

Tri dan Sari dilihat teman-temannya sebagai pasangan yang sempurna. Mereka merasa dekat satu sama lain, masih menikmati seks yang menyenangkan-walau telah 15 tahun menikah, serta tak bisa membayangkan kehidupan bersama dengan orang lainnya. Mereka telah melewati beberapa badai dalam perkawinan, dan merasa bahagia dengan hubungan serta pasangannya.

Nonlove. Absennya ketiga komponen akan memunculkan nonlove. Hubungan antar pribadi kita; interaksi dengan orang sekitar, masuk dalam golongan ini. Begini gambarannya:

Martin setiap hari melihat Ria, sekretarisnya, sedang bekerja. Mereka berinteraksi satu sama lain secara profesional, dan tak ada yang merasa suka satu dengan yang lain. Mereka juga tak merasakan kenyamanan ketika berbicara tentang masalah pribadi, sehingga mereka sengaja hanya berhubungan untuk masalah pekerjaan.

Berikut gambar segitiga cinta menurut Sternberg :

Komentar
Sternberg mengakui bahwa ada beberapa 3 pertanyaan yang belum terjawab dalam teorinya. Pertama, bagaimana cinta anak kepada orang tua dan orang tua terhadap anak? Kedua, apakah yang membuat seseorang tertarik terhadap orang lain dan bagaimana mereka menjaga rasa ketertarikan tersebut? Ketiga, seperti apa strategi untuk mencapai suatu hubungan yang baik?

Penutup
Setelah mengenali jenis-jenis cinta, kira-kira cinta jenis apa yang sedang Anda alami? Apakah Anda sedang naksir dengan seseorang? Sedang ‘tergila-gila dengan seseorang? Sedang dalam mengalami non love? Atau bahkan sudah mencapai cinta yang utuh?

*Ilustrasi diadaptasi dari Sternberg (1987).

Sumber Bacaan
Sternberg, Robert J. Triangulating Love; dalam Sternberg, Robert J & Barnes, Michael (Editor). The Psychology of Love. 1988. New Haven : Yale University Press.
Sternberg, Robert J. The Triangle of Love. 1987. New York : Basic Books, inc.

34 Komentar leave one →
  1. Selasa, 3 Juli 2007 2:53 am

    Hmm, artikelnya oke banget, nih. Selamat menulis ! Boleh juga lhoh nengok blog saya.

  2. Selasa, 3 Juli 2007 7:59 am

    Terima kasih🙂
    Blog anda sudah saya kunjungi. Tentang cinta semua yah?
    Lucu juga..
    Selamat menulis juga😉

  3. Hadi permalink
    Rabu, 4 Juli 2007 12:04 am

    Cuma mau info, kalo untuk artikel and solusi masalah jomblo, ada banyak di hitmansystem.com . Semoga membantu. Thanks.

  4. Rabu, 4 Juli 2007 7:30 am

    @Hadi
    Terima kasih atas infonya😉

  5. Rabu, 4 Juli 2007 7:09 pm

    buset mas, panjang amat ini pembahasan. yg gw kenal selama ini cuma cinta serius ma cinta monyet doank. hehe tp gpp deh, jadi bisa analisa sendiri jenis cinta. Jadi inget pas SMU dulu sering baca Kalil Gibran, malah pusing huahaha

  6. Rabu, 4 Juli 2007 10:22 pm

    @Gerry
    pembahasannya jadi panjang karena ada 8 jenis cinta, ditambah denga ncontoh.
    sebelum masuk psikologi, saya hanya kenal 3 jenis, cinta monyet, cinta pacaran, dan cinta pernikahan😉
    saya juga baca Kahlil Gibran. menurut saya, dia juga berbicara tentang cinta, dimana cinta dilihat sebagai sarana untuk mencapai kesatuan dengan Tuhan.

  7. Jumat, 6 Juli 2007 6:51 am

    Pendaftaran Top-Posts periode Mei-Juni 2007 telah dibuka. Silahkan daftarkan postingan Anda pada kategori yang sesuai. Lihat http://muhshodiq.wordpress.com/2007/07/06/pendaftaran-top-posts-mei-juni-2007/

  8. Selasa, 10 Juli 2007 7:48 am

    Bisakah jenis pengungkapan cinta berubah? Jawabannya tentu bisa…awal bertemu mengebu-gebu, merasa cocok terus menikah. Pada saat punya anak, waktu terbagi, antara cinta pada anak, dan cinta pada suami isteri, cinta pada orangtua dll…. makin lama menikah, anak-anak makin besar…menjadi seperti teman atau sahabat….kearah cinta persahabatan.

    Hmm apakah cinta itu sebenarnya? Begitu banyak teori tentang cinta? Apakah proses seperti di atas wajar? Apakah harus mengebu-gebu terus?

  9. indah permalink
    Senin, 16 Juli 2007 12:30 pm

    apakah tul klau cinta berawal dr persahabatan?

  10. Senin, 16 Juli 2007 12:57 pm

    @edratna
    saya juga setuju bahwa pengungkapan cinta itu bisa berubah, karena setahu saya, cinta persahabatan memang biasa dialami oleh orang lanjut usia. namun, saya belum mengetahui apakah perubahan itu bertahap seperti yang anda jelaskan ataukah tidak.

    @indah
    cinta bisa berasal dari persahabatan? saya rasa betul, sebab jika dilihat dari kacamata Sternberg, persahabatan mengandung unsur intimacy. namun yang harus diperhatikan adalah : apakah kedua unsur lainnya (passion commitment) juga muncul?

  11. indy permalink
    Kamis, 19 Juli 2007 8:57 pm

    mendefinisikan cinta berbeda-beda tergantung dalam kondisi bagaimana ketika kita mendefinisikannya. cinta didefinisikan sesuatu yang indah ketika kita jatuh cinta,cinta didefinisikan sesuatu yang memuakan ketika kita putus cinta,kita bingung mendefinisikannya ketika kita berada dalam segitiga cinta…..

  12. Kamis, 19 Juli 2007 9:17 pm

    @indy
    yup. cinta memang melibatkan persepsi subyektif dari si pelakunya.
    bahkan pasangan yang sedang dilanda cinta pun, bisa merasakan penghayatan cinta yang berbeda.

  13. reyzna permalink
    Selasa, 24 Juli 2007 1:08 pm

    Dulu aku sering banget takut sama yang namanya Cinta (cinta sama lain jenis dengan artian membuat komitmen untuk lebih serius)! Tapi mudah mudahan dengan artikel ini aku jadi ngak takut lagi jatuh cinta… makasih….

  14. wedulgembez permalink
    Selasa, 24 Juli 2007 4:27 pm

    Hmmmm…bicara cinta?. kok hati gw jadi berdebar…ada apa ya?

  15. ndie permalink
    Jumat, 27 Juli 2007 1:53 pm

    wah…cinta emang universal…ga akan abis di bahas ampe kapan pun…gw baru tau cinta ada bermacam dan berkategori…tapi buat gw cinta itu tulus…seneng deh baca artikel ini…jadi + sayang sama “dia”…(lho…ga nyambung ya??)apa pun itu…love is love…

  16. adjiee'Duren permalink
    Senin, 6 Agustus 2007 12:32 pm

    cinta ….cinta…..
    begitulah cinta dari dulu deritanya tiada berakhir…
    *lho koQ kaya pangeran tianfeng :p*

    tetapi hanya dengan cinta kepada illahi lah cinta yang takan pernah putus dan takan pernah berakhir……..suit suit

  17. dody permalink
    Selasa, 7 Agustus 2007 1:33 pm

    wah…lumayan lah. jadi inet dulu pas jaman2nya buat skripsi. aku pake teoriny Stermberg ini.mungkin aku salah tapi sepertinya kamu kurang membahas interaksi ketiga komponen itu. sifat-sifatnya. trus juga gimana interaksi antara cinta yang dirasakan dua pasangan. itu semua dijelaskan di jurnalnya Sternberg tentang triangular theory of love ini. dan jika itu semua kamu jelaskan maka akan menjawab bebrapa komentar yang ada. misalnya tentang cinta yang menggebu-gebu. mengapa dan bagaimana jalannya cinta itu. itu semua dijawab dalam teori cinta-nya professor dari Yale ini.

  18. roizz permalink
    Sabtu, 11 Agustus 2007 12:42 pm

    thank boz,ane jadi tau macem2 nya cinta

    beri artikel yang lebih ok ya

  19. Jumat, 7 September 2007 10:05 am

    cinta adalah perasaan yang memnyiksaku setiap malam

  20. Jumat, 7 September 2007 12:55 pm

    @Dody
    terima kasih, mungkin pembahasan tersebut terlewat oleh saya :p

  21. vivi permalink
    Kamis, 4 Oktober 2007 4:32 pm

    andaikan saya mencintai seseorang, sangat cinta.. saat dy ninggalin saya, g henti2nya air mata ini mengalir hingga lebih dari 2 tahun.. saya masih merasa begitu mencintainya.. apakah cinta ini adalah cinta bodoh? saya mengharapkannya.. berharap dy ada di samping saya lagi, apakah ini cinta gila?//??lama saya memikirkan.. tapi semakin saya berusaha untk melupakan dy.. saya smakin merasa menderita.. tapi sekarang saya sudah mengikhlaskannya, saya lebih senang dy bahagia bersama dgn org lain daripada jsdi milik saya tapi menderita.. saya hanya ing senyum kebahagiaannya, saya sudah merasa cukup..

  22. Selasa, 6 November 2007 3:26 am

    cinta adalah gak lebih dari campuran beberapa unsur kimia dalam tubuh kita yang membuat kita kadang jadi bertingkah gak masuk akal, bertindak tidak normal. Cinta yang bagus menurut saya adalah imbang dari segi emosi dan logika sehingga tidak akan menyesal memiliki perasaan tersebut di kemudian hari

  23. Senin, 3 Desember 2007 1:03 pm

    artikelx.,,,keren…
    banyak referensix,,n isix b’mutu bgt..
    oke deh pkoknya…

  24. Sabtu, 22 Desember 2007 6:57 am

    Ngeliat blog2 ginian jadi nyesel saya jadi orang IPA.. jadi orang engineering.. hehehe..

    Cinta.. masalah yang asik dibahas.. apalagi kalo ‘sedang-sedang momennya’ (iya ga bung toso? =P)..

    Pertanyaan :

    1. Adakah komponen yang terpenting diantara ketiganya? Apakah satu komponen bisa menjadi ‘mata air’ dari komponen2 yg laen (cth. dengan keintiman, lama2 muncul jg rasa komitmen dan passion, atau the other way around)

    2. Masih misteri bagi saya tentang ‘loh kok tiba2 gua suka ya sama die..”, apa itu ‘cantik’, Kok bisa muncul ‘hasrat cinta’? (ooops ternyata Sternberg juga masih bingung ya? *baru baca ‘komentar’)

    3. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya.. Belum tentu awalnya 3 akhirnya tetep 3.. Dan belum tentu jika awalnya 1 akhirnya bakalan jadi 0. Ada orang2 yang tampaknya punya ketiga komponen, namun akhirnya pisah..

    Yah segitu dulu deh.. *MIKIR MODE – ON*

  25. danyplur permalink
    Senin, 24 Desember 2007 5:49 pm

    makasih atas artikelnya …..
    ma’af ni pinjem imel temenku..
    tolong dong ak bisa di bagi infonya di emailku : purifqi_lmg@yahoo.co.id

  26. iyus guob permalink
    Minggu, 6 Januari 2008 11:56 pm

    GOOD X 1000 BLOg
    SAYA SETUJU ANTI PEMBAJAKAN TULISAN2 di BLOG n BUKU. KALO PEMBAJAKAN SOFTWARE, LAGU, n FILM ITU LAIN LAGI YA…. Soalnya yang 3 terakhir ini udah terlalu banyak untungnya jika dihadapkan pada kondisi orang2 EndoNEsia

  27. Putu Wulandari permalink
    Senin, 4 Februari 2008 8:37 pm

    Waooo…keren abis artikelnya. Komprehensif dan logis!!

  28. dea permalink
    Kamis, 9 Oktober 2008 10:55 am

    jatuh cinta dengan orang yang dicintai sahabat kita.g

  29. NirwaNova permalink
    Kamis, 6 November 2008 6:15 pm

    cinta adalah sebuah perasaan yang tidak terukir dengan apa pun. cinta itu indah namun juga pahit karena butuh pengorbanan. cintailah seseorang itu dengan tulus maka cinta sejati akan datang untuk menjaga cinta itu.
    cinta itu berkah dari sang pencipta. dimana seorang wanita diciptakan dengan tulang rusuk pria. jadi, cinta itu antara pria dan wanita tidak ada cinta antar sesama jenis.
    cinta itu murni. cinta yang paling murni adalah cinta seorang ibu kepada anaknya karena tanpa ada nafsu.

  30. frentzent permalink
    Rabu, 11 Februari 2009 10:55 am

    bagaimana dengan cinta sejati, bisa beri penjelasan..
    cinta kepada sang pencipta harus menjadi prioritas utama, lalu cinta kepada lawan jenis ini nomor berapa…

  31. Jumat, 22 Mei 2009 9:13 am

    Tulisan yang cukup lengkap. Ijinkan saya juga menyumbangkan sesuatu lewat penjabaran mekanikaButir Butir Cinta. Salam kenal.

  32. tina permalink
    Kamis, 4 Juni 2009 1:10 pm

    I WANT TO KNOW MORE ABOUT LOVE!!!NOW,IM FEEL SO DISPOINTED ONLY BECAUSE OF LOVE!!

  33. Sabtu, 19 Maret 2011 4:53 pm

    mas.saya pernah mengalami tipe cinta ytergili gila tapi sampai sekarang belum bisa lupa jd sy msk jenis cinta apa tuh koq g sesuai

Trackbacks

  1. Infatuated = “hasrat”? « Under Tree Shade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: