Skip to content

237 Alasan untuk Berhubungan Seks (bagian 1)

Senin, 20 Agustus 2007
tags: ,
by

Diambil dari WikipediaBagi kita, orang Timur yang konservatif, mungkin sulit untuk menyebutkan alasan yang tepat dan gamblang mengenai mengapa kita ingin berhubungan seks dengan orang lain (apalagi bagi yang belum menikah). Tapi jangan salah; bahkan bagi masyarakat Barat sekalipun (yang konon lebih terbuka soal seks), masalah ‘alasan’ ini juga belum sepenuhnya terungkap. Beberapa penelitian telah mencoba untuk menyusun beberapa alasan mendasar yang melandasi aktivitas ini (misalnya untuk menghasilkan anak atau untuk mengekspresikan rasa cinta), namun penelitian-penelitian setelah itu selalu mengungkap alasan-alasan baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Untuk menuntaskan masalah ini, Cindy Meston dan David Buss dari University of Texas mencoba untuk menggali seluas mungkin alternatif jawaban yang mungkin timbul dari banyak subyek. Hasilnya, mereka berhasil mengumpulkan 237 alasan yang digunakan orang untuk berhubungan seks dan mengelompokkannya ke dalam empat kategori besar.

Alasan Tersering dan Terjarang

Penelitian yang dilakukan Meston dan Buss terbagi atas dua bagian. Pada bagian I, 203 pria dan 241 wanita dengan rentang usia 17-52 tahun diminta untuk menyebutkan sebanyak mungkin alasan mereka atau orang yang mereka kenal untuk berhubungan seks. Dari total 715 alasan yang dihasilkan, alasan-alasan yang sama atau hanya berbeda dalam susunan redaksionalnya digabungkan, sehingga akhirnya hanya tersisa 237 alasan. Dalam bagian II penelitian, 503 mahasiswa dan 1046 mahasiswi (yang tidak mengikuti bagian I) diminta untuk mengisi beberapa kuesioner, salah satunya adalah yang mengukur sesering apa mereka menggunakan 237 alasan tersebut untuk berhubungan seks (skor 1 untuk “tidak pernah” sampai skor 5 untuk “selalu”).

Hal yang pertama-tama dilihat Meston dan Buss dari jawaban yang diberikan adalah alasan yang paling sering digunakan dan alasan yang paling jarang digunakan. Alasan yang paling sering digunakan baik oleh pria maupun wanita adalah “saya merasa tertarik dengan orang itu”. Alasan yang paling jarang digunakan oleh wanita adalah “saya ingin menularkan penyakit seksual pada orang itu”, sementara yang paling jarang digunakan pria adalah “orang itu menawarkan narkoba supaya saya berhubungan seks dengannya”.

Dari 50 alasan tersering dan terjarang digunakan, Meston dan Buss juga menangkap beberapa tema yang selalu berulang. Untuk 50 alasan tersering, tema yang sering muncul adalah

  • murni ketertarikan secara umum
  • mengalami kenikmatan fisik
  • mengekspresikan cinta
  • berhubungan seks karena merasa diinginkan oleh pasangannya
  • untuk memperdalam hubungan dengan pasangan
  • rasa penasaran dan ingin mencari pengalaman baru
  • sebagai perayaan untuk hari jadi tertentu
  • hanya karena ada kesempatan untuk itu
  • begitu saja terjadi karena situasi yang tak bisa dikendalikan

Sementara itu, menarik pula untuk mengetahui tema yang kerap ada dalam 50 alasan terjarang. Mereka adalah

  • ingin melukai orang lain, entah itu pasangan, saingan, atau orang asing
  • memperoleh keuntungan tertentu, seperti pekerjaan, promosi, uang, narkoba, atau hadiah
  • meningkatkan status sosial
  • cara untuk mencapai sesuatu yang sebenarnya tidak berkaitan, seperti menyembuhkan sakit kepala
  • berhubungan seks karena kewajiban atau tekanan/paksaan

(Catatan: Untuk melihat daftar lengkap ke-237 alasan, termasuk pengelompokan berdasarkan frekuensi dan kategorinya, anda bisa mengunduh langsung jurnalnya di bawah subjudul “Sumber” di bagian akhir tulisan ini).

Empat Kategori Motivasi Dasar

Langkah selanjutnya bagi Meston dan Buss adalah melakukan analisis faktor. Secara sederhana, yang dilakukan adalah mengelompokkan alasan-alasan yang cukup konsisten satu sama lain (contohnya, jika alasan no.14 diskor 4, maka alasan no. 83, 152, dan 207 kemungkinan besar juga diskor 4 atau tak jauh dari itu) dan mengelompokkannya dalam jumlah yang optimal, sehingga tercipta kategori alasan yang lebih terstruktur, sederhana, sekaligus dapat mewakili sebanyak mungkin alasan. Dari analisis faktor yang dilakukan, mereka menemukan 142 alasan yang dapat dikelompokkan dalam empat kategori besar.

Alasan fisik, yang memiliki 4 subkategori: Penurunan stres (“saya bosan”), kenikmatan (“saya sedang horny”), daya tarik fisik (“ia memakai pakaian minim”), dan pencarian pengalaman (“saya penasaran akan kemampuan seksual saya”).

Alasan pencapaian tujuan, yang memiliki 4 subkategori: Sumber daya (“saya ingin mendapat kenaikan gaji”), status sosial (“saya bersaing dengan orang lain untuk mendapat orang itu”), balas dendam (“saya ingin membalas pasangan saya yang selingkuh duluan”), dan manfaat praktis (“saya ingin menyembuhkan sakit kepala saya”).

Alasan emosional, yang memiliki 2 subkategori: Cinta dan komitmen (“saya ingin mempererat hubungan saya”) dan ekspresi (“saya ingin merayakan ulang tahun atau hari jadi”).

Alasan ketidakamanan, yang memiliki 3 subkategori: Mendorong harga diri (“saya ingin merasa perkasa”), kewajiban atau tekanan (“saya tidak ingin mengecewakan orang itu”), dan menjaga pasangan (“saya takut pasangan saya selingkuh jika saya tidak berhubungan seks dengannya”).

Pada bagian berikutnya, akan dibahas lebih lanjut mengenai perbedaan gender yang muncul dari alasan-alasan yang diungkapkan subyek dan mengapa hal tersebut bisa muncul.

Sumber:

Meston, C. M., & Buss, D. M. (2007). Why humans have sex. Archive of Sexual Behavior, 36, 477-577. (pdf)

10 Komentar leave one →
  1. Senin, 20 Agustus 2007 5:47 pm

    Hmm…baru tahu kalau berhubungan intim bisa sekompleks itu (dalam alasan)….😕

    Mungkin karena saya belum melakukannya, maka saya belum tahu jawaban yang harus dipilih.:mrgreen:

  2. Selasa, 21 Agustus 2007 12:23 am

    *sok berpengalaman*

    Hmm…

    *sok perlu*

    *mencatat*

    *pergi*

  3. Rabu, 22 Agustus 2007 4:45 pm

    10.000.000.000 alasan TIDAK BERHUBUNGAN SKD SEBELUM MENIKAH
    1. Dosa
    2. Dosa
    3. Dosa
    4. Idem
    …..
    …..
    ….
    ….


    ….
    ….

    ….
    10.000.000.000. DOSA

  4. rika permalink
    Kamis, 23 Agustus 2007 3:12 pm

    menarik. coba dilakukan di indonesia tuh penelitian
    plus jg dibedain yg udah nikah resmi n yg lm nikah ok

  5. Kamis, 23 Agustus 2007 10:54 pm

    *Pura-pura mengerti*

  6. Jumat, 24 Agustus 2007 11:06 pm

    @DB:
    Well, dibayangkan dulu juga gpp ^^

    @Geddoe:
    Go and spread the Word, my child!

    @Kang Hasan:
    Maka menikahlah (atau menikahlah lagi)😀

    @rika:
    Hooo…mungkin agak susah menggali jawaban jujur dari orang2 Indo. Udah keburu gelagapan duluan ketika ditanya, malah bingung sendiri ^^;

    @dnial:
    Tuh, belajar dari Geddoe sana😀

  7. Rabu, 31 Oktober 2007 6:55 pm

    hmm

  8. junior permalink
    Sabtu, 3 November 2007 10:32 pm

    sangat naif jika orang melakukan seks karena alasan keduniaan.

  9. Minggu, 23 Agustus 2009 3:08 pm

    Gday,

    Did you ever think about starting your very own blog? There are many excellent platforms, but by far the best is WordPress. It is simple to set up, however the themes just never fit my specifications. I looked for a simple solution to this problem and realized that there wasn’t one. I then had a template custom made for my needs and was so happy with the outcome. I then decided to build a website that would show the world how to easily hire an expert in wordpress design.

    Hire WordPress Experts

Trackbacks

  1. 237 Alasan untuk Berhubungan Seks (bagian 2) « POPsy! - Jurnal Psikologi Populer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: