Skip to content

Pria: Lebih Baik Tidak Nikah Daripada Menikahi Wanita yang Salah

Rabu, 4 Juni 2008

Diambil dari WikipediaSetidaknya begitulah yang didapatkan Carl Weisman dari survei online-nya terhadap 1533 pria lajang dalam rangka penulisan bukunya. Rupanya ketakutan mereka akan pernikahan yang gagal dan berujung pada perceraian 10 kali lebih besar daripada ketakutan mereka akan seumur hidup menjadi lajang.

Faktor finansial juga menjadi masalah yang penting dalam keputusan itu; Mereka yang berkekurangan merasa tidak percaya diri untuk menjalin tali kasih, sementara mereka yang berkelebihan juga takut kalau perceraian (dan pembagian harta gono-gini) dapat mempengaruhi kondisi keuangan mereka.

Sumber:

Men prefer being solo over a bad marriage: study – Yahoo! News

clipped from news.yahoo.com
“Men are 10 times more scared of marrying the wrong person
than of never getting married at all,” Weisman told Reuters in
a telephone interview.
Weisman said U.S. figures showed that in 1980 about 6
percent of men aged in their early 40s had never married but
this number had now risen to 17 percent.
Weisman said his online survey found there are three groups
of bachelors — about 8 percent who never want to marry, 62
percent want to marry but of which half won’t settle for
anything less than perfection, and about 30 percent who are on
the fence.
Four out of 10 bachelors did not want children compared to
three out of 10 wanting to be a father. The rest were
undecided.
But while 72 percent of respondents said they were not
afraid of marriage, about half of them said the situation that
scared them most was marrying the wrong person.
Weisman also found that financial issues, both positive and
negative, played a large part in men’s fear of commitment.
blog it
10 Komentar leave one →
  1. Rabu, 4 Juni 2008 10:06 am

    Pada umumnya gitu ya?
    Kalo aku sih enggak gitu.
    Biar miskin, lebih baik nikah.
    Kalo cermat memilih, masak salah pilih?

  2. Rabu, 4 Juni 2008 11:05 am

    Masalah komitmen di barat menjadi sangat rumit. Tingginya angka perceraian, dan keharusan pria membayar tunjangan ke pasangan membuat pria ketakutan.

    Ketakutan yang tidak perlu?

  3. Rabu, 4 Juni 2008 10:00 pm

    Aha, Thanks berat. Ternyata saya dapat sebuah pembenaran dan alasan kenapa sampai sekarang belum menikah. Alasan diatas ternyata ada dasar penelitiannya juga.😆

    *save as….*
    *nunjukin artikelnya sama orang lain*:mrgreen:

  4. Kamis, 5 Juni 2008 10:58 pm

    wah,menurut saya jalan pemikiranini bener2 salah.menikah adalah hal yang paling terindah dalam hidup manusia.istilah kata surga dunia.makanya jangan sampai salah pilih dalam memilih wanita.kan ada proses sebelum kita menikah.
    1.pacaran
    2.pengenalan
    3.test materialistis.
    itu semua bs kita rasakan padasaat proses2 tersebut.

  5. Fefri Koni S.H.I permalink
    Jumat, 13 Juni 2008 11:29 am

    Konsep tidak menikah adalah pengebirian yang salah menurut pandangan agama. Secara fitrahnya manusia sebagai makhluk yang butuh akan seks dan keturunan.Agama telah mmemberikan aturan-aturan yang jelas kriteria2 memilih pasangan hidup. Walaupun di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna hendaknya pemikiran tidak menikah adalah anggapan yang salah. Aturan agama hendaknya menjadi acuan dalam meniali seseorang dalam menentukan pilihan agar jangan terjebak pada kesalahan yang besar.
    Memang keuangan menjadi dasar pokok dalam membangun rumah tangga, akan tetapi komitmen yang jelas diantara pasangan lah yang lebih baik.

  6. oming permalink
    Selasa, 17 Juni 2008 10:50 am

    wajar2 aja sih kalo cwo lebih memilih untuk hidup melajang dari pada memdapat istri yg salah…
    bukan cuman pria, wanita juga ada yang memutuskan untuk selamanya hidup melajang..
    semua itu dikarenakan rasa takut yang begitu besar…
    rasa takut ini mungkin karena pengalaman pernah disakiti, pengalaman dari orang lain, misal kegagalan teman dalam rumah tangga mereka, ibu ayah yang selalu ribut dalam keluarga dan dari infotainment mungkin,hehehe

    oy, masukan nih, tolong dimuat jg dunk artikel tentang “mengapa wanita lebih memilih karir dibanding berumah tangga?”
    hahaha..sepertinya menarik sekali..
    seandainya semua wanita dan pria memiliki pandangan hidup seperti ini yang lebih memilih hidup melajang, pemerintah pasti seneng bgt neh..coz bisa mengurangi kepadatan penduduk..hahahaha…

  7. rumahdamai permalink
    Kamis, 26 Juni 2008 5:57 am

    ya itulah apabila segala sesuatunya selalu materi yang menjadi bahan pertimbangan, manusia tidak akan berani melangkah. padahal resiko adalah sesuatu yang akan membuat kita menjadi dewasa. dan bagaimana mungkin kita tahu akan gagal atau berhasil jika kita tidak mencobanya…!!

  8. Melly maniez permalink
    Rabu, 17 September 2008 10:36 am

    Memang trkadang laki2 sangat memikirkan proses panjang pernikahan…dgn begitu memilih pasangan yg tepat adlh alasan yg urgent. Dri pda menjlnkn dgn pasangan yg tdk sesuai mka lbh memilih untuk melajang…

  9. Senin, 26 Januari 2009 12:05 am

    Dalam agama, Pria yang baik itu untuk wanita yang baik dan sebaliknya.
    Kenapa mesti takut? hehe

  10. animusparagnos permalink
    Jumat, 20 Februari 2009 11:06 pm

    Laki-laki memilih untuk tidak menikah daripada menikah dengan perempuan yang salah. Mengapa harus laki-laki? Ini memunculkan stereotipe (prasangka) bahwa perempuan matrealistis, serta laki-laki cenderung sebagai pihak yang memilih dan perempuan sebagai pihak yang dipilih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: