Skip to content

Apakah Hidup Anda Terasa Seperti Reality Show?

Rabu, 26 November 2008

Gangguan jiwa tidak hanya disebabkan oleh ketidakseimbangan unsur-unsur kimiawi otak atau pengaruh lingkungan yang bersifat mikro seperti pola asuh orangtua atau tekanan teman-teman sebaya. Teknologi dan kemajuan zamanpun juga dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Kecanduan berinternet atau bermain video game, misalnya, sudah begitu meluas di kalangan anak muda sekarang sehingga muncul desakan dari berbagai praktisi agar fenomena itu dikategorikan secara resmi sebagai gangguan jiwa.

Televisi, yang jangkauannya lebih luas dari internet atau video game, juga dapat mempengaruhi keseimbangan mental orang-orang yang sebelumnya sudah rentan dan berisiko tinggi. Berkaitan dengan ini, satu gejala psikologis yang kini mendapat perhatian dari para ahli adalah “Truman syndrome.”

Anda pernah menonton film “The Truman Show“? Dalam film itu, Truman Burbank (diperankan oleh Jim Carrey) tanpa sadar sejak lahir hidup dalam sebuah acara TV yang terus-menerus menyiarkan (dan men-skenario-kan!) segala aspek hidupnya. Sudah diduga, Truman mulai curiga ada yang tidak beres dengan hidupnya.

Hal yang kurang lebih serupa terjadi pada orang-orang yang menderita “Truman syndrome” ini. Mereka merasa hidup dalam sebuah film atau reality show, dan karena itu merasa diawasi dan dibuntuti kamera di mana-mana. Merekapun merasa seluruh kejadian hidup mereka sudah diskenariokan, sehingga mereka juga cenderung jadi paranoid terhadap semua orang (yang mereka anggap adalah aktor bayaran).

Beberapa pakar mengatakan bahwa “Truman syndrome” ini bukan sesuatu yang baru, melainkan cuma variasi gejala paranoia atau delusi biasa. Hanya saja, akibat penggunaan internet dan televisi yang semakin meluas, orang-orang yang sejak awal sudah berisiko terkena gangguan ini kemudian membumbuinya dengan ketakutan terhadap kedua media itu (yang dapat ‘menembus’ hal-hal pribadi tanpa sepengetahuan orangnya).

clipped from hosted.ap.org

AP Photo
Researchers have begun documenting what they dub the “Truman syndrome,” a delusion afflicting people who are convinced that their lives are secretly playing out on a reality TV show.
Delusions tend to be classified by broad categories, such as the belief that one is being persecuted, but research has shown culture and technology can also affect them.
Reality television may help such patients convince themselves their experiences are plausible

Ian Gold, a philosophy and psychology professor at McGill University in Montreal who has researched the matter with his brother, suggests reality TV and the Web, with their ability to make strangers into intimates, may compound psychological pressure on people who have underlying problems dealing with others.

That’s not to say reality shows make healthy people delusional, “but, at the very least, it seems possible to me that people who would become ill are becoming ill quicker or in a different way,” Ian Gold said.

blog it
19 Komentar leave one →
  1. Kamis, 27 November 2008 5:14 am

    Syukurlah saya masih merasa baik-baik aja.. anak-anak juga ngga penggila TV. Walau asyik bermain internet, tetap ada keseimbangan dengan dunia nyata…syukurlah, karena penghasilan yang diperoleh memang dari dunia nyata. Tapi gabungan internet dan dunia nyata memang mengasyikkan, sepanjang kita tak menjadi korban….dan menggunakan internet untuk mendukung kegiatan didunia nyata (memudahkan mencari informasi, berkirim via email dsb nya).

    Artikel yang menarik, setelah saya juga pernah membaca sindrom imposter (sempat pengin beli bukunya, tapi lha saya bukan dari kedokteran)…dari blognya Marsmallow dihttp://hemmayulfi.blogspot.com/2008/10/
    sindrom-imposter-dan-bias-gender.html

  2. Kamis, 27 November 2008 8:49 am

    pagi … salam kenal dari bandung ya

  3. Kamis, 27 November 2008 11:05 am

    wah pernah sih sekali ngalami hal seperti ini, namun sekarang sih cuek aja, mau dikerjain kamera, khan malah jadi lucu yach hehehehe

  4. Kamis, 27 November 2008 1:02 pm

    Jadi inget Film The Game…

  5. Kamis, 27 November 2008 7:33 pm

    Wah saya sudah baca beritanya sebelum diposting Popsy. Tumben, saya bisa lebih update.😀

  6. Kamis, 27 November 2008 9:12 pm

    Saya… pernah merasa seperti itu pada saat SMP. Tapi entah bagaimana saya bisa mengatasinya.😛

  7. Jumat, 28 November 2008 10:08 am

    Wah…. kita bayangkan ratusan tahun mendatang, jikalau sudah ada teknologi holodeck seperti dalam film seri “Star Trek: The Next Generation” dan yang sesudahnya.

    Kita membayangkan, ketakutan kita bahwa hanya diri kitalah yang ‘riil’ sementara orang lain di sekitar kita termasuk anggota2 keluarga kita semuanya adalah hologram…..😀

  8. Sabtu, 29 November 2008 7:13 pm

    Saya waktu kecil (SD lah) pernah punya pikiran kalau semua orang di dunia sedang berkomplot menentukan hidup saya. Misalnya, saya berkenalan seorang teman bukan karena kebetulan, tapi ada skenario besar yang membuat dia berkenalan dengan saya.

    Saya ga percaya sih. Ini cuma karangan saya waktu itu.

    Ternyata, bukan cuma saya yang berpikiran gitu. Sepupu saya juga pernah berpikiran demikian😆

    BTW, Anda ga terlibat dalam konspirasi itu kan?😕

  9. Senin, 1 Desember 2008 4:04 pm

    Hwarakadah, saya banget itu!😯

    *lirik kiri-kanan*

    Ini pasti jebakan para konspirator!

    *kabur sebelum sesuatu yang buruk terjadi*

  10. Snowie permalink
    Senin, 1 Desember 2008 5:35 pm

    Setidaknya saya nggak begitu candu nonton TV, internetan apalagi nge game.

    tapi saya dulu lumayan intens baca cerita mistery pembunuhan, detective, dan suspection serta thirller, apakah saya ada kemungkinan untuk paranoid dan menganggap orang-orang sedang merencanakan sebuah konspirasi pembunuhan berencana:mrgreen:

  11. Selasa, 2 Desember 2008 1:32 pm

    Mungkin bisa lebih spesific lagi bu. Misalnya nge-blog. Nah, kan ada yang membuat blog seperti buku diary. Apapun yang dialami nya .. ditulis. Apakah akan ada syndrom seperti itu .. seakan² kalo ga postingan malah stress. Bahkan semua tetek bengek diceritakan semua. Mungkin ga bu ya?

  12. Selasa, 2 Desember 2008 2:42 pm

    ya kan kita nih adalah wayang sedangkan dalangnya adalah Yang Maha Kuasa……semoga dengan hidup yang singkat ini kita bisa mengisinya dengan kebaikan..Amin…

  13. Rabu, 3 Desember 2008 12:42 am

    kaydyo wayang kang dipanjaake dalang
    wayang po dudu to jane nderek take ‘n bosss

  14. ngikngik permalink
    Rabu, 3 Desember 2008 5:09 pm

    Bahaya sekali kalau anak2 Indonesia khususnya terkena dampak “Truman Syndrome”. Apalagi kualitas program-program televisi di Indonesia sangat kurang untuk disebut baik.

  15. Jumat, 5 Desember 2008 2:09 am

    bukankah, hidup ini memang sebuah reality show ?

  16. Jumat, 5 Desember 2008 2:10 pm

    @Snowie

    …dan suspection serta thirller,

    Maksud anda suspense kali:mrgreen: .

  17. Sabtu, 6 Desember 2008 9:07 am

    untungnya saya gak truman syndrome. Hehehe.

  18. Kamis, 11 Desember 2008 4:31 pm

    Mungkin bisa lebih spesific lagi bu. Misalnya nge-blog. Nah, kan ada yang membuat blog seperti buku diary. Apapun yang dialami nya .. ditulis. Apakah akan ada syndrom seperti itu .. seakan² kalo ga postingan malah stress. Bahkan semua tetek bengek diceritakan semua. Mungkin ga bu ya?

    Saya bukan ibu-ibu!😳 Dan yang Om Erander ceritakan itu… kalo nggak ada unsur paranoia-nya, rasanya tidak bisa digolongkan ke dalam Truman Syndrome. Mungkin dia ‘hanya’ kecanduan ngeblog, atau perhatian pada detail yang berlebihan dan obsesif-kompulsif terhadap rincian kehidupannya sendiri, makanya ia mencatat semuanya supaya tidak ada yang dilupakan.

  19. Rabu, 31 Desember 2008 9:58 am

    bukankah kita sebenarnya bertugas sebagai sutradara atas hidup kita, kadang kala kita memasuki eposide up and down, mirip reality show juga sih, apakah itu baik? kita bisa mengatur diri karna kita sadar peran kita saat itu, tapi bukan memainkan peran Truman syndrome, itu contoh ekstrim. tapi biasa-biasa saja.Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: