Skip to content

13 Tips Membuat dan Melaksanakan Resolusi Tahun Baru yang Efektif

Jumat, 2 Januari 2009

Anda sudah membuat resolusi tahun baru? Bagaimana pencapaian resolusi tahun baru anda kemarin? Atau anda seperti saya: tidak pernah membuat resolusi tahun baru karena sudah pesimis duluan akan kemampuan diri sendiri dalam mencapainya tidak percaya kalau metode memotivasi diri semacam itu akan berhasil memberi dampak pada hidup kita?😛

Memang belum ada penelitiannya, tapi saya yakin kalau 80 hingga 90 persen orang yang membuat resolusi tahun baru gagal mencapainya, sementara 60 hingga 70 persen orang yang membuat resolusi tahun baru bahkan tidak pernah mencoba mencapainya sama sekali (sudahkah saya peringatkan anda kalau saya orangnya pesimis?🙄 ).

Apakah itu berarti membuat resolusi tahun baru adalah hal yang percuma dan sia-sia belaka, atau sebenarnya selama ini cara kita membuat resolusilah yang salah? Mungkin saja yang terakhirlah yang terjadi, kalau melihat tips-tips berikut dan membandingkannya dengan bagaimana kebanyakan orang biasanya membuat resolusi.

Bukti Tertulis. Buat resolusi anda dalam bentuk daftar poin-per-poin, cetak, lalu tempel di tempat-tempat yang sering anda lirik (saya, misalnya, akan menempelnya di sebelah monitor laptop yang saya pantengi berjam-jam setiap harinya). Kalau cuma diingat-ingat dalam hati, yakinlah dalam dua minggu berikutnya anda sudah melupakan resolusi itu selama sisa 350 hari berikutnya.😆

Jangan bikin resolusi banyak-banyak, maksimal cukup 3 atau 4 saja. Kalau di daftar anda ada lebih dari itu, pilihlah yang paling penting dan mendesak atau yang paling bernilai dan berharga bagi hidup anda. Dengan hanya sedikit resolusi, pencapaian anda bisa lebih fokus dan terarah, kemungkinan berhasilnya pun juga lebih besar.

Buat resolusi yang spesifik. Kalau target resolusi anda abstrak atau rancu, pastilah pencapaiannya juga tidak maksimal karena sulit menentukan titik keberhasilannya., Jangan hanya berikhtiar untuk ‘bisa fotografi’; wujudkan keinginan itu secara spesifik, misalnya ‘mengikuti les fotografi tingkat pemula dan dalam 1 tahun sudah mencapai tingkat mahir’.

Perjelas resolusi dengan langkah-langkah perilaku konkrit. Kita ambil contoh lain: Keinginan ‘hidup lebih sehat’ harus dibarengi dengan proses dan strategi menuju ke sana. Buatlah daftar beberapa tindakan nyata yang bisa mendukung resolusi utama anda, misalnya ‘menyertakan sayur dan buah setiap makan’ atau ‘jogging keliling kompleks rumah tiap jam 5 pagi.’

Target perantara setiap beberapa bulan. Ini fungsinya adalah untuk mengontrol agar kemajuan resolusi anda stabil dan tidak dikebut menjelang akhir tahun (yang pada akhirnya hanya akan membuat anda semakin malas untuk mulai melakukannya). Untuk resolusi ‘berat badan berkurang 5 kilogram dalam setahun’, target perantaranya bisa berbentuk ‘pergi ke dokter gizi bulan ini’ atau ‘berat badan berkurang setengah kilogram tiap dua bulan.’

Resolusi dan perilaku yang realistis untuk dilakukan. Meski mungkin anda yakin bisa jogging keliling kompleks rumah tiap jam 5 pagi, coba pikir lagi: realistiskah itu? Semakin sering anda gagal melakukannya, akan semakin malas anda mencapai resolusi yang sudah anda tetapkan. Mungkin ada bisa menurunkan frekuensinya menjadi jogging tiap Sabtu-Minggu saja, sementara di hari biasa anda berolahraga di pekarangan atau dalam rumah.

Catat keberhasilan. Setiap kali anda berhasil melakukan satu perilaku tertentu, catat prestasi itu secara mencolok, misalnya dengan tanda centang hijau besar di sebuah buku khusus atau memasukkan duit seribu di celengan khusus. Ketika nantinya anda sedang merasa malas atau tak termotivasi, anda bisa melihat kembali catatan itu dan teringatkan kalau anda pernah (dan bahkan sering!) berhasil melakukannya.

Beri hadiah bagi diri sendiri, entah ketika memenuhi target perantara atau resolusi utama. Tentukan hadiah seperti apa yang anda inginkan sejak awal merancang resolusi, sehingga hadiah ini bisa menjadi salah satu motivasi tetap sepanjang tahun untuk terus berusaha mencapai resolusi anda.

Ciptakan lingkungan yang mendukung pencapaian resolusi anda. Kalau anda berniat untuk berolahraga pagi-pagi sekali, pasang alarm siapkan sepatu dan baju olahraga di samping ranjang sebelum anda tidur. Sebaliknya, hindari pula lingkungan atau situasi yang bisa menghambat pencapaian resolusi anda, misalnya pergi ke mal-mal tingkat atas ketika anda sedang ingin berhemat.

Anda akan gagal minimal sekali, tapi jangan menyerah. Banyak orang yang tidak pernah berhasil menyelesaikan resolusinya karena mereka langsung menyerah setelah dua-tiga kali khilaf, sesuatu yang disebut sebagai ‘what-the-hell effect‘. Kalau sejak awal anda realistis dengan kesilapan yang mungkin terjadi kemudian, anda akan lebih cepat kembali fokus ke pencapaian target ketimbang berlama-lama menyesali diri. Dan patut disadari pula: kebiasaan buruk yang ingin anda hilangkan lewat resolusi tidak akan pernah 100 persen musnah.

Cari pengawas resolusi anda. Bisa teman, pacar, suami/istri, anak, saudara, orangtua, atau rekan sekerja; pokoknya orang-orang yang sehari-hari sering bersama dengan anda. Beritahu mereka mengenai resolusi anda, dan minta bantuan mereka untuk mengingatkan anda kalau sedang khilaf atau memuji anda jika telah mencapai target tertentu. Lebih baik lagi kalau kalian punya resolusi yang serupa sehingga bisa melakukan resolusi itu secara bersama-sama. Tapi jangan sampai mereka malah jadi ‘setan’ yang menggoda anda lho ya? ^^;

Alternatifnya, buat resolusi anda menjadi sesuatu yang publik. Misalnya mempublikasikan resolusi anda di Friendster/Facebook, blog, atau situs pribadi. Ketika semua orang tahu resolusi anda, ‘tekanan sosial’ yang tak nampak itu tentunya akan membuat anda gengsi jika gagal mencapainya akhir tahun nanti.

Terakhir, hati-hatilah akan efek samping dari resolusi. Menurut John O’Neill, kepala sebuah klinik kecanduan di Houston, AS, banyak kebiasaan buruk yang ingin kita hilangkan dalam resolusi adalah sebuah cara mengatasi stres, misalnya merokok, minum-minum, atau makan banyak. Kalau anda ingin menghilangkan kebiasaan buruk itu, sebaiknya pikirkan juga cara lain untuk menanggulangi stres anda ketika ia datang.

Semoga tips-tips di atas berguna bagi pencapaian resolusi tahun baru anda atau penentuan target anda yang lain. Anda punya pengalaman mengenai pencapaian resolusi yang berhasil atau gagal? Mohon membagikannya dengan pembaca POPsy lain di kotak komentar di bawah ini.😀

Sumber:

LiveScience – 5 Tips: How to Keep Your New Year’s Resolution

PsychologyToday – Your New Year’s Resolutions

PsychologyToday – Why Resolutions Fail

PsychologyToday – Resolution Folly

PsychologyToday – Making Your List, Checking It Twice

19 Komentar leave one →
  1. Jumat, 2 Januari 2009 1:49 pm

    GedDamIt!
    Telat posting soal ini!!
    Yah sudahlah… tetap posting sajah.

  2. Jumat, 2 Januari 2009 2:39 pm

    Lho, kok misuh mas dnial?Kata mama ngga baik lo 🙂 Aku kira hanya aku orang pesimis di dunia ini
    eh, yang punya popsi juga pesimis to..Aku ngga
    suka sama resolusi, aku sukanya jadwal harian.

  3. Jumat, 2 Januari 2009 7:57 pm

    berat juga .. kayak bikin perjanjian, MOU yang gak bisa di adendum hahaha… apalagi kalo udah di posting diblog/plurk

  4. Rian Xavier permalink
    Sabtu, 3 Januari 2009 7:59 am

    Woah.. Boleh juga tuh.

  5. Selasa, 6 Januari 2009 7:13 am

    Bagaimana kalau membuat resolusi hanya karena biar menuh2in postingan alias kehabisan ide postingan, seperti banyak resolusi yang dipaparkan di blog2??:mrgreen:

  6. Selasa, 6 Januari 2009 8:49 am

    Stuju. Mang apa yg udah diikrarkan kudu diperjuangkan.

  7. Selasa, 6 Januari 2009 12:47 pm

    Resolusi perlu agar arah yang dituju jelas….tapi bagi saya cukup buat resolusi untuk keluarga, dan masing-masing anggota keluarga siap memberikan dukungan. Keterbukaan ini penting, agar kita memahami keinginan suami, isteri maupun anak-anak, menyiapkan sumber daya dan sumber dananya.

    Jika nantinya tak tercapai, dapat dianalisa apa yang menjadi penyebabnya…untuk perbaikan berikutnya.

  8. Mbelgedez™ permalink
    Rabu, 7 Januari 2009 8:21 pm

    Situh benul banget…
    Sayah termasuk yang ndak berhasil dalam mewujudkan resolusi taon 2008 lalu. Padahal cuman satu resolusi aja, lho…

    Yaitu, sayah pengen lebih banyak duit dari taon lalu…. :mrgreen:

  9. Ardianto permalink
    Kamis, 8 Januari 2009 5:05 pm

    Saya nggak pernah bikin resolusi, sepakatlah sama artikel ini😆

  10. DEE permalink
    Sabtu, 10 Januari 2009 7:54 am

    KERENNNNNNNNNNN…. HAPPY NEW YEARS 2009

  11. Sabtu, 10 Januari 2009 1:47 pm

    good guidance..
    gw cuma punya 2 resolusi.. semoga berhasil taon ini.

  12. Diean permalink
    Kamis, 29 Januari 2009 11:35 am

    ARtikel yang bagus.. kayaknya aq telat baca ni artikel… tapi,gpp lah..

  13. Treante permalink
    Minggu, 1 Februari 2009 9:01 pm

    top dah!!🙂

  14. Minggu, 1 Februari 2009 10:08 pm

    Aku pernah nyoba tuh..bahkan udah diniatin mau sungguh-sungguh dilaksanain, tapi tahan 1 sampai 2 bulan, selebihnya kembali ke kebiasaan semula. Punya saran mas ?

  15. Indah DPP permalink
    Jumat, 29 Mei 2009 5:04 pm

    resolusi itu penting untuk hidup kita, kenapa penting?
    dengan resolusi, kita punya tujuan yang jelas untuk dicapai dalam jangka waktu yang sdh ditetapkan. Dengan resolusi maka kita menjalani hidup tidak hanya seperti ‘tertiup angin’, tapi kita punya arah yang jelas ^_^

  16. Sabtu, 31 Desember 2011 6:05 am

    Kok pesimis mas ?

  17. Selasa, 12 Januari 2016 10:30 am

    1. Baca bumu minimal 12
    2. Meninjak Puncak Semeru
    3. Pulang Kampung
    4. Ahli Designer
    5. Makan di Hanamasa

Trackbacks

  1. Tentang Resolusi Tahun Baru (1) : Beberapa saran dalam Mendefinisikan Resolusi « Zero Reality
  2. Pandu Site | Welcome 2015, good bye 2014, And Happy new year!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: