Skip to content

237 Alasan untuk Berhubungan Seks (bagian 2)

Jumat, 24 Agustus 2007
tags: ,
by

Diambil dari WikipediaBagi kita, orang Timur yang konservatif, mungkin sulit untuk menyebutkan alasan yang tepat dan gamblang mengenai mengapa kita ingin berhubungan seks dengan orang lain (apalagi bagi yang belum menikah). Tapi jangan salah; bahkan bagi masyarakat Barat sekalipun (yang konon lebih terbuka soal seks), masalah ‘alasan’ ini juga belum sepenuhnya terungkap. Beberapa penelitian telah mencoba untuk menyusun beberapa alasan mendasar yang melandasi aktivitas ini (misalnya untuk menghasilkan anak atau untuk mengekspresikan rasa cinta), namun penelitian-penelitian setelah itu selalu mengungkap alasan-alasan baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Untuk menuntaskan masalah ini, Cindy Meston dan David Buss dari University of Texas mencoba untuk menggali seluas mungkin alternatif jawaban yang mungkin timbul dari banyak subyek. Dalam lanjutan dari bagian pertama ini, akan dibahas mengenai hubungan gender terhadap jawaban subyek dan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Perbedaan Gender dalam Alasan

Dari keseluruhan alasan, Meston dan Buss menemukan bahwa pria rata-rata memberikan alasan yang bersifat fisik (“orang itu memiliki tubuh yang menarik”), kenikmatan fisik (“saya ingin mencapai orgasme”) dan juga ‘menyalahkan’ kesempatan yang muncul (“orang itu sedang mabuk dan saya bisa memanfaatkannya”). Selain itu, pria juga berhubungan seks untuk meningkatkan status sosial (“saya ingin pamer ke teman-teman saya”), memperbanyak pengalaman seksual (“saya ingin meningkatkan kemampuan seksual saya”), dan alasan-alasan praktis (“saya ingin mengubah topik percakapan”). Sementara itu, wanita lebih banyak mengungkapkan alasan emosional untuk berhubungan seks (“saya ingin mengekspresikan cinta saya pada orang itu”).

Mengapa ada perbedaan itu? Menurut mereka, temuan ini mendukung hipotesis berdasar evolusi yang memperkirakan bahwa pria cenderung lebih terangsang secara seksual oleh stimulus visual daripada wanita, karena penampilan fisik menyediakan banyak petunjuk mengenai kesuburan dan kapasitas reproduktif seorang wanita. Ditambah lagi, secara historis status sosial seorang pria diukur dari seberapa banyak wanita yang bisa dibuahi, sehingga ‘dorongan alam’ ini akhirnya mengembangkan hasrat pria untuk mencari pasangan seksual yang beragam. Di sisi lain, evolusi mengembangkan wanita untuk lebih memilih seks sebagai bagian dari sebuah hubungan yang berkomitmen, dan perasaan atau ekspresi cinta merupakan sebagian sinyal yang menandakan adanya komitmen tersebut.

Penelitian ini juga menemukan bahwa, secara umum, pria memberikan lebih banyak alasan untuk berhubungan seks daripada wanita. Meston dan Buss menjelaskan perbedaan jumlah pemberian alasan untuk berhubungan seks ini dengan sebuah teori: teori investasi (parental investment theory). Pria dianggap memiliki investasi yang rendah (hanya perlu ‘plug-and-play’ kurang dari sejam), sementara wanita harus berinvestasi tinggi (hamil selama sembilan bulan dan mengalami proses melahirkan yang menyakitkan). Karena itulah, alasan yang lebih banyak (dan usaha yang lebih gigih) dikeluarkan oleh kaum pria, hanya untuk dapat menancapkan kelaminnya pada kaum wanita yang pemilih. Tentu patut dicatat juga: terdapat pula perbedaan antarindividu (dalam gender yang sama) yang cukup besar, dan wanita yang mencari pasangan jangka pendek juga besar kemungkinannya untuk memulai pendekatan terlebih dahulu.

Sumber:

Meston, C. M., & Buss, D. M. (2007). Why humans have sex. Archive of Sexual Behavior, 36, 477-577. (pdf)

11 Komentar leave one →
  1. Jumat, 24 Agustus 2007 8:06 pm

    Offensive picture😆

  2. Anton permalink
    Rabu, 29 Agustus 2007 1:36 pm

    lumayan

  3. haidi permalink
    Minggu, 6 Januari 2008 8:24 pm

    mnrut gue y……ML itu bikin ketagin,baik itu cwo?cwe x sama2 ketagin.sepeti kt sedang merokok

  4. thata permalink
    Kamis, 13 Maret 2008 3:22 pm

    pgn tw lebih ttg mslh tsb dari sudut pandang wanita.tq

  5. Bagus permalink
    Rabu, 23 April 2008 7:39 am

    Pertanyaannya, apakah alasan pria untuk berhubungan seks itu banyak (beragam) atau jenisnya sama tapi frekuensinya yang banyak? Tulisannya sudah menarik dan menambah sedikit wawasan, hanya akan lebih baik jika ada pemikiran kritis sehingga pola dalam membacanya bisa terlihat. Terimakasih

  6. abi permalink
    Kamis, 11 September 2008 9:18 pm

    menurut saya..
    g juga cwe ya lemah..malahan lebih kuat lagi..
    itu tergantung stamina sesorang

  7. rut permalink
    Minggu, 21 September 2008 12:22 pm

    boleh gak klo tulisan tentang pengaruh gendernya lebih spesifik lagi??

  8. Iskandar Bakri permalink
    Kamis, 18 Maret 2010 8:12 pm

    adalah kebutuhan kodrat manusia yg tak bisa dihindari oleh siapapun selama manusia itu masih normal.

  9. Jumat, 7 Oktober 2011 1:46 pm

    Atikel yang menarik, dan mena$bah wawasan

  10. bee permalink
    Kamis, 12 Januari 2012 8:08 pm

    wah artikel jurnalnya sangat membantu, terimakasih!

  11. Kamis, 25 Februari 2016 10:17 am

    semua juga taw kok klo lg horni ya selv azaaa wkwkwkkkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: