Skip to content

Lebih Baik Pakai Wig Daripada Pakai Helm?

Selasa, 30 Oktober 2007

Diambil dari WikipediaKita semua tahu bahwa helm adalah perlengkapan wajib yang harus digunakan oleh setiap pengendara sepeda motor. Bagaimana dengan pengendara sepeda biasa? Di Indonesia tampaknya belum pernah ada anjuran untuk mengenakan helm ketika berkendara sepeda, tapi di luar negeri hal ini sudah jamak dilakukan, bahkan sebagian mewajibkannya, tentu demi alasan keamanan. Tapi benarkah berkendara sepeda dengan mengenakan helm memang pasti membuat segala sesuatunya lebih aman? Simak ulasan berikut dari majalah Scientific American edisi Oktober 2007.

Semuanya bermula dari Ian Walker, seorang maniak sepeda sekaligus psikolog dari University of Bath di Inggris. Adanya cerita-cerita dari sesama pengendara yang merasa bahwa penggunaan helm malah membuat mereka semakin sering berada dalam situasi nyaris-celaka membuat ia memutuskan menjadi kelinci percobaan dari penelitiannya sendiri. Dengan sepeda bermuatan sensor ultrasonik, ia berkendara di seputar kota dan ‘mengambil’ 2300 kendaraan yang menyalipnya sebagai sampel.

Hasilnya sungguh di luar dugaan. Ketika Walker mengenakan helm, jarak rata-rata antara sepedanya dengan sisi samping kendaraan yang menyalip justru 3,35 inci lebih dekat daripada ketika ia tidak mengenakan helm. Temuan yang menarik juga didapat ketika Walker ‘iseng’ mengenakan wig rambut panjang, sehingga dari belakang ia tampak seperti perempuan. Para pengendara justru memberikannya ruang 2,2 inci lebih jauh daripada ketika ia tidak mengenakan helm.

Dari kedua hasil itu, Walker menyimpulkan bahwa nilai perlindungan yang didapat pengendara sepeda dari helmnya dimentahkan kembali oleh meningkatnya risiko bersenggolan atau bertabrakan dengan kendaraan lain. Lalu bagaimana dengan wig itu? Walker menduga, mungkin para pengemudi menganggap perempuan sebagai pengendara yang kemampuanya kurang dan juga ‘rapuh’ sehingga mereka memberi kelonggaran.

Penelitian ini tentu saja menimbulkan reaksi dari para penggiat safety riding dalam bersepeda. Randy Swart dari Bicycle Helmet Safety Institute melihat bahwa sebagian besar pengemudi mobil sebenarnya sudah memberikan jarak yang cukup aman (lebih dari 1 meter) bagi Walker, sehingga perbedaan 3,35 inci itu tidak signifikan. Menanggapi hal itu, Walker menganalisis ulang datanya. Ternyata ketika ia mengendarai sepeda dengan menggunakan helm, ada 23 persen lebih banyak mobil yang menyalip dengan jarak kurang dari 1 meter dibanding ketika ia tidak menggunakan helm, sehingga ia kembali menyimpulkan bahwa peningkatan risiko kecelakaan ini benar-benar nyata.

Hmmm… Apa kita tidak usah pakai helm saja ya kalau naik motor? Rasanya terlalu dini kalau kita langsung menggeneralisasikan temuan ini. Tentu saja ada perbedaan besar antara berkendara sepeda tanpa helm dan berkendara sepeda motor tanpa helm. Dengan kecepatan sepeda motor yang jauh lebih tinggi (kecuali kalau ada yang bisa memacu sepedanya hingga secepat sepeda motor), akibatnya juga jauh lebih fatal apabila kita sampai bersenggolan atau bertabrakan dengan kendaraan lain.

Selain itu, meski helm mungkin bisa meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara sepeda, ia juga bisa menjamin keselamatan kita bila kecelakaan itu benar-benar terjadi. Rasanya belum ada data mengenai kecelakaan lalulintas sepeda di Indonesia, tapi majalah Scientific American mengutip data dari kota New York: Dari 225 pengendara sepeda yang mati di jalan antara tahun 1996 dan 2005, 97 persen di antaranya rupanya tidak mengenakan helm, dan 58 persen di antaranya diakibatkan luka yang fatal di kepala.

Sumber:

Do Helmets Attract Cars to Cyclists? – Scientific American, Oktober 2007

Baca Juga:

Entri Wikipedia mengenai helm sepeda, berikut aturan dan kontroversinya.

One Comment leave one →
  1. Kamis, 1 November 2007 8:13 am

    kalo sepedaan g pake helm bisa ditilang sama polisi di sini…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: