Skip to content

Lebih Bahagia dan Cerdas dengan Berolahraga

Rabu, 4 Juli 2007
by

Diambil dari Wikipedia“Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat,” kata pepatah Yunani yang pernah dipopulerkan oleh menteri-menteri di zaman Orde Baru. Dulu penulis meragukan keabsahan ungkapan ini dengan menunjuk pada kenyataan yang ada: banyak orang-orang yang dari luar badannya terlihat sehat dan kuat, namun memiliki gangguan jiwa yang cukup parah. Sekarang, seiring dengan makin majunya pengetahuan di bidang neuropsikologi, peribahasa tersebut tidak sepenuhnya salah. Kini kita tahu bahwa, meskipun tidak tampak dari luar, orang-orang yang memiliki gangguan jiwa juga memiliki kelainan neurologis atau gangguan hormonal dalam otaknya.

Bagaimana dengan anda-anda yang merasa cukup ‘waras’? Seperti yang dilaporkan oleh LiveScience dan Scientific American Mind edisi Juli 2007, olahraga pun bermanfaat bagi kesehatan mental dan kecerdasan anda.

Obat Anti-depresi Alami

Para peneliti dari University of Texas meneliti 40 orang penderita gangguan depresi mayor yang berumur antara 18 hingga 55 tahun, tidak sedang mengkonsumsi obat anti-depresan, dan tidak berolahraga dengan teratur. Mereka kemudian dibagi sama banyak ke dalam dua grup; grup pertama diperintahkan untuk berjalan di atas treadmill selama 30 menit, sementara grup kedua hanya duduk diam dalam jangka waktu yang sama. Mood mereka disurvei 5 menit sebelum sesi dimulai, juga 5, 30, dan 60 menit setelahnya.

Dari hasil survei tersebut, pada kedua grup ditemukan penurunan dalam perasaan-perasaan negatif (seperti ketegangan, depresi, rasa marah, dan kelelahan) seusai sesi dilakukan. Namun, hanya grup pertama yang merasa lebih baik, lebih bersemangat, dan merasa lebih sejahtera secara psikologis. Efek peningkatan mood ini cukup besar, setara dengan efek yang dirasakan dari merokok, konsumsi kafein, atau makan berlebihan (binge eating).

Dalam penelitian ini, efek dari olahraga yang singkat memang tidak bertahan cukup lama (mood partisipan kembali seperti semula dalam waktu 1 jam), namun olahraga, jika dilakukan bersama-sama dengan pengobatan dan konseling yang teratur, dapat membantu untuk mengatasi depresi berat. Untuk orang-orang yang mengalami depresi ringan atau sedang, olahraga juga dapat membantu mengurangi perasaan tidak berdaya atau kesepian.

Anda mungkin juga pernah merasakan manfaat psikologis olahraga seperti di atas. Namun apa mekanisme biologis yang menyebabkan hal itu terjadi? Astrid Bjornebekk dari Karolinska Institute di Swedia kemudian mencoba menjelaskannya dengan melakukan eksperimen pada tikus-tikus percobaan. Grup pertama dari tikus-tikus ini telah direkayasa gen-nya untuk menjadi depresi secara alamiah, dan grup kedua adalah tikus-tikus normal. Separuh dari kedua grup tersebut kemudian selama 30 hari diperkenankan untuk menggunakan “roda lari” (running wheel) sebagai simulasi olahraga.

Lalu bagaimana caranya mengetahui tikus-tikus itu mendapat manfaat positif dari berolahraga? Ia menggunakan cara terstandar yang disebut “tes renang”. Caranya adalah dengan menceburkan tikus-tikus itu ke air, lalu mengukur durasi waktu yang dihabiskan tikus-tikus tersebut untuk berenang (sebagai catatan, tikus yang depresi biasanya cenderung akan tetap diam). Hasilnya, tikus-tikus depresi yang menggunakan roda lari selama 30 hari lebih aktif berenang daripada tikus-tikus yang tidak menggunakannnya. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa tikus-tikus tersebut juga mengalami peningkatan neuron secara dramatis pada salah satu area otak bernama hippocampus, yaitu area yang terkait erat dengan proses belajar dan mengingat.

Mengurangi Akibat Penuaan

Ingin mengetahui apakah hal yang sama juga terjadi pada manusia, para peneliti dari Columbia University dan Salt Institute for Biological Studies di San Diego membandingkan hasil pemindaian aktivitas otak (dengan MRI) pada tikus dan pada manusia. Seperti yang dilaporkan oleh majalah Scientific American Mind edisi Juni-Juli 2007, mereka menemukan bahwa neurogenesis (pertumbuhan sel syaraf baru pada otak) terjadi pada tikus dan manusia yang sering berolahraga, yang ditandai dari lebih banyaknya aliran darah yang menuju dentate gyrus, yaitu bagian dari hippocampus yang terkait dengan ingatan.

Para peneliti akhirnya memberikan serangkaian tes kognitif untuk menguji temuan ini. Hasilnya, orang-orang yang lebih fit secara fisik ternyata juga lebih unggul dalam tes mengingat kata. “Latihan-latihan fisik kelihatannya menjadi sebuah cara yang sangat efektif untuk mengurangi penurunan ingatan akibat penuaan,” kata seorang peneliti yang terlibat. Nah, tunggu apa lagi? Segera bangkit dari kursi malas anda dan mulai berolahragalah!

Sumber:

Depressed? Take a Hike – LiveScience

Exercise Grows New Brain Cells – LiveScience

Exercising Generates New Brain Cells – Scientific American Mind

15 Komentar leave one →
  1. Kamis, 5 Juli 2007 4:40 pm

    Its nice article
    tapi klo terlalu kebanyakan olahraga apa berpengaruh juga????

  2. Kamis, 5 Juli 2007 5:14 pm

    Ah!

    Jadi inget target olahraga rutin tiap pagi yang akhirnya g kesampaian. Pantes kok otak rasanya makin menurun gini. Yap, motivasi baru!

  3. Senin, 9 Juli 2007 1:23 pm

    @ippank:
    Kebanyakan olahraga ya malahan kecapekan ^^; Kalo udah kecapekan, orang malah jadi susah mikir😛

    @hafiz:
    Kalo gak bisa tiap pagi ya tiap minggu dulu…ajak juga pacartemen-temen biar motivasinya bertambah😉

  4. Selasa, 10 Juli 2007 7:52 am

    Olahraga memang membuat badan lebih sehat, tapi juga harus disesuaikan dengan umur. Pada awalnya saya ikut aerobik bersama teman-teman di kompleks…tapi oleh dokter (saat pemeriksaan general medical check), sebaiknya saya mengurangi olahraga dengan stamina tinggi…dan lebih kearah memperkuat tulang. Jadi tak boleh loncat-loncat lagi.

    Tanpa diberitahu dokter, mungkin saya juga ngga paham, karena rasanya nyaman-nyaman aja, mengajar masih kuat dari jam 7.30 s/d 17.30 wib sendirian…tapi nasehat dokter perlu diperhatikan, agar bisa meningkatkan kualitas hidup di usia tua.

  5. mia w asgar permalink
    Rabu, 11 Juli 2007 9:15 am

    aku mianie bloger ini bagus ya klo kali kali aku gabung boleh gak masalah nya aku tengah mengalami masaklah psikologis yang cukup sering dari masalah skizoprenia tahap awal samapai berkepribadian tak menentu walau begitu saya ingin punya teman dan membangun hidup saya yang baru

  6. reyzna permalink
    Selasa, 24 Juli 2007 12:47 pm

    Olahraga emang Keren… Ilmu dan media pengembangan yang paling TOP…!!!

  7. wedulgembez permalink
    Selasa, 24 Juli 2007 4:26 pm

    lebih bahagia kalo deket cewek idaman

  8. zainal arifin permalink
    Selasa, 2 Oktober 2007 9:10 pm

    begini teman2 dalam melakukan olahraga sebenarnya tidak perlu adanya paksaa. orang Indonesia walaupun ada saran dari berbagai pihak untuk tetap sehat aja susah, biarkan saja itu perlu kesadaran diri, jika ada paksaan mereka mungkin akan tertekan biarkan saja tidak perlu dipaksa.asal saudara-saudara ketahui jika kita sudah berolahraga tubuh akan terasa ringan hal itu karena apa karena penyakit yang ada dalam tubuh keluar brsama keringat.ya mungkin kata-katanya kepanjangan nanti para pembaca jadi malas. tetapi jika ingin lebih jelas tentang olahraga dan kesehatan bisa menghubungi saya di http://www.zai_inal@yahoo.co.id dengan senang hati akan saya bantu. terima kasih.

  9. Senin, 19 November 2007 12:10 am

    betul

  10. Senin, 19 November 2007 12:14 am

    betul banget, soalnya pernah ngerasain. kalau lagi stess atau lagi banyak masalah, kadang-kadang olah raga bisa mereduksi stres. olah raga juga bagus untuk semua umur, terutama sekali dengan anak-anak. usut punya penelitian ternyata ada korelasi yang tinggi antara anak-anak yang aktif (positif) dengan olah raga..

  11. Abu Azzam Abdurrohman permalink
    Senin, 4 Agustus 2008 10:01 am

    Ass. kalau ada info ttg jurnal penelitian
    psikologi olahraga, saya mau dong,,,
    Maturnuwun (laila surabaya) ini e mail saya
    ib_bay@yahoo.com

  12. Lailatul badriyah permalink
    Senin, 4 Agustus 2008 10:03 am

    Ass. kalau ada info ttg jurnal penelitian
    psikologi olahraga, saya mau dong,,,
    Maturnuwun (laila surabaya) ini e mail saya
    ib_bay@yahoo.com

  13. Senin, 10 November 2008 12:33 pm

    saya sedang tugas akhir dan minat dalam penelitian tentang ‘pengaruh olahraga terhadap kecerdasan seseorang’.Nah saya ingin minta tolong jika ada jurnal atau artikel atau apapun yang berhubungan dengan hal itu mohon dikirimkan ke email saya: r_amalia2003@yahoo.com untuk bahan referensi.terimakasih

  14. farah permalink
    Senin, 2 Februari 2009 2:15 pm

    halo…kira-kira ada gak ya di luar sana yang sedang mengalami anxiety?
    bisa sharing gak?
    olahraga sangat sangat bagus dan udah gue buktiin sendiri…
    so…please share ya kalo ada yang lagi anxiety sama gue…

  15. lisa permalink
    Jumat, 11 September 2009 9:26 am

    slmat siang, saya melysa hansen, saya msh bgg baca artikel ini, berarti kesimpulanny dgn berolahraga dpt mengurangi depresi … Apakah pada saat tikus duji cb, tikus yg depresi tsb dbrkan obat antidepresan jg… Jd kt melihat, org yg depresi dgn mengkomsumsi obat antidepresi dtambah dgn olahraga yg ckp it malah membantu mrk dalam mengobati depresiny, Ato org yg depresi tanpa mnm obat dgn olahraga kt dpt mengobati depresi sdkt dm sdkt. Ma kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: