Skip to content

Kita Berbeda. Terus kenapa?

Minggu, 17 Februari 2008
by

Ditulis oleh : Limandibrata, K Fabian*

Beberapa hari yang lalu ketika pulang bekerja dari VicMart, saya mendapati sepasang ibu berbincang mengenai anak mereka. Menguping? Yah mungkin bisa dibilang begitu. Dalam pembicaraan mereka, salah seorang ibu mengeluhkan anaknya yang menurutnya introvert sehingga kurang bergaul dengan teman-teman sebaya. Ucapan ini membawa saya pada kenangan bertahun tahun lalu ketika diberikan tes psikologi (istilah yang mungkin lebih tepat: alat ukur psikologi) dan mengetahui saya adalah seorang yang introvert. Permasalahan muncul ketika kata introvert diasosiasikan dengan ketertutupan dan ketidak mampuan untuk bergaul. Hmm benarkah? Rasanya saya dan teman-teman yang dikategorikan sebagai introvert masih bisa bergaul dengan cukup baik.

Tahun 2003, saya bersentuhan pertama kali dengan teori kepribadian milik Carl Gustav Jung, yang salah satu bagiannya membahas ekstraversi dan intorversi. Teori Jung digunakan sebagai dasar untuk membuat berbagai alat ukur kepribadian, misalnya MBTI, MajorsPTI (dan tes tes lain yang menghasilkan “tipe kepribadian 4 huruf”—four letter personality type)

Teori Jung: 4 Preferensi pembentuk kepribadian
Teori Jung membahas mengenai empat preferensi/kecenderungan dalam kepribadian (maka alat alat ukur kepribadian yang menggunakan teori Jung akan menghasilkan tipe kepribadian 4 huruf). Satu hal yang mendasar adalah bahwa Jung hanya menjelaskan empat kecenderungan saja, sementara ada banyak kecenderungan lain yang juga membentuk kepribadian manusia. Dengan demikian tipe kepribadian ini tidak menjelaskan seluruh kepribadian manusia.

Teori kepribadian yang dikemukakan oleh Jung dipopulerkan oleh Katherine C Briggs dan Isabel Briggs Myers. Ibu dan anak ini membahas teori Jung dalam bahasa yang lebih mudah dipahami dan kemudian juga mengembangkan teori kepribadian Jung untuk kemudian membuat alat ukur kepribadian yang dinamakan Myers Briggs Type Indicator. Dalam teori kepribadian Jung dan penjabaran oleh Myers dan Briggs, dijelaskan mengenai empat preferensi yang membentuk kepribadian:

1. Ekstraversi (E) dan Introversi (I)

E dan I berbicara mengenai bagaimana seseorang berhubungan dengan dunia dan bagaimana pengelolaan energi psikis. Mudahnya, ada orang yang sangat butuh untuk berinteraksi dengan orang lain, namun ada juga orang yang lebih suka menyendiri. Seseorang dengen kecenderungan E cenderung suka berinteraksi dengan orang lain karena mereka menyerap energi psikis dari orang orang di sekitarnya, sementara individu dengan kecenderungan I mendapatkan energi dari dirinya sendiri, sehingga kebutuhan interaksi mereka cenderung lebih sedikit. Ciri yang bisa dilihat dari orang dengan kecenderungan E antara lain ekspresif dan memiliki banyak minat tetapi tidak begitu mendalam, sementara orang dengan kecenderungan I lebih menahan ekspresi emosinya dan hanya memiliki sedikit minat namun mendalam.

2. Sensing (S) dan Intuition (N)

S dan N berbicara mengenai bagaimana individu menyerap informasi dan pengelolaan informasi tersebut. Orang dengan kecenderungan S akan cenderung untuk melihat detail, menyukai hal-hal yang terukur dan nyata, serta menyukai rutinitas. Sementara orang dengan kecenderungan N cenderung untuk melihat pola besar dalam mengerjakan sesuatu, suka berpikir mengenai kemungkinan kemungkinan, dan tidak menyukai rutinitas.

3. Thinking (T) dan Feeling (F)

T dan F merupakan kecenderungan yang membahas mengenai cara pengambilan keputusan yang disukai oleh seseorang. Satu hal yang patut diluruskan adalah pengambilan keputusan oleh orang dengan kecenderungan F juga merupakan proses yang rasional, walaupun dengan landasan yang berbeda dari orang dengan kecenderungan T. Individu dengan kecenderungan T mengambil keputusan dengan dasar analisis yang logis dan objektif, sementara individu dengan kecenderungan F mengambil keputusan berdasarkan nilai nilai yang diembannya dan empati. Sebagai contoh: seseorang dengan kecenderungan T biasanya akan menyampaikan kritik dengan bahasa yang apa adanya. Individu dengan kecenderungan F juga bisa memberikan kritik, tetapi dengan cara yang lebih halus, memberikan kemasan pada kritiknya.

4. Judging (J) dan Perceiving (P)

Kecenderungan J dan P berbicara mengenai cara individu untuk mengorganisasikan hidupnya. Individu dengan kencederungan J cenderung untuk melakukan pengaturan dan organisasi dalam aktivitas hidupnya, sementara individu dengan kecenderungan P cenderung untuk bersikap fleksibel dan spontan. Contoh yang biasanya cukup menggambarkan J dan P adalah cara mengatur kegiatan liburan. Individu dengan kecenderungan J biasanya akan merinci jadwal kegiatan yang akan dilakukan selama liburan, objek wisata apa saja yang akan dikunjungi, sarana transportasi dsb. Sementara individu dengan kecenderungan P cenderung untuk lebih fleksibel dengan pengaturan yang lebih longgar atau menekankan pada garis besar.

Semua individu menggunakan delapan preferensi ini (I, E, S, N, T, F, J, P), tetapi akan ada kecenderungan untuk tiap preferensi yang kemudian menghasilkan tipe kepribadian empat huruf yang biasanya digunakan.

Semuanya baik, semuanya dibutuhkan

Sebuah hal yang sangat ditekankan adalah setiap fungsi dibutuhkan untuk menghadapi berbagai situasi dalam hidup. Dengan demikian tidak ada satu preferensi yang lebih baik daripada yang lain, ataupun tipe kepribadian yang lebih baik dibandingkan dengan tipe kepribadian lain. Masing-masing preferensi membutuhkan sisi lainnya. Beberapa contoh misalnya :

  • Individu dengan kecenderungan E perlu untuk mengembangkan sisi I nya (atau membutuhkan orang dengan kecenderungan I) untuk memberikan refleksi mengenai suatu tindakan. Demikian pula orang dengan kecenderungan I membutuhkan E
  • Individu dengan kecenderungan S perlu untuk mengembangkan sisi N nya (atau membutuhkan orang dengan kecenderungan N) untuk memberikan kemungkinan lain mengenai suatu keadaan dan memberikan masukan mengenai cara lain untuk melakukan sesuatu. Demikian pula sebaliknya.
  • Individu dengan kecenderungan T perlu untuk mengembangkan sisi F nya (atau membutuhkan orang dengan kecenderungan I) untuk membangun hubungan yang lebih harmonis dengan orang lain dan memberikan masukan mengenai efek suatu keputusan terhadap hubungan dengan orang lain. Demikian pula orang dengan kecenderungan F membutuhkan T
  • Individu dengan kecenderungan J perlu untuk mengembangkan sisi P nya (atau membutuhkan orang dengan kecenderungan P) untuk memberikan fleksibiltas dalam hidup. Demikian pula orang dengan kecenderungan P membutuhkan J

Tetapi kemudian muncul pertanyaan mengapa ada preferensi yang dianggap lebih baik? Ada beberapa hal yang menyebabkan ini dan yang paling menonjol adalah harapan masyarakat dan keluarga. Sebagai contoh, dalam banyak budaya, introversi diartikan sebagai ketidakmampuan untuk bergaul. Contoh lain lagi adalah dalam dunia kerja, acapkali individu dengan kecenderungan F dianggap tidak cakap menjadi penyelia karena mementingkan harmoni.

Akhir kata (dan sebuah harapan)

Tentu saja tulisan kecil ini tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui preferensi dan kepribadian kita. Observasi semata juga bukan suatu teknik yang disarankan untuk mengukur kepribadian kita. Ada berbagai macam alat ukur kepribadian yang lebih baik dan memang khusus dibuat untuk mengetahui tipe kepribadian. (Silakan tanya psikolog, konselor, atau praktisi SDM di sekitar Anda mengenai alat yang dapat digunakan untuk mengukur kepribadian).

Apapun tipe kepribadian kita menurut dalam teori Jung, semoga bisa kemudian menggunakannya sebagai sarana untuk mengembangkan diri dan memecahkan permasalahan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Semoga di lain hari tidak perlulah ada seorang yang mengeluh ketika anaknya memiliki preferensi introvert (tentu sepanjang tidak ada gangguan psikologis yang menyertai)

Sumber Bacaan

Myers, Isabel Briggs dan Myers Peter. 1980. Gifts Differing: Understanding Personality Type. Davies Black Publishing: California

Myers, Isabel Briggs, et.al. 2003. MBTI Manual 3rd Ed. CPP: California

Myers, Isabel Briggs. 1998. Introduction to Type 6th Ed. CPP: Australia

Page, Earle C. 2005. Looking at Type 6th Ed. CPP: Australia

*K Fabian Limandibrata (Fabian) adalah staf di Bagian Psikologi Umum dan Eksperimental Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Sedang menjalankan tugas belajar di program Master of Education (Education Management) Faculty of Education, University of Melbourne. Saat ini melakukan adaptasi Dalbert’s Belief in Just World Scale bersama Christiany Suwartono (Unika Atma Jaya, Jakarta)

11 Komentar leave one →
  1. Selasa, 19 Februari 2008 10:56 am

    tidak ada pribadi yang sama meski kembar identik sekalipun
    o iya ini tulisan berguna untuk lebih mengenal pribadi saya
    o iya silahkan mampir di tulisan ini
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/02/19/meretas-hari/

  2. Kamis, 21 Februari 2008 9:00 pm

    terima kasih sudah sering silaturamhi ke blog saya
    jangan bosan – bosan ya

  3. Selasa, 11 Maret 2008 2:11 am

    dari tinjauan pustaka yang menyertai penulisan postingan ini, menunjukan bahwa sesuatu yg anda sampaikan adalah ilmiah , bukan hanya hasil retorika pribadi saja… luar biasa..salut utk anda study hard man! jadikan negara kita ga kalah dgn negara lain

  4. suku permalink
    Jumat, 4 April 2008 4:52 pm

    sebenarnya memang ga ada yang identik. tipe kapribadian mungkin menentukan bagaimana kepribadian akan berkambang. saya pribadi tetap mempertimbangkan adanya proses belajar yang akan sangat mempengaruhi proses pembentukan kepribadian. mungkin masalah teori kepribadian ini lebih ke kecenderungan saja.

  5. Minggu, 13 April 2008 7:05 pm

    salam
    semoga tuhan memberkati kita semu dengan keyakinan kita masing-msaing.
    hanya mau koment aja..!!!
    topiknya sangat bagus !!! salut
    saya sangat butuh tentang penjelasan
    pola konsep kerangka pemikiran,
    saya termasuk orang yang seneng baca tulisan anda, simple dan mudah dimengerti gaya bahasanya.
    sekali lagi terimakasih..
    salam…

  6. Minggu, 13 April 2008 7:08 pm

    semoga tuhan memberkati kita semu dengan keyakinan kita masing-msaing.
    hanya mau koment aja..!!!
    topiknya sangat bagus !!! salut
    saya sangat butuh tentang penjelasan
    pola konsep kerangka pemikiran,
    saya termasuk orang yang seneng baca tulisan anda, simple dan mudah dimengerti gaya bahasanya.
    sekali lagi terimakasih..

  7. Rabu, 16 April 2008 1:32 pm

    Iya saya setuju, introvert sering dihubungkan dengan ketidakmampuan bergaul. Seolah-olah semua orang harus jadi ekstrovert untuk jadi orang yang menyenangkan.

  8. Selasa, 29 April 2008 6:14 am

    Kedua anakku berbeda jauh dalam sikap dan sifatnya……dan saya malah senang melihatnya, malah jadi memikirkan ilmu genetika, betapa banyaknya vasiasi campuran antara gen-gen yang menghasilkan anak kita. Yang sama, semuanya extrovert, karena saya dan ayahnya keduanya E….jadilah rumah meriah terus, dari debat buku, debat politik, dan sampai kemana-mana.

    Kalau ketemu psikolog dan saya tanya apa yang sebaiknya saya lakukan? Jawabnya, saya harus lebih memperhatikan pada “gesture” orang yang diajak ngomong, terutama jika anak buah. Setelah saya melakukannya, hasilnya luar biasa….kinerja unit kerja meningkat pesat. Thanks to psikolog.

  9. Sabtu, 10 Mei 2008 10:41 pm

    “takes everykind of people, to make this world go round yeah”

    lirik lagu itu mungkin yg paling pas buat issue perbedaan (Diversity) itulah mengapa kita saling membutuhkan satu sama lain, karena kekurangan kita ditutup kelebihan orang lain, vice versa!

  10. aini permalink
    Jumat, 16 Mei 2008 9:44 am

    apik lah ..

  11. mikhail permalink
    Selasa, 9 September 2008 4:59 pm

    Jangan mudah percaya, setahu saya MBTI belum pernah diuji relevansinya untuk masyarakat indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: