Skip to content

Optimisme Orang-orang Kaya Asia

Minggu, 7 Oktober 2007

Diambil dari wpclipart.comApakah kekayaan bisa membeli kebahagiaan? Mungkin bisa, tapi sebuah survei regional di 8 negara Asia menunjukkan bahwa kekayaan tidak selalu membuahkan ketenangan. Survei semacam ini untuk pertama kalinya dilakukan perusahaan asuransi AXA terhadap 2400 orang berusia 25-50 tahun yang mewakili kaum ”mass affluent”, yaitu mereka yang termasuk dalam 25 sampai 30 persen strata teratas dalam populasi, dilihat dari penghasilan, pengeluaran rumah tangga, dan pendidikan. Salah satu hasilnya adalah skala optimisme di tiap negara dalam memandang hidup selama 5 tahun ke depan.

Meskipun secara umum orang-orang kaya di kedelapan negara itu cukup optimistis (dengan skor rata-rata 71,6), namun ada pula variasi-variasi yang muncul. Orang-orang kaya di India dan Filipina rupanya merupakan dua kelompok teratas yang paling optimis (skor 87,2 dan 85,0). Sementara itu, orang kaya Indonesia, lumayan, menempati peringkat ke-5 dengan skor 69,9. Menariknya, tiga negara yang tergolong paling maju dan stabil untuk ukuran Asia malah menduduki tiga peringkat terbawah: Hongkong, Malaysia, dan Singapura, dengan skor masing-masing 67,7, 66,2, dan 59,9. Nilai dan peringkat lengkap kedelapan negara bisa dilihat pada grafik di bawah ini.

Diambil dari Straitstimes.com

Selain perbedaan tingkat optimisme itu, masing-masing orang kaya di tiap negara tampaknya juga memiliki prioritas masa depan yang berbeda-beda. Orang kaya di Cina, misalnya, menempatkan keluarga sebagai prioritas, baru disusul oleh pensiun, kesehatan, dan karir. Orang Hongkong agak berbeda; meski sama-sama memprioritaskan keluarga, mereka menempatkan karir dan kesehatan kemudian, baru pensiun di urutan terakhir. Bagaiman dengan orang Indonesia? Rupanya karir masih menjadi prioritas utama, kemudian menyusul keluarga, kesehatan, dan pensiun. Penulis belum memperoleh informasi mengenai prioritas masa depan di kelima negara lainnya.

Sumber:

Optimisme Orang Kaya – Kompas, 5 Oktober 2007

Baca Juga:

Hong Kong tops Asia in retirement planning – Marketing-Interactive.com

AXA Survey Shows Asia’s Affluent Are Optimists – Forbes.com

Mengapa Singapura di Peringkat ‘Bontot’:

S’poreans least optimistic over their future: Survey – The Strait Times

Rich S’poreans still worry more about their future than other Asians – The Strait Times

Singaporeans are Asia’s gloomiest – Bangkok Post

5 Komentar leave one →
  1. oming permalink
    Senin, 8 Oktober 2007 12:49 pm

    orang miskin mikir klo jd org ky itu enak coz bs beli semua yg dia suka…padahal belum tentu…
    orang kaya materi alias berduit biasanya banyak masalh….
    klo org kaya hati…??!!!hmmm…!????!!!!
    maslahnya apa ya???????

  2. dwi Yanto permalink
    Senin, 8 Oktober 2007 1:39 pm

    wow…surprise nih ..indonesia menempati peringkat ke 5…tapi sayng gara2 sekularisme, kapitalisme dan sebagainya tidak merata tingkat penghidupan kita yang miskin semakin miskin yang kaya semakin kaya.

  3. eka permalink
    Senin, 24 Desember 2007 2:08 pm

    NAMAX JGA MANUSIA, G PERNAH PUAS..
    org kaya atw mikin sebernya tergantung gmna qt ngngep dri kita…
    bwt gw,,,selama gw bisa nikmatin hidup dng pa yg da n slalu bersyukur (mngkin muluk…

    banyak org miskin yg masi bisa tersenyum… ya bkan?? he..

  4. Jumat, 4 September 2009 12:32 pm

    saya sangat terkesan dengan tulisan2 anda…saya menantikan karya2 anda selamjutnya….trima kasih atas pelajaran uang berharga….

  5. didittrek permalink
    Kamis, 12 November 2009 5:14 pm

    orang kaya tapi tidak bahagia?gapapa kan dia bisa membeli kebahagiaan dg uang dan berbahagia dg uangnya.
    orang miskin yg berbahagia ya sebahagia bahagianya orang miskin ya tetep miskin dan hanya bisa merasa kaya didalam hati saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: