Skip to content

Wanita Ternyata Juga Suka Pornografi

Kamis, 16 Agustus 2007
tags: , ,
by

Diambil dari WikipediaPria ternyata memang tidak memikirkan seks setiap tujuh detik, namun tetap saja tidak bisa disangkal kalau kebutuhan syahwat mereka akhirnya menjadi bahan bakar terbaharukan bagi bisnis hiburan erotis yang kini sudah merambah ke berbagai pelosok terpencil dunia. Misalnya, Playboy Inc., salah satu perusahaan terbesar di bidang ini, pada tahun 2005 mampu mendapat pemasukan lebih dari 300 juta dolar AS. Ditotal-total, pada tahun 2003 penduduk AS saja bahkan diperkirakan telah menghabiskan 8 sampai 10 milyar dolar AS untuk dapat menikmati pornografi!

Lalu bagaimana dengan wanita? Makhluk halus yang satu ini kerap diposisikan sebagai obyek atau korban dalam industri esek-esek ini. Memang bukan berarti tak ada perkecualian; putri Hugh Hefner misalnya, kini menjadi penerus perusahaan berlogo kelinci putih yang dulu dirintis ayahnya. Namun secara umum, wanita di permukaannya terlihat cukup alim dalam masalah pornografi. Mungkinkah sebenarnya, jauh di dasar lubuk hatinya, mereka sebenarnya juga menyukainya?

Sinyal Otak tak Bisa Menipu

Ketika menjadi subyek penelitian, seseorang bisa saja –sadar atau tidak sadar– ‘memoles’ jawabannya agar terlihat bagus (seperti yang sering kita lakukan ketika ujian PPKn (atau PMP di zaman dulu)). Kasus semacam ini khususnya tampak ketika hal yang ingin diteliti sifatnya sangat tabu untuk dibicarakan dengan orang lain, seperti masalah pornografi ini. Salah satu cara untuk menanggulanginya adalah dengan ‘bertanya’ langsung ke otak kita. Prinsip dasarnya: kita bisa menyaring dan mengendalikan apa yang kita katakan, tuliskan, atau lakukan, namun kita tak bisa berbuat apa-apa terhadap apa yang kita pikirkan atau rasakan. Hal itulah yang dilakukan Andrey Anokhin dkk. dari Washington University School of Medicine, seperti yang dilaporkan oleh LiveScience.com.

Terhadap 264 wanita sebagai subyek, Anokhin menempelkan EEG (Elektroensefalograf) ke kepala mereka, yaitu sejenis alat pemindai otak yang ketepatan pengukuran waktunya sangat tinggi. Lalu mereka dihadapkan pada 55 gambar, dari yang sifatnya netral, yang membuat mual, sampai yang sangat sensual. Elektroda EEG yang ditempelkan di kulit kepala mereka akan menangkap sinyal elektris yang ditimbulkan oleh bagian otak yang sedang aktif ketika melihat gambar tertentu, dan mesin EEG kemudian akan mencatat grafiknya dalam selembar kertas.

Hasilnya ternyata tidak persis seperti yang diduga. Semula Anokhin memperkirakan bahwa respon yang lebih cepat dan kuat akan terjadi ketika subyek melihat gambar-gambar yang membangkitkan emosi (tidak spesifik pada gambar sensual saja), misalnya gambar yang menyenangkan atau yang menakutkan. Ia juga menduga bahwa, kalaupun wanita berespon lebih kuat terhadap gambar sensual, responnya tidak akan sekuat respon pria. Namun, apa yang mereka temukan? Ternyata, para wanita yang menjadi subyek merespon gambar-gambar yang bersifat sensual lebih cepat 20 persen dibandingkan gambar-gambar lainnya, Hanya dalam waktu 160 milidetik (0,16 detik), neuron-neuron dalam otak sudah mulai memancarkan sinyal elektris, jauh sebelum subyek sadar akan apa yang ia lihat. Terlebih lagi, kekuatan respon mereka bisa disetarakan dengan kekuatan respon pria yang telah diketahui dari hasil penelitian-penelitan sebelumnya.

Juga Dipengaruhi Hormon

Sebuah penelitian lain mengenai gambar-gambar telanjang juga menemukan hasil yang cukup berbeda dengan anggapan masyarakat selama ini. Heather Rupp dkk. dari Kinsey Institute di Indiana University menggunakan alat yang disebut eye-tracker untuk mendeteksi pergerakan fokus pengelihatan seseorang ketika matanya ‘menyapu’ sebuah gambar. Dari eksperimen yang dilakukan terhadap subyek pria dan wanita, ditemukan bahwa dibandingkan pria, wanita menghabiskan waktu lebih lama ketika melihat gambar pasangan yang berhubungan seks.

Temuan lain yang cukup menarik dari penelitian ini adalah bagian apa dari sebuah gambar seksual yang pertama kali menarik perhatian subyek. Bagian wajah rupanya menjadi hal pertama yang lebih diperhatikan oleh para subyek laki-laki dibandingkan bagian tubuh telanjang yang lain. Di sisi lain, apa yang diperhatikan wanita ternyata tergantung dari keadaan hormon mereka saat itu. Wanita pengguna alat kontrasepsi yang mempengaruhi hormonnya akan lebih memperhatikan bagian kelamin, sementara mereka yang tidak menggunakannya akan lebih memperhatikan elemen kontekstual dari gambar tersebut.

Sumber:

Women’s Brains React Surprisingly Fast to Erotic Images – LiveScience

Study: In Nude Photos, Men Look At Faces First – LiveScience

15 Komentar leave one →
  1. Kamis, 16 Agustus 2007 2:47 am

    lho…? jadi bukan saya saja yah? *senyum nakal* haha

    Pertama….

  2. Jumat, 17 Agustus 2007 2:08 am

    kan wanita juga manusia sama kyak pria😆

  3. Jumat, 17 Agustus 2007 5:06 pm

    karna pria dan wanita sama2 punya kebutuhan yg sama, kebutuhan biologis !😀

    Salam kenal…

    Peace `N Harmony !

  4. Sabtu, 18 Agustus 2007 2:25 pm

    Makhluk halus yang satu ini kerap diposisikan sebagai obyek atau korban dalam industri esek-esek ini.

    Wanita itu sejenis demit, lelembut, wewe gombel?

  5. Oming permalink
    Sabtu, 6 Oktober 2007 9:45 am

    emang klo ce ngobrolin about sexs…kyknya tabu bgt..*ga semua seh…*

    ga semua yg loe bc bener…

  6. Rabu, 10 Oktober 2007 2:47 pm

    hahahahaa….
    wajar saja hal itu karena podo waeeee…
    laki perempuan sama punya nafsu

  7. Kamis, 17 Januari 2008 11:16 am

    Wal Lang Kadut, ada ada aja

  8. suku permalink
    Jumat, 18 April 2008 1:21 pm

    emang gtu klai. mgkn wanita lebih bisa ngontrol aja. ada juga kok penelitian yang bukan ngukur aktivitas otak tapi suhu tubuh. jadi ketika seso terangsang akan menimbulkan kenaikan suhu di daerah vitalnya. nah ternyata, wanita juga…thats humanic, hehehe

  9. so_imuet permalink
    Minggu, 11 Mei 2008 3:40 pm

    ihhhh,,, cew juga manusia kan.
    So, nyantai aja.

  10. Senin, 19 Mei 2008 10:55 pm

    wew, wanita… oh wanita…..

  11. Julius permalink
    Kamis, 14 Agustus 2008 9:57 pm

    Ck…ck…ck…😉

  12. yongki permalink
    Sabtu, 30 Mei 2009 9:51 am

    kan manusia sama-sama kan…..
    maklum wanita kan lebih mengandalkan unsur sense/ feelingnya

  13. irma permalink
    Minggu, 5 Juli 2009 8:23 pm

    gimana gak lebih lama ngeliat gambarnya, pastinya cewek lebih mau tau apa kurangnya dari gambar itu, buat bilang kalo ” punya gw lebih bagus” atau ” badan gw kalo di gituin bagus jg ya..”
    coba deh cewek2,
    ngerasa gak sih?klo kita suka banding2in apa yang kita punya di badan kita, sma yang cewek punya.
    suka kepikiran juga gak klo ada gambar cewek telanjang trus kuta komentar ” apa bagusnya sih niy cewek, kyknya bagusan gw dehh,,,,,,”

  14. bintang permalink
    Jumat, 13 November 2009 8:43 pm

    biasa aja kali..kan manusia…punya nafsu juga dan ada individual deferences…

  15. Minggu, 4 Maret 2012 9:38 pm

    huzzzzz berisik d malam cuci kaki bobok bsk diterusin gw lg nyari … mgzn play boy gw lupa naroh,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: