Skip to content

Pencemaran Timbal pada Anak Berhubungan dengan Kriminalitas di Masa Dewasa

Sabtu, 31 Mei 2008
tags: , ,
by

Diambil dari WikipediaBeberapa bulan yang lalu, masyarakat Amerika Serikat sempat digegerkan oleh temuan adanya sejumlah mainan anak dan makanan impor dari Cina yang mengandung timbal; Kehebohan ini begitu dianggap penting sampai-sampai hubungan dagang AS-Cina hampir retak. Ada apa dengan timbal?

Timbal (Pb) merupakan salah satu unsur logam berat yang sangat beracun bagi tubuh jika dikonsumsi. Tidak hanya berefek kepada tubuh fisik, telah diketahui pula bahwa paparan timbal berkaitan dengan kesulitan belajar, keterlambatan perkembangan mental, bahkan skizofrenia.

Dua penelitian terbaru dari University of Cincinatti, Ohio, kini menunjukkan bahwa orang-orang dewasa yang kelihatannya normal dan sehat pun mungkin secara tidak sadar sudah terkena efek racun dari timbal yang mereka dapatkan di masa kanak-kanak.

Studi jangka panjang yang dilakukan oleh Kim Dietrich menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar timbal tinggi dalam darahnya saat dalam kandungan atau saat kanak-kanak ternyata lebih cenderung memiliki catatan kriminal, khususnya kekerasan, dibanding mereka yang kadar timbal dalam darahnya lebih rendah.

Sementara itu, rekannya Dr. Kim Cecil menemukan bahwa mereka yang kadar timbal dalam darahnya tinggi kehilangan lebih dari 1 persen sel kelabu otak mereka. Kehilangan ini khususnya nampak di bagian otak yang berkaitan dengan pengaturan emosi dan pengambilan keputusan. Menurut Dr. Cecil, kerusakan otak ini sifatnya permanen.

Dari penelitian ini pula, nampak bahwa karakteristik yang berisiko tinggi terpapar oleh timbal adalah jenis kelamin laki-laki, berstatus ekonomi menengah ke bawah, tinggal di tengah perkotaan, serta pernah atau sedang tinggal di rumah berusia tua, di mana besar kemungkinannya rumah tersebut masih menggunakan cat jenis lama yang masih mengandung timbal.

Sumber

Studies link lead to adult crime, brain damage – Yahoo! News

clipped from news.yahoo.com
Dietrich and colleagues signed up pregnant women living in
Cincinnati neighborhoods ridden with lead-contaminated housing
between 1979 and 1984. They tested the women and then their
children from birth and have been watching the children as they
grew up.
Those with high lead levels before birth and during early
childhood
had higher rates of arrest than those with lower lead
levels. About 55 percent of the now-grown children had at least
one arrest, 28 percent involving drugs and 27 percent serious
motor vehicle violations.
Dr. Kim Cecil of Cincinnati Children’s
Hospital Medical Center
did magnetic resonance imaging, or MRI
scans, of the brains of their volunteers.
They found more than 1 percent of total gray matter in the
brain was missing. “The most affected regions included frontal
gray matter, specifically the anterior cingulate cortex,”
Cecil’s team wrote in a second study. This region is
responsible for mood regulation and decision-making.
Men were far more affected than women.
blog it
4 Komentar leave one →
  1. Minggu, 1 Juni 2008 7:30 am

    jenis kelamin laki-laki, berstatus ekonomi menengah ke bawah, tinggal di tengah perkotaan, serta pernah atau sedang tinggal di rumah berusia tua,

    Errr….
    Bukannya profil orang jenis itu yang memang jadi calon2 penjahat di amerika?
    Kayaknya kok belum benar2 meyakinkan hubungan antara timbal dan kejahatan ya?

  2. Minggu, 1 Juni 2008 1:39 pm

    @dnial:

    Anda benar. Saya tidak punya jurnal penelitian aslinya, tapi karena kontrol terhadap variabel-variabel sekunder (demografis, jenis kelamin, dll) adalah satu hal dasar yang wajib dilakukan dalam desain penelitian, saya berprasangka baik dengan berasumsi penelitian ini sudah melakukannya, namun tetap menemukan adanya hubungan itu.

    Bagaimanapun juga, saya memang seharusnya tetap menyebutkan di atas apa yang telah anda singgung barusan. Terimakasih atas koreksinya🙂

  3. Minggu, 1 Juni 2008 8:18 pm

    yang berbahaya bukannya penurunan IQ?
    ini dari sisi medis…
    soalnya saya pernah bikin makalah penelitian ttg pengaruh timbal pada janin🙂

    di Surabaya dan sekitarnya, kandungan timbal yg paling banyak terdapat pada makanan “Kupang Lontong”. Karena Pb tersebut berada dalam tubuh kupang (kerang kecil) tersebut…

    tapi kalo baca dari tulisan ini, bisa jadi demikian.
    makasih banyak u/ infonya😀

  4. Senin, 2 Juni 2008 4:20 pm

    wadooohhh, ko aku termasuk karakteristik yang beresiko tinggi😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: