Skip to content

Mengetahui Kebohongan dari Kedipan Mata

Minggu, 9 November 2008

Banyak orang yang peka dengan bahasa tubuh manusia dan terlatih intuisinya untuk menerka apakah seseorang berbohong atau tidak, tapi hanya sedikit yang bisa menjelaskan bagian mana yang membuat mereka yakin, “pokoknya tau aja!”.

Sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Sharon Sheal dari Portsmouth University, Inggris, menunjukkan bahwa orang-orang yang berbohong akan lebih jarang berkedip ketika sedang menyampaikan kebohongannya. Menurut Dr. Sheal, ini disebabkan karena mereka membutuhkan konsentrasi dan usaha yang lebih keras untuk menciptakan cerita yang konsisten dan dapat dipercaya.

Karena hal itu pula, setelah selesai berbohong mereka juga akan cenderung berkedip lebih sering (sampai 8 kali lipat) dibandingkan dengan orang yang tidak berbohong…yang diduga Dr. Leal sebagai semacam sarana pelepasan setelah sebelumnya menahan kedipan mata.

Ada yang tertarik mencoba menguji kembali hasil penelitian ini secara pribadi?😀

clipped from www.telegraph.co.uk
Liars blink less frequently than normal during the lie, and then speed up to around eight times faster than usual afterwards.
Researchers believe the increased effort involved in telling fibs could be the reason why liars do not blink during the act of lying.
Dr Leal said: “Liars must need to make up their stories and must monitor their fabrication so that they are plausible and adhere to everything the observer knows or might find out.
“In addition, liars must remember their earlier statements, so that they appear consistent when re-telling their story, and know what they told to whom. Liars will be more inclined than truth tellers to monitor and control their demeanour so they will appear honest.
“The reasons why there is a flurry of blinks after the lie is not really clear. It may be that this flurry is a kind of safety valve, like a release of energy after the tension of lying.”
blog it
32 Komentar leave one →
  1. Senin, 10 November 2008 5:35 am

    Bahasa tubuh memancarkan atau muncul dari sistem mekanistik bawah sadar, dan bawah sadar nggak akan bisa berbohong, jadi membacanya cukup mudah, namun masalahnya …kalo ini diujicobakan kepada Ryan dari Jombang, tidak akan mempan.

    salam

  2. Senin, 10 November 2008 10:43 am

    Ooo…. gitu ya?? Apa ada hubungannya karena stres ya? Mengingat orang yang bohong biasanya sedikit lebih stres karena takut kebohongannya terbongkar……

  3. Senin, 10 November 2008 5:34 pm

    identifikasi inderawi ditambah lie detector, dan gebukan (duh maaf), kayaknya oke ya?🙂

    btw, gimana nih?

    “saya seorang pembohong.”
    kalau pernyataan ini benar, berarti saya pembohong.
    kalau saya berdusta, berarti saya bukan pembohong.

    :))

  4. Senin, 10 November 2008 10:24 pm

    Hehehe..jadi inget film MacGyver
    Dia tahu sahabatnya si Dalton kalo lg bohong apa gak dari kedipan matanya saat berbicara.

  5. Selasa, 11 November 2008 10:42 am

    Kalo sakit mata gimana, bro?

  6. Snowie permalink
    Selasa, 11 November 2008 12:20 pm

    ini tulisan ke dua dalam sehari ini yang pengen saya uji kebenarannya:mrgreen:

  7. Rabu, 12 November 2008 12:09 am

    “i hope so!.” mungkin ada lagi pengembangan berdasarkan tulisan/sms???.

  8. Rabu, 12 November 2008 2:18 am

    ada cara lebih mudah dari itu untuk mengetahui kebohongan seseorang meski agak lama, yakni mengurangi rasa percaya dari sebelumnya… [ ga nyambung…😦 ]

  9. Kamis, 13 November 2008 2:04 am

    Terkait dengan mata juga, saya pernah dengar kalau orang lagi berbohong itu bisa dideteksi dari arah gerakan bola matanya… biasanya ke kanan atas.:mrgreen:

    Menurut yang saya dengar, ada kaitannya sama proses berpikir. Katanya kalau bola mata ke kanan atas berarti lagi berimajinasi visual, ke kiri atas berarti lagi mengingat kejadian visual, ke kiri bawah lagi mengingat kejadian secara audio, dan ke ke kanan bawah saya lupa.😛

    Itu kira-kira beneran ngga ya?😕

  10. Kamis, 13 November 2008 4:00 am

    @ xaliber
    lha? bukannya kalau ke kiri bawah, justru sedang merencanakan kebohongan lain? coba deh, gerakkan bola mata anda ke kiri bawah, sambil anggukkan kepala ditambah “grin”. Nah, kek tokoh antagonis dalam film2 acting, wekekeke

  11. Mas. saDJa permalink
    Kamis, 13 November 2008 11:14 am

    wow
    jadi ga perlu alat deteksi kebohongan ya. cukup liat kedipan mata bisa tahu hasilnya. bisa dipakai untuk kasus-kasus korupsi ga?

  12. Jumat, 14 November 2008 11:30 pm

    Kalok dari keterangan kolega sayah nyang biyasa “menyelidik”, feeling lebih berbicara daripada sekedar ngeliyat tanda-tanda fisik.

    Pada beberapa orang nyang emang “biyasa ndobos”, hal inih sulit sekalee ditebak, antara bohong ato tidak.

    Tapi untuk orang nyang jarang bohong, ciri-ciri nyang diutarakeun situh, jugak beberapa komentator, memang bener adanya….

    Jadi dia ndak perlu naroh kaki korsi di jempol kaki….
    😆

  13. Sabtu, 15 November 2008 2:56 am

    @esensi:
    Wah, itu sih jadi kayak antagonis-sombong…😛

  14. psycholovie permalink
    Sabtu, 15 November 2008 5:55 pm

    ehmm…

    koq aneh ya..

    ya maksudnya klo org tukang boong ntu biasanya malah takut buat natap mata lawannya.. laa ini koq malah berani..
    duhhh jd binun..

    truz gemana klo org yg emg pny
    kebiasaan kedip2,,
    pdahal dy org ju2r…

  15. Minggu, 16 November 2008 10:42 pm

    sambil mengetik baris ini, saya sudah berkedip lebih dari 25 kali.

    berarti saya tidak berbohong.

    saya memang orang paling jujur sedunia
    *menulis baris2 terakhir tanpa berkedip sedikitpun*

  16. Senin, 17 November 2008 10:55 am

    etapi itu mungkin hanya berlaku sama orang biasa aja, maksud saya berbohong sepertinya bisa dilatih termasuk reaksi tubuhnya

    kalo nggak salah hal spt ini juga pernah dibahas di buku “blink oleh Malcolm Gladwell

  17. Senin, 17 November 2008 3:23 pm

    Wah ini bisa jadi referensi tambahan buat saya.
    Emang sudah lama pengin bisa mencurangi lie-detector dengan cara-cara yang gak memerlukan alat bantu (ganjalan di jempol kaki, dsb):mrgreen: .

    *mulai latihan bohong sambil mendelik*😯

  18. Senin, 17 November 2008 9:30 pm

    kalo psikolog yang sudah tahu pasti bisa mengakali hal ini. jadi kalo ada psikolog pembohong itu sangat berbahaya!😉

  19. GeRAld permalink
    Rabu, 19 November 2008 2:52 pm

    kalo org yg ngeboong pas sakit mata gmana, brarti smwa org yg sakit mata nda bs berbohong, hahaha

  20. Rabu, 19 November 2008 6:15 pm

    Lhah itukan cuman salah satu tandanya booooss😯

  21. Ardianto permalink
    Kamis, 20 November 2008 9:08 am

    Mendeteksi kedipan mata bukannya sulit ya?

  22. riantina permalink
    Jumat, 21 November 2008 9:07 am

    walah kalo kelilipan gmana? itu bo’ong juga yaaaaaah?

  23. Jumat, 21 November 2008 1:30 pm

    boleh juga nih, saya mau ta coba dulu

  24. Jumat, 21 November 2008 5:20 pm

    kalo kelilipan gimana?

  25. fantasyforever permalink
    Selasa, 25 November 2008 8:23 am

    Hmm.. Baru tau nih. Nice info.

  26. Sabtu, 6 Desember 2008 10:31 pm

    Gimana klu punya kelainan tidak bisa berkedip, masak dia termasuk pembohong, padahal aku tuh gak kuat klu gak kedip walau sedetik saja.

  27. DM12 permalink
    Selasa, 23 Desember 2008 4:09 pm

    yah…

    kadang kl aq bo’ong jg gt c…

    hehehe…

  28. Sabtu, 27 Desember 2008 12:51 pm

    OMG! OMG! OMG! OMG!
    It’s hard to believe……

  29. muhammadalfath permalink
    Kamis, 26 Maret 2009 8:23 pm

    makasih….
    saya mau cari kelinci percobaan dulu….

  30. Sabtu, 4 April 2009 6:21 am

    Iya saya lagi dibohongi.mau saya coba

  31. Selasa, 14 Juli 2009 7:18 am

    bagaimana cara mengetahui karakteristik seseorang??????

  32. Sabtu, 5 Desember 2009 7:12 pm

    jd pengen ngetes niCh,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: