Skip to content

Mengatasi Depresi dengan Menikah

Kamis, 21 Agustus 2008

Sebuah penelitian yang dilakukan Ohio State University menemukan bahwa pernikahan bisa mengurangi tingkat depresi. Penelitian dengan sampel pada ribuan orang ini menunjukkan bahwa orang-orang depresi yang kemudian menikah menunjukkan peningkatan kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi daripada mereka yang belum menikah.

Bahkan, ketika efek pernikahan ini diperbandingkan antara kelompok yang mengalami depresi dengan kelompok yang tidak mengalaminya, mereka yang depresi mendapat manfaat psikologis yang jauh lebih besar dari pernikahan mereka dibanding kelompok yang tidak depresi.

Hasil penelitian ini meruntuhkan asumsi sebelumnya bahwa manfaat psikologis dari pernikahan tergantung kualitas pernikahan itu sendiri. Dengan asumsi itu, orang-orang depresi seringkali terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia karena perilaku dan sikap depresif mereka, sehingga akhirnya depresi mereka malah semakin menjadi-jadi.

clipped from www.livescience.com

To test their theory, they looked at a sample of 3,066 men and women who had been interviewed and tested for depression once in either 1987 or 1988 and then again five years later. In the interviews, they were asked about the quality of their marriage (if they were married).

On average, controlling for differences in depression, subjects who had gotten married over the five-year span between the two interviews reported improved psychological well-being in the second interview–scoring an average of 3.42 points lower on the 84-point depression scale–than their counterparts who did not marry.

When they teased apart how marriage affected those who had been depressed at the start of the study to those who had been happy, however, they came across something unexpected. The depressed who married scored an average of 7.56 points lower on the depression scale than the depressed who did not marry, while those who were happy and got married scored only 1.87 points lower on the scale.
blog it
12 Komentar leave one →
  1. Ariaturns permalink
    Kamis, 21 Agustus 2008 2:44 pm

    temen gw lagi deprisi nich, kalo gitu gw suruh nikah aja ya…

  2. Kamis, 21 Agustus 2008 3:32 pm

    Mungkin subjek yang lain depresi karena nggak kawin2😀

    Sepakat sama Ariaturns, kalau temenku depresi langsung disuruh kawin saja.

  3. Kamis, 21 Agustus 2008 5:25 pm

    Ini hanya mengkonfirmasi petuah orang tua dan kawan-kawan saya yang sudah menikah.😀

    Hasil penelitian ini meruntuhkan asumsi sebelumnya bahwa manfaat psikologis dari pernikahan tergantung kualitas pernikahan itu sendiri. Dengan asumsi itu, orang-orang depresi seringkali terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia karena perilaku dan sikap depresif mereka, sehingga akhirnya depresi mereka malah semakin menjadi-jadi.

    Ini maksudnya apa nih? Kenapa orang depresi terjebak pada pernikahan yang tidak bahagia? Kenapa malah menjadi-jadi, bukannya malah berkurang?

  4. Jumat, 22 Agustus 2008 10:52 am

    Apakah yang perempuan lebih depresif karena belum menikah lantaran (terutama di usia 35-an ke atas) lantaran terdesak kenyataan biologis bahwa ia berlomba dengan waktu untuk mempunyai anak….

    Atau apakah di masyarakat yang lebih tradisional seperti nilai2 ‘harus cepat menikah’ lebih membuat sesseorang lebih stres jikalau belum menikah??

  5. Minggu, 24 Agustus 2008 10:21 am

    Malah, orang yang telah menikah malah merasa menyesal…

    Menyesal kenapa gk dr dulu2.:mrgreen:

  6. Selasa, 26 Agustus 2008 8:14 pm

    @gentole:

    Kalau menurut artikel itu, orang depresi pada umumnya sulit berkomunikasi dengan baik, emosinya labil, dan butuh perhatian lebih banyak daripada orang normal… intinya, orang depresi memiliki karakteristik yang gampang menyuburkan potensi konflik rumah tangga, sehingga kemungkinan mereka terikat dalam pernikahan yang tidak membahagiakan juga lebih besar. Nah, perkawinan yang buruk ini, pada gilirannya, akan membuat depresi orang itu makin menjadi-jadi. Seperti lingkaran setan, begitu…

    @Yari NK:

    Di artikelnya tidak disebutkan sih soal perbedaan gender dalam efek perkawinan itu, begitu juga soal rentang usia responden yang digunakan. Kalau soal usia yang mepet membuat perempuan lajang lebih rentan depresi, saya rasa juga tergantung pandangan pandangan perempuan itu sendiri dan masyarakatnya (seperti yang Mas Yari sebutkan kemudian) mengenai nilai pernikahan dan menjadi ibu. Tapi tentu laki-laki memang memiliki ‘keunggulan biologis’ untuk lebih tidak terlalu memikirkan hal itu😀

    Ah, tapi sayang memang penelitian ini tidak menjawab hal itu. Yang bisa disimpulkan hanyalah ‘pernikahan membuat depresi seseorang berkurang’ dan ‘orang depresi mendapat manfaat yang lebih besar dari menikah dibanding orang normal’; rasanya terlalu gegabah untuk menggeneralisasikannya menjadi ‘tidak menikah membuat orang depresi’.

  7. Kamis, 18 September 2008 5:08 am

    hmm… mungkin klo udah nikah depresi isa menurun karena ada tempat untuk curhat sehari2, nah mslhnya klo ada sepasang suami istri yg sama2 tipe tertutup antar pasangan trus gmana yah?

    Btw tuh penelitian di ohio kah? lalu apa penelitian itu jg bisa mencerminkan masyarakat kita? Maklum kehidupan di amrik kan jauh berbeda ama di indo.

  8. Minggu, 12 Oktober 2008 6:38 am

    tapi terkadang deprisi itu justru makin meningkat setelah menikah, mungkin disebabkan karena ekspektasi yang terlalu tinggi pada pasangannya, atau barangkali pasangan yang tidak bisa memahami satu sama lain.

    jadi anggapan bahwa setelah menikah bakalan berkurang depresinya, mesti kikaji lebih dlm lagi.

    just a tought

  9. viesci permalink
    Selasa, 14 Oktober 2008 11:46 am

    sebelumnya ga depresi,
    pas mw nikah malah depresi..

  10. Zamri Bali Darul Hikmah permalink
    Rabu, 21 Januari 2009 11:31 am

    Mungkin boleh dipaparkan kesan ketenangan selepas berkahwin melalui kajian saintifik. mungkin ini boleh mengukuhkan fakta tersebut. dari perspektif Ibadah, sememangnya Islam meletakkan psikologi orang yang sudah berkahwin lebih tenang jiwanya secara psikologi.Maka orang yang layak berada dihadapan menjadi Imam sewajarnya mereka yang sudah berkahwin.

  11. Selasa, 15 September 2009 3:15 pm

    wrist tattoos pics a
    donk magazine vehicles
    pf chang menu prices a
    jenny rivera website latin a
    lyrics stunning like my daddy
    tri colored pit bull breeders a
    worsheets on context a
    free printable calligraphy stencils a
    ggw ultimate rush clips
    sigma gamma rho songs a
    angel aka lola love picture gallery a
    maria stephanos pictures a
    b dalton book store
    wattage f86 sabre jet
    alpha kappa chants a
    joe jonas girlfriend
    lil wayne underground mixtapes a
    belks department store online
    craigslist riverside ca inland empire a
    catalytic converters recycling

Trackbacks

  1. Siana5080860’s Weblog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: