Skip to content

Manfaatnya Marah-Marah

Rabu, 3 Oktober 2007

Diambil dari LSS of NY.org Rasa marah bisa dibilang termasuk salah satu emosi dasar yang dimiliki manusia; ketika kita menghadapi suatu ancaman, maka kita dapat merasa marah dan kemudian melawan (fight) alih-alih selalu takut, lalu melarikan diri (flight). Namun walau kegunaan evolusionernya sangat luas, kini semua institusi besar dunia (termasuk agama) menganggap amarah sebagai insting hewani yang harus dikendalikan. Tentu tidak mudah untuk melakukannya; bahkan orang yang mengaku paling beradab sekalipun selalu memiliki kemungkinan untuk ‘meledak’ suatu saat. Tapi jika kita marah dalam porsi yang terkontrol (juga tepat sasaran), rupanya ada manfaat sampingan yang bisa kita rasakan. Simak dua penelitian berikut, seperti yang dilaporkan oleh situs LiveScience.

Lebih Baik Marah Daripada Takut

Pada tahun 2005 lalu, Jennifer Lerner, psikolog dari Carnegie-Mellon University, meneliti mengenai perbedaan efek yang ditimbulkan dari reaksi marah atau takut pada situasi yang penuh stres. Caranya untuk menciptakan situasi ini dalam lab pun cukup unik: Di depan kamera, ia meminta mereka untuk menghitung mundur dalam kelipatan 7 atau 13 dari angka-angka ajaib seperti 6233 atau 9095. Lerner juga membuat partisipan semakin kesal dengan menyuruh mereka mempercepat hitungan atau mengulang dari awal jika salah menyebut angka. Untuk memastikan apakah para partisipan merasa marah atau takut, rekaman video mereka dianalisis dengan mengamati tarikan otot-otot tertentu di wajah yang muncul dalam emosi marah atau takut.

Hasilnya, para subyek yang menunjukkan rasa takut lebih tinggi tekanan darah dan pengeluaran hormon stresnya daripada subyek yang menunjukkan rasa marah. Tidak hanya itu, subyek yang marah juga menunjukkan sense of control (merasa dapat mengontrol situasi) dan optimisme, sementara hal yang sama tidak terlihat pada subyek yang merasa takut. Hasil ini sejalan dengan penelitian Lerner sebelumnya terhadap warga AS pasca kejadian 9/11. Mereka yang bereaksi dengan rasa marah lebih yakin dan optimis dalam menghadapi resiko daripada yang takut.

“Hati Boleh Panas, Tapi Kepala Harus Tetap Dingin”

Penelitian lain mengenai efek lain dari rasa marah datang dari Wesley Moons dan Diane Mackey, psikolog dari University of California. Ia memberi dua perlakuan berbeda pada dua kelompok partisipan: meminta mereka menuliskan pengalaman saat mereka begitu marah, atau meminta mereka menuliskan harapan dan impiannya yang kemudian dikritik oleh partisipan lainnya. Diikutsertakan pula sekelompok partisipan yang tidak diberi perlakuan apapun sebagai kelompok kontrol. Ketiga kelompok itu kemudian diminta untuk membaca dua esai argumentatif; satu didukung oleh fakta-fakta ilmiah dan ‘ditulis’ oleh pihak yang kredibel, sementara esai lain tidak memiliki keduanya.

Moons dan Mackey menemukan bahwa para partisipan yang marah akan menjadi lebih analitis; mereka dapat membedakan antara argumentasi yang kuat dengan yang lemah, serta merasa lebih teryakinkan oleh esai yang memiliki argumentasi kuat. Hal ini tidak ditemukan pada partisipan yang tidak marah. Ketika eksperimen diulangi pada partisipan yang memang ‘berkepribadian’ tidak jeli, ternyata rasa marah juga dapat membuat mereka lebih kritis dan hati-hati dalam melihat suatu permasalahan. Menurut para peneliti itu, rasa marah membantu seseorang untuk mendasarkan keputusan mereka pada inti masalah yang benar-benar penting dan mengabaikan yang kurang penting.

Baca Petunjuk Penggunaannya

Meski kedua penelitian di atas menunjukkan efek positif dari rasa marah, ini bukan berarti kemudian kita bisa marah-marah sepuasnya dan seenaknya. Rasa marah yang eksplosif, intens, dan berkepanjangan sudah lama diketahui menyebabkan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, masalah paru-paru, dan penyembuhan luka yang lebih lama. Tapi dalam situasi menekan di mana reaksi marah dapat ‘dibenarkan’, marah dalam kadar yang terkontrol dan singkat bisa menjadi respon yang sehat dan adaptif.

Sumber:

Anger is Good for You – LiveScience

Anger Fuels Better Decisions – LiveScience

13 Komentar leave one →
  1. Kamis, 4 Oktober 2007 8:40 pm

    Catshade, tambahin negh;

    Kalok sayah sukak marah sambil mbanting piring nglempar gelas….

    Bunyi “krompyang” nya pecah berantakan menenteramkan jiwa….

  2. Oming permalink
    Sabtu, 6 Oktober 2007 9:34 am

    sy jarang bgt marah2 apalagi sampe nglempar2 barang…
    pernah sih banting HP, tapi ke kasur he..he..
    klo sy marah biasanya lebih milih nangis di kamar, sendiri, ga mau di ganggu…
    tapi sy susah banget buat baikan lagi sama orang yg buat sy marah td..
    ga tau ya..pokoknya ga enak bgt rasanya klo basa-basi kyk sbelumnya…
    n pernah dr SMP mpe skrg, sy ga ngomong ma someone yg bikin sy marah bgt…padahal problem nya sepele sih..
    tapi ga ngerti..kenapa mpe segitunya…

  3. Sabtu, 6 Oktober 2007 5:11 pm

    itu kalo orang amrik yang marah, kalo orang indo yang marah, laen lagi hasilnya😀

  4. Sabtu, 6 Oktober 2007 11:54 pm

    hati panas, dan kepala dingin oia maksudnya seperti apa?
    dicontohkan seperti apa yah?

  5. Minggu, 7 Oktober 2007 1:28 pm

    benar gak ya? kemarin dapat imel : pemenang bersuara lemah untuk argumen yang kuat, sebaliknya pecundang bersuara keras untuk argumen yang lemah

  6. meta permalink
    Rabu, 17 Oktober 2007 12:49 pm

    marah bisa bikin muka jadi jelek hehe..so?tenangkan hati und fikiran ajahhhhh….

  7. ndha permalink
    Jumat, 19 Oktober 2007 10:28 pm

    marah itu alamiah dan lumrah. mustahil ada orang yang tak pernak marah2 dalam hidupnya.setiap hari banyak lho orang yang marah2. cumaaaa…cara marah2 mereha variatif bin lain2. ada yang marah2 dengan pelampiasan negatif juga ada yang positif.semua sama2 nguras banyak energi. nah, dari pada marah2 pake cara yang salah, mending disalurin ke hal2 yang lebih bermanfaat. untuk orang2 yang suka
    marah2 ada tips ne…
    1. bagi si marah satu yang punya energi berlebih, mending disalurin untuk dg ikut kegiatan kepetualangan atau baku hantam(tapi bukan tawuran lho)
    2. untuk si marah dua yang energinya biasa aja, marahlah dengan cara yang biasa juga namun berguna, semisal mukul2 kasur(biar debunya ilang tuh), bersih2 rumah, nyuci piring(radipada mecahin piring yang walhasil udah resiko kena beling dimarahin ortu)
    3. untuk si marah ketiga yang gak punya cukup energi tuk pelampiasan kemarahan, mendingan kamu asertif ke orang yang buat kamu marah(daripada dipendem makin dalem dan akhirnya justru membuat perasaanmu gak enak). itu cara terbaik, namun kalau kamu merasa gak bisa asertif, jauhi orang yang buat kamu marah(namun ketahuilah, cara asertif lebih membuat rasa nyaman jangka panjang dari pada ngabur menjauh karena suatu saat entah mungkin sehari, seminggu, sebulan, setahun bahkan bertahun2 kemudian kemungkinan untuk bertemu kembali dengan si sumber kemarahan itu pasti ada)

  8. Selasa, 13 November 2007 11:22 pm

    kalao saya beragumentasi dengan orang lain, saya dikira marah karena nada suara saya yang semakin meninggi dan ekspresi wajah merah padahal aku tidak marah hanya merasa tertantang dengan mereka bila tidak setuju dengan pendapat yang saya sampaikan. saya semakin banyak bicara dan meninggi agar pendapat saya dapat mereka mengerti dan mengerti maksudku.

  9. chie permalink
    Sabtu, 15 Desember 2007 1:11 pm

    marah bs bkn cepet twa so, gk ush mrh2 deh… ada mslh gk ush dpkirkan bgt kale Enjoy bjaSEMAGAT!!!

  10. eka permalink
    Senin, 24 Desember 2007 1:48 pm

    marah2 emang bwt qt lebih lega,, meskipun g sepenuhx.
    tpi emng si,,salah satu cara untuk ngungkapin perasan dng marah..

    mskipun cma,,, eeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrgggggggggghhhhhhhh…..

  11. ENGATCEARLCON permalink
    Jumat, 16 Mei 2008 4:14 pm

    Hello my friends🙂 😉

  12. Banasuke Sagara permalink
    Minggu, 21 Desember 2008 9:56 pm

    sebagus-bagusnya marah kalo kelebihan juga gak bakalan bagus.

  13. Jumat, 27 Februari 2009 3:31 pm

    kata nenek gue, kalau marah ditahan,ntar jadi penyakit maag. tapi kalau marah-marah terus,jadi darah tinggi. eh mau nanya donk, marah yang terkontrol itu yang kayak gimana seh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: