Skip to content

Dari Redaksi: Libur (Ke)panjang(an)

Minggu, 18 Mei 2008
by

Anda mungkin sering bertanya-tanya mengapa redaksi POPsy! jadi semakin jarang memperbaharui artikelnya atau merespon komentar yang masuk. Atau malah anda sudah bosan mengira-ngira dan memutuskan untuk melepas blog ini dari jadwal kunjungan harian/mingguan anda (>_<). Sebelum anda menduga POPsy! akan ditutup atau diam-diam pindah ke domain sendiri seperti beberapa blog lainnya di WordPress.com, izinkan saya sebagai ‘penjaga gawang’ POPsy! meminta maaf dan menjelaskan semuanya.

Apa yang terjadi? Sekitar awal November yang lalu, saya memang sempat memasang pengumuman yang memaklumkan hiatusnya saya selama beberapa bulan karena harus ngebut menyelesaikan skripsi. Sebenarnya secara teknis skripsi itu sudah benar-benar selesai di bulan Januari, namun ternyata ‘liburan’ ini terpaksa diperpanjang. Alasan singkatnya: Karena konsentrasi mengerjakan skripsi itu, saya kecapekan menulis. Jadilah saya selama beberapa bulan ini lebih banyak berperan sebagai pembaca saja di ranah blogosfir untuk sejenak mengistirahatkan pikiran.

Di sisi lain, terlalu lama mengistirahatkan pikiran juga bisa membuat otak sulit disuruh bekerja kembali. Niatan untuk memulai lagi aktivitas menulis saya di ulang tahun POPsy! yang pertama kemarin (bulan April) tidak kesampaian karena otak saya ngadat di kalimat pertama. Usaha untuk latihan dengan membuka blog pribadi juga tidak seberapa kentara hasilnya. Akhirnya kembalinya saya mengurusi POPsy! baru hanya bisa sebatas mengutak-utik tampilan dan konten non-blog (mungkin beberapa pembaca yang jeli telah menyadari perubahan yang terjadi di halaman tautan dan kolom samping di sebelah).

Bagaimanapun juga, ada saatnya kita harus bertindak lebih keras terhadap diri sendiri. Maka inilah saya, sedang mengetik paragraf keempat dari tulisan yang sudah dimulai sejak seminggu yang lalu. Dengan ini, saya juga ingin minta maaf di muka apabila tulisan-tulisan POPsy! selanjutnya yang berasal dari saya mungkin mengalami penurunan kualitas (bukan berarti tulisan-tulisan saya sebelumnya sudah baik sih…). Tapi saya akan terus belajar, dan saya harapkan adanya umpan balik dari anda sekalian para pembaca.

3 Komentar leave one →
  1. Zaku permalink
    Kamis, 22 Mei 2008 8:03 am

    Makanya lama ditunggu tidak ada artikel baru ya?

    Anyway, boleh kubantu dengan ngasi topik yang sepertinya menarik? Bagaimana kalau PoPSY membahas “Bystander Effect” AKA “Genovese Syndrome”?

    Kurasa hal itu sekarang mulai muncul di kalangan masyarakat kota besar seperti Jakarta.

  2. Minggu, 25 Mei 2008 4:46 pm

    Gpp, karena kita juga mesti menyelesaikan kewajiban di dunia nyata, yang jauh lebih memusingkan.

    Bagaimana kalau menulis dampak kenaikan harga terhadap kemungkinan depresi?
    Hari ini, sambil mengerjakan tugas (terpaksa Minggu berkutat menganalisa…dan sekarang lagi capek, jadi blogwalking dulu)…mendengarkan radio, yang diwawancara pak SM (psikolog)…beliau malah mengatakan, orang sekarang ini gampang marah, suka teriak, tapi nggak bantu memberikan solusi. Lha harga minyak udah naik lebih dua kali lipat dibanding asumsi BBM, memang kalau nggak naik, terbayang nggak risikonya. Heran, banyak banget yang tiba-tiba menjadi pakar, ngomong sana sini…BLT tak bagus, lha rakyat miskin tetap butuh BLT, walau tetap belum mencukupi,yang diperlukan sekarang memberi bantuan memikirkan solusinya, kerja keras. Masyarakat kita ini lentur, tanpa disuruh kalau naik angkot, dengan suka rela mereka sudah menambah Rp.1000,- agar sopirnya tak tekor.

    Saya setuju, justru itulah saya menulis, kita perlu juga mengendorkan ikat pinggang…marilah kita membantu apa yang kita bisa, sedikit-sedikit (maklum udah pensiun), namun kalau yang berbuat kebaikan banyak, akan menolong juga. Kemarin malam saya kondangan, ternyata mobil dan kendaraan lain masih banyak berlalu lalang di jalan…dan macet juga di Iskandarsyah dekat Blok M.

  3. Minggu, 1 Juni 2008 2:27 pm

    @zaku:
    NOOO~! Masalahnya bukan karena gak ada topik, tapi karena terlalu banyak topik yang bisa dibahas and my mediocre writing ability can’t keep up with it! >_<

    @edratna:
    Saya sudah lihat post Bu Ratna tentang masyarakat kita yang lentur, dan menurut saya itu tulisan yang bagus sekali. Koran2 rasanya juga sudah cukup banyak mengulas itu; Alih-alih depresi seperti orang Jepang, mayoritas orang kita jadi lebih kreatif (baik sisi positif maupun negatifnya) menghadapi segala keterbatasan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: