Skip to content

Orangtua Anda Mungkin Bermimpi dalam Hitam-Putih

Kamis, 23 Oktober 2008

Bisakah TV mempengaruhi bagaimana anda bermimpi? Sebuah penelitian yang dilakukan Eva Murzyn dari Dundee University menemukan bahwa orangtua yang masa kecilnya hanya memiliki akses menonton TV hitam-putih ternyata juga bermimpi dalam hitam-putih lebih sering dibandingkan orangtua + anak muda yang kecilnya sudah menonton TV berwarna.

Hasil ini melengkapi studi literatur terhadap beberapa penelitian berpuluh tahun sebelumnya. Studi itu menunjukkan bahwa penelitian tentang mimpi dari tahun 1915 sampai tahun 1950an menunjukkan sebagian besar orang mimpi dalam hitam-putih. Kemudian pada tahun 1960an, ketika TV berwarna mulai dipergunakan secara luas, penelitian tentang mimpi juga melihat semakin banyak orang mulai berwarna mimpinya.

Bagaimana dengan mimpi mereka yang tidak pernah menonton TV sama sekali di masa kecilnya seperti kebanyakan orang-orang tua di Indonesia? Artikel ini tidak menyebutkannya, tapi menurut Murzyn, orang-orang memang sudah bermimpi dalam warna sebelum televisi ditemukan.

Satu lagi bukti kekuatan TV dalam ‘menyihir’ anak-anak?🙄

clipped from www.telegraph.co.uk

While almost all under 25s dream in colour, thousands of over 55s, all of whom were brought up with black and white sets, often dream in monchrome – even now.

“It suggests there could be a critical period in our childhood when watching films has a big impact on the way dreams are formed.

“What is even more interesting is that before the advent of black and white television all the evidence suggests we were dreaming in colour.”

Research from 1915 through to the 1950s suggested that the vast majority of dreams are in black and white but the tide turned in the sixties, and later results suggested that up to 83 per cent of dreams contain some colour.

Since this period also marked the transition between black-and-white film and TV and widespread Technicolor, an obvious explanation was that the media had been priming the subjects’ dreams.

However it was always controversial and differences between the studies prevented the researchers from drawing any firm conclusions.

blog it
12 Komentar leave one →
  1. Jumat, 24 Oktober 2008 11:28 pm

    Jangan bilang kalo mimpi orang tua dulu audionya juga mono, blum stereo…😕

  2. Jumat, 24 Oktober 2008 11:54 pm

    @jensen:

    Situ bisa mbedain audio mono vs. stereo? Entah kenapa saya kok nggak sensitif sama yg kayak begitu ya… rasanya terdengar sama-sama saja😕

  3. Minggu, 26 Oktober 2008 11:53 am

    Nice topic and Nice article…

    Lucu juga kalo tv bisa mempengaruhi mimpi, kalo tv nya rusak mimpinya juga rusak dong🙂 tergantung sinyal antena tv ternyata pengaruh banget neh buat mimpi🙂

  4. fantasyforever permalink
    Minggu, 26 Oktober 2008 12:24 pm

    Widih.. Jangan-jangan jaman dahulu kalo mimpi juga kepanasan soalnya ga ada AC. Hehehe. Nice post. Salam kenal.

  5. Minggu, 26 Oktober 2008 8:44 pm

    Kalau saya nggak tahu, mimpi saya hitam/putih atau berwarna … hehehe

  6. Senin, 27 Oktober 2008 11:42 am

    Wah menarik ya…. bagaimana kalau orang yang buta dari lahir?? Dia bermimpi nggak ya?? Atau mimpinya cuma audionya aja?? Kalau mereka yang tuli dari lahir apa mimpi mereka juga cuma visualnya saja ya??

  7. Senin, 27 Oktober 2008 6:42 pm

    kalo mimpi basah …. apakah yang sudah uzur & impoten itu namanya mimpi kering … kekekek

  8. bloggingly permalink
    Senin, 27 Oktober 2008 7:21 pm

    ahaha, jadi terbayang hal – hal yang aneh seperti : jangan – jangan kualitas mimpi secara visual berbeda tiap zaman? secara dulu masih video analog, sekarang kan sudah zamannya DVD. :))

    but anyway, nice post. saya senang membahas perilaku manusia juga di blog saya yang fikrirasyid.com

    Regards,
    F, publisher bloggingly.com

  9. Jumat, 14 November 2008 12:20 pm

    aku bukan cuma hitam putih, bintik-bintik 10inc lagi n kadang-kadang ada iklannya kl ngak salah mereknya sanyo….

  10. ngikngik permalink
    Rabu, 19 November 2008 5:44 pm

    wow… berarti makin bagus TV makin bagus juga kualitas mimpinya😀

  11. Maren Kitatau permalink
    Rabu, 25 Februari 2009 3:11 pm

    Aku punya mimpi,
    Mimpiku ku lagukan,
    Jadilah lagu “Tertiga”!

    Lirik lagu “Tertiga”

  12. lia permalink
    Jumat, 9 Oktober 2009 8:30 am

    sebegitu besar pengaruh tv terhadap kehidupAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: