Skip to content

Saat Wajah Tak Lagi Menarik

Senin, 10 Agustus 2009
by

“Adik gue pintar cari pasangan; dia cari yang bisa diajak ngobrol. Salahnya gue disitu; gue melihat istri gue dari fisiknya, dan setelah sekarang ketemu orang laen yang enak diajak ngomong, gue kepincut.”

Aku terkaget mendengar potongan kalimat itu. Pria paruh baya yang sedang duduk di depanku ini, tiba-tiba mencetuskan pernyataan itu. Memang, biasanya dia seringkali bercerita tentang ini dan itu, namun kali ini Aku tak menduga ia akan bercerita tentang hal personal itu. Selain kaget, Aku juga khawatir ketika temanku itu menceritakan permasalahannya. Aku Khawatir tak cukup berpengalaman dan bisa membantunya menyelesaikan permasalahannya.

Kata-kata pria itu, kemudian membuatku berpikir dan menyimpulkan sesuatu. Manusia itu berkembang. Yang tadinya cuma sebuah sel telur dan sperma yang menyatu, kemudian, menjadi janin, lahir, jadi bayi, lahir, bisa jalan, hingga kemudian makin tua dan mati.

Pada suatu titik dalam perkembangan manusia, yang terjadi adalah kemunduran fisik; kekuatan otot, kecepatan reaksi, dll. Yang tadinya istrinya cantik atau suaminya ganteng, lama-lama pasti akan keriput, tak montok lagi, perutnya tak six pack lagi atau rambutnya sudah tak tak bisa diberi gel (karena sudah tak memiliki satupun). Di saat inilah, sepertinya hal-hal berbau tampilan luar dan fisik akan mulai berkurang perannya dalam kehidupan berpasangan, dan kemampuan komunikasi akan mengambil alih. Temanku pun mengiyakan asumsi tersebut.

“Lo akan ngiri kalo liat mereka. Mereka bisa berjam-jam ngobrol. Kadang obrolannya pun ngalor ngidul; apa aja yang bisa mereka obrolin. Padahal, mereka udah sepuluh tahun menikah,” lanjutnya.

Wajahnya tampak lesu. Senyum yang biasanya lebar terlihat, kini seakan terpaksa diangkat. Suaranya pun tak terlalu keras; lirih, seperti mengandung penyesalan.

Aku terdiam. Tenggorokanku tercekat; makin bingung bagaimana harus menanggapinya. Kubayangkan, bagaimana rasanya jika komunikasi dengan pasangan, tak berjalan sebagaimana mestinya. Sepertinya hampa sekali hidup ini; karena setiap hari, jam, menit dan detik, kita akan bersamanya. Jika tanpa komunikasi, ibarat selalu mendengarkan tik tok tik tok; bunyi jam dinding berdetik di ruangan kosong.

Aku masih tak tahu bagaimana bantuan yang bisa kuberikan; mungkin hanya telinga dan hati untuk mendengarkannya saja. Namun, untuk masalah komunikasi? Hmmm, nanti dulu; Aku tak terlalu kompeten. Ujung-ujungnya paling hanya memberi penguatan, kalau komunikasi itu bisa dipelajari, jadi kawanku ini tak perlu putus asa.

Dari situ, Aku berkesimpulan bahwa kriteria “komunikasi baik dengan calon pasangan” sepertinya bisa menjadi salah satu syarat penting dalam penentuan pasangan. Apakah pasangan bisa saling mendengarkan dan saling berbagi perasaan dan pemikiran, bisa menjadi beberapa kriterianya. Sehingga, jika wajah pasangan tak lagi menarik; sudah tak ganteng/cantik dan peyot, masih ada yang bisa menjadi pupuk bagi kelangsungan hidup berpasangan. Yup! Dialah komunikasi!

Ah, tapi ini baru pemikiran dan kesimpulanku sendiri.

74 Komentar leave one →
  1. Senin, 10 Agustus 2009 9:49 pm

    Tepat sekali, fisik tidaklah menempati posisi terpenting dalam hubungan, seperti yang saya tulis di sini. Di sisi lain, komunikasi juga bukan fondasi utama, melainkan hanya salah satu saja.

  2. Selasa, 11 Agustus 2009 9:36 am

    Yup, benar sekali; bukan pondasi utama, namun salah satu pondasi😉

  3. d1ny permalink
    Selasa, 11 Agustus 2009 2:12 pm

    lebih dari sekedar komunikasi, dalam memilih pasangan harus dipikirkan kecocokan karakter, kesamaan visi misi sampai idealisme hidup.
    jadi kalo masing-masing udah enggak cantik, kalo lagi berantem atau ngerasa udah enggak asik diajak ngobrol, ingatlah kalo dalam pernikahan itu ada sebuah tujuan besar tentang idealisme hidup keduanya. juga ada janji besar yg telah diucap dan harus dipertahankan hingga akhir hidup

  4. Rabu, 12 Agustus 2009 8:13 am

    @D1ny
    kecocokan karakter, kesamaan visi misi sampai idealisme hidup –> ini kan bisa dicaritahu dengan berkomunikasi😉

  5. Rabu, 12 Agustus 2009 1:05 pm

    selain kepercayaan, komunikasi jg penting mnrt sy. tanpa ada komunikasi, ga akan ada chemistry yg terbentuk.

  6. Yellow permalink
    Senin, 17 Agustus 2009 1:17 pm

    Hmm, bisa jadi pertimbangan nanti saya mencari pacar (komunikasi dulu) ho ho. Trims.

  7. Senin, 17 Agustus 2009 9:04 pm

    menarik sekali tulisannya. makasih ya.
    salam kenal. hidup komunikasi!!

  8. Senin, 17 Agustus 2009 9:37 pm

    saya setuju, penampilan fisik memang bukan faktor utama kelanggengan hub. suami istri.

    Ini menguatkan fenomena banyaknya artis yang cerai, padahal mereka itu secara fisik oke.

    Bang Doel

  9. febrina permalink
    Sabtu, 22 Agustus 2009 10:27 am

    tidak salah kalu sso melihat fisiknya… tapi fisik bukanlah tolak ukur untuk mencapai kebahagiaan…
    artikel itu bisa jadi pembelajaran bagi yang melihatnya…..
    kita tidak dapat menyimpulkan kulit luar sso.

  10. Kamis, 27 Agustus 2009 2:16 pm

    bnr bgt slh 1 yg pnting adlh mslh komunikasi dimana pasangan kt bisa d ajk bicara mengenai apa saja. yang paling penting lg menurut saya pasangan kita jg hrs bs menghibur/lucu, ada pembicaraan konyol yang bisa membuat kita terhibur dari kepenatan yg ada. Sehingga, tidak akan merasakn cpt bosan pada pasanganny masing2

  11. Ferri permalink
    Selasa, 1 September 2009 11:51 pm

    iam very agree, karena dengan komunikasi semua permasalahan dalam hidup khususnya dalam berumah tangga adalah salah satu kunci pokok menuju kelanggengan.

  12. Jumat, 11 September 2009 3:09 pm

    Cantik bisa direkayasa.

  13. Minggu, 13 September 2009 5:11 am

    sangat jelas sekali yah bahwa tubuh fisik manusia itu hanya fana.

    penggambaran cerita anda sudah cukup mewakili semua asumsi tentang fisik. dan ada solusi yang jelas yakni komunikasi.

    begitu yang saya tangkap tentang artikel anda ini, bukan begitu?

  14. riyanto permalink
    Selasa, 15 September 2009 9:31 am

    yahh itu sudah alami semua orang akan mengalami

  15. Rana permalink
    Rabu, 16 September 2009 9:28 pm

    Ya saya setuju dalam mencari pasangan hidup itu bukan hany lihat luarny tp kita hrs melihat jauh kedalam hatiny, kr lbi lama kita hidup dgn pasangan drpd d ortu kita

  16. tidy permalink
    Minggu, 27 September 2009 2:47 pm

    cinta karena wajah cantik atau tampan itu nafsu
    cinta karena hartanya itu matre
    cinta karena anda bahagia tanpa ada alasan logic itu bisa jadi sejati,,,,

  17. Sabatina permalink
    Rabu, 7 Oktober 2009 10:15 am

    Benar, dengan komunikasi yang baik dapat membuka atau membangun suatu hubungan atau pendekatan personal.

  18. apsara-902 permalink
    Jumat, 9 Oktober 2009 6:38 pm

    ya.,aq juga stuju,emag bner yg nmax kcantkan kan hnya sbatas klit,

  19. Senin, 12 Oktober 2009 5:04 am

    Oyi. Dr Pengalman ortu memang akhirx menyesal klo cm penampilan thok yg dipertimbangkan. Perhitungan sl kepribadiannya jg perlu.

  20. riani permalink
    Rabu, 21 Oktober 2009 2:12 pm

    cinta tidak memandang fisikly.. tpi cinta melihat mata hati,,,, dari pancaran mata hati yang bersinar kita akan tau mana cinta sejati dan mana cinta nafsu belaka…..begitulah cinta tpi kenapa orang masih banyak orang jatuh cinta karena melihat fisik,,, kenapa ?? apakah mereka bagi orang yang mementingkan fisik adalah segala-galanya masih patut dipertanyakan cintanya………

  21. Jumat, 23 Oktober 2009 11:37 pm

    andai sm kmbli pd yg kuasa.surga,phla,ridhoNya mjd hl yg bhrga dbndgkn fisik s.d materi.
    nilai2 msyrktlh yg mjdkn parameter cool,cakep,ga2h,dll mjd psaingi ats nilai2 kTuhanan.

    dluar itu,sygx bbrp kalangan knsep anti kmapanan jstru mjd prilaku asosial.

  22. Selasa, 27 Oktober 2009 4:02 pm

    hmmm…. kira2 bisa nggak setiap org begitu?😦

  23. Jumat, 30 Oktober 2009 2:52 am

    di nikmati aj deh

  24. Rahma permalink
    Sabtu, 31 Oktober 2009 10:03 am

    Komunikasi mang pnting…byngin jka hdup tnpa komunikasi.
    Visi-misi,,,dll akan diketahui dari komunikasi….
    Argmen yg baik!
    Salam!!!

  25. Senin, 2 November 2009 11:56 am

    Saya setuju sekali mengenai hal itu karena setelah menikah lagi sebenarnya saling pengertian dan komunikasi yang baiklah yang menjadi aspek penting

  26. Arrizal permalink
    Kamis, 5 November 2009 4:23 pm

    komunikasi itu penting, cantik/tanpan juga penting kalau bisa mendapatkanya, biar ga bosen kalau memandang.. harta juga penting, biar ga sengsara.. keturunan dari keluarga baik2 juga penting.. akhlaq yg berdasarkan agama itu lebih penting..

  27. Ade permalink
    Minggu, 15 November 2009 5:44 pm

    tidak ada yang bisa mengalahkan segala-galanya kecuali komunikasi, juga tidak ada kata “HEMAT” dalam komunikasi.

  28. Sabtu, 28 November 2009 1:33 pm

    wah w setujuh tuh muka bukan jaminan hidup bahagia

  29. Sabtu, 28 November 2009 11:14 pm

    thanks bro… gw setuju banged,, apalagi komunikasi itu cara untuk nyelamin pasangan kita secara lebih personal dan intim….

  30. Harry permalink
    Sabtu, 19 Desember 2009 10:56 am

    Pada akhirnya, ada “sesuatu” didalam diri kita yang ternyata lebih dari sekedar physical attraction, boleh jadi ada hal itu diawal sebuah hubungan tapi untuk keberlangsungan sebuah hubungan yang sehat secara emosional dan psikologis, nampaknya inner beauty dari pasangan kita yang muncul, kalo belum muncul juga nampaknya kita yang belum maksimal mengeksplorasi siapa pasangan kita atau bahkan lebih ekstrim lagi, kita aja bisa bingung siapa diri kita dan apa yang dibutuhkan oleh kita….

  31. Sabtu, 19 Desember 2009 11:08 am

    Ada banyak referensi psikologi di http://www.indiegost.blogspot.com
    dari referensi psikologi pendidikan, klinis, industri, perkembangan, sosial dll. lengkap referensinya.

  32. Sabtu, 19 Desember 2009 12:30 pm

    bagus…………………….

  33. dyka permalink
    Selasa, 22 Desember 2009 12:15 pm

    he’m, yang paling penting adalah kecocokan dan komunikasi yng baik.
    saling mengerti keadaan masing2.

  34. Sabtu, 26 Desember 2009 10:50 am

    hmm…q seneng bgt dgn tulisan ini..🙂
    krn q trmasuk org yg susah ngobrol klo blum trlalu kenal..
    smpet agak mnjdi sdkt masalah jg ketika q dikenalin ke keluarga pasangan…q diam seribu bahasa…
    untungnya mrka mengerti keadaanku itu, krn brada dilingkungan baru..

    yup..semoga q bisa berkomunikasi yg baik, ga ccm dgn pasangan, tp jg dgn yg lainnya..🙂

  35. Minggu, 3 Januari 2010 9:53 am

    yup…. komuniaksi adalah syarat mutlak jika hububgan ingin langgeng

  36. Minggu, 3 Januari 2010 9:54 am

    mantap..boss makasi atas pencerahannya… jadi lebi\h paham komuniasi is pentink…

  37. Kamis, 7 Januari 2010 3:55 am

    Berarti harus berburu pasangan dari jurusan Komunikasi.
    *simpulan aneh*

  38. Saiful Akbar permalink
    Minggu, 10 Januari 2010 2:42 am

    http://www.saifulsaja.wordpress.com

  39. amunah permalink
    Senin, 11 Januari 2010 11:46 am

    a good artikel

  40. Kamis, 28 Januari 2010 6:21 am

    Hm, mungkin suami saya tipe yg spt ini ya? Istri sbg teman ngobrol. Kebetulan suami tipe org yg seneng ngobrol, sementara saya tipe org yg senang mendengarkan. Kalau 1 hari saja kami tdk sengaja meluangkan waktu utk ngobrol2 berdua ttg berbagai hal, terasa ada yg kurang. Bahkan suami lebih senang saya tdk mengerjakan apa2, yg penting menemaninya ngobrol n bercerita.

  41. nurkomala permalink
    Sabtu, 30 Januari 2010 1:45 pm

    benar sekali, karna komunikasi lah yg akhirnya menjadi obat dalam skit nya pertengakaran yg terjadi diaantara kami ,selain itu tujuan pernikahan harus selalu ada dalam komunikasi itu sendiri untuk menghindari pertengakarn yg tdk jelas awal dan akhirnya

  42. Rabu, 3 Februari 2010 6:29 pm

    bgus bgt tuch . . . . . .

    kyak aq . . . . .

  43. Jumat, 5 Februari 2010 8:36 pm

    buat yang kesulitan dalam skripsi, tesis, dan disertasi saya bersedia membantu.. hubungi saya di http://skripsis1.wordpress.com/

  44. zahra permalink
    Jumat, 12 Februari 2010 9:59 pm

    ya….. aq pikir juga gt……. menurutku komunikasi emang penting buangeet….. kaya saling ngertiin dll….. kadang orang berfikir nantinya setelah menikah semua akan mengalir sendiri menentukan peran2nya masing2 sebagai suami istri…. padahal semua itu adalah sebuah perjuangan penyelarasan masing2 dari kedua belah pihak….. palagi laki2 dan perempuan psikologinya kan emang udah beda dari sononya…. ya ga…?

  45. yulli permalink
    Minggu, 14 Februari 2010 2:12 pm

    bentuk fisik, akan hilang ditelan waktu..,
    komunikasi ada unsur, kognitif dan afeksi…. bila ia sering digunakan maka kan berkembang, bersamaan waktu…

  46. fani permalink
    Minggu, 21 Februari 2010 10:05 am

    stuja..
    karna, fisik itu bukan hal yang utama. toh, kecantikan, atw kegantengan itu bakal di makan usia juga. yang penting inner beuty orang tersebut, juga pasangan yang membuat kita nyaman dn berpikir 2 kali untuk slingkuh. haha.

  47. Rita Apriyanti permalink
    Senin, 22 Februari 2010 6:55 pm

    yupsss..bner bgt…
    nmana komuniksai msti dibina dari sekaranggg,,
    tmpakk fisik sja tdak bs mengukur apakah orng trsb pandai.enak diajak berkomunikasi..
    dngn komunikai yng enak dan nymbung, pstilah hubungan bsa berjalan smpi thap akhir yng bner2 menyenangkan….

  48. Rabu, 24 Februari 2010 4:18 pm

    yahh… komunikasi itu penting..
    maklanya cari yg asik diajak ngobrol..

    Coba kunjungin juga ke http://www.berbahaya.org

    klo kamu ngerasa muda,beda,n berbahaya…

  49. Dian A. Novalia permalink
    Rabu, 24 Februari 2010 10:01 pm

    dalam prikologi komunikasi, dikatakan bahwa penarik perhatian orang terhadap orang lain salah satunya adalah wajah yang menarik. coba saja lihat iklan-iklan atau penjaga toko. semuanya tidak ada yg alami. wajib dandan, tinggi, cantik dll. inilah modal seseorang untuk dapat menjalin komunikasi dengan orang lain. namun, memang tidak enak ketika kita melihat kagum kecantikan atau kegantengan, eh tiba2 gak nyambung diajak ngobrol. maka cantik dan cakep itu akan pudar dg sendirinya. namun, menjaga penampilan jg perlu.

  50. Rabu, 17 Maret 2010 9:24 pm

    saya pikir tak ada abadi termasuk rasa suka,cinta atau apapun itu… hanya karena keyakinan pada pencipta lah yang membuat suatu hubungan bisa langgeng… (ini cuma coment anak ingusan)

  51. Kamis, 18 Maret 2010 7:26 pm

    Pernikahan yang bertahan lama, menurut Mario Teguh (suami pengagum Mario Teguh), jika hubungannya seperti sahabat.
    Cinta, nafsu itu hanya sesaat….kadang malah bertengkar karena kecemburuan. Jika sebagai sahabat, kita bisa melihat, banyak sekali sahabat kita, yang sejak SD pun masih menjadi sahabat…dan kita selalu mengupayakan tenaga dan waktu untuk sahabat kita.

    Saya percaya ini, karena disekitarku yang pernikahan bertahan lama karena bisa saling komunikasi layaknya sahabat…jadi kalau ketemu, suami isteri bisa bercanda, mengobrol lama…

  52. lusiana permalink
    Minggu, 21 Maret 2010 11:02 pm

    cocok banget bang…
    emang sebaiknya jangan mengandalkan fisik doang… mesti juga pertimbangkan keimanan, karena itulah yang utama dlam hidup umat manusia, baik di dunia maupun akhirat..
    okle?

  53. Rabu, 7 April 2010 1:52 pm

    ketika pasangan sudah tua, maka bukan cinta/ketertarikan secara fisik atau biasa disebut passion love , yang bisa menjaga kelangsungan pernikahan karena menganggap pasangan sebagai teman untuk saling berbagai (companion love) –> Teori cinta three ring konsep (lupa -lupa ingat sih) he3…

    btw ini artikel yang menarik..

  54. lyna astuti permalink
    Senin, 19 April 2010 3:59 pm

    saya setuju bgt ma tulisan ini,,, komunikasi adalah pupuk cinta dlam stiap pasangan.
    saya termasuk orang yang selalu mementingkan komunikasi

  55. lyna astuti permalink
    Senin, 19 April 2010 4:01 pm

    betul,,,,

  56. Ilhamisme` permalink
    Senin, 26 April 2010 10:33 am

    Tentunya semua akan terjawab seiring waktu…
    tapi yang pasti kita disini bukan sebagai orang yang awam dalam menilai keadaan…

    ingatlah bahwa fisik itu sesaat, sedangkan hidup yang sesaat ini pun akan adanya terlihat lama.

    dan ingatlah bahwa secara proses alamiah fisik akan menjadi usang disaat jiwa semakin kuat.

    manusia yang ada itu tak lebih daripada sekelompok boneka buatan yang jika berani melawan kodratnya justru malah mampu mengendalikan keadaan, dan semua semata-mata adalah sebuah idealisme.

    Nature or Nurture is a valuable moments here and we couldn’t abandoned there…

  57. Kamis, 10 Juni 2010 11:53 am

    yoi bro, memilih pasangan jangan sembarangan
    fisik penting se, tapi lama” juga ngebosenin
    so, milih yang enjoy ja…

    8)

  58. AnnaAn permalink
    Sabtu, 12 Juni 2010 10:56 pm

    Yah memang komunikasi & kecocokan karakter tu slh satu yg plg faktor penting dr hubungan, tp bukan berarti penampilan sama sekali ga penting. Bukti bgt banyak pasangan yg menoleh begitu liat yg lbh acntik and fress, menski pun nanti nya tetep nyesel jg (karna ga dpt obrolan yg se-ok dgn pasangan nya). Seenggak nya menurut g seh kerapihan masih penting bgt gt… Byk prg jg yg ngomel pasangan nya jd ga rawat diri lg stlh hub mrk mantep, terutama yg ud nikah lama. Komunikasi faktor utama, tp penampilan bisa jd pendukung….

  59. Senin, 28 Juni 2010 7:54 pm

    betul…betul…..
    yang penting itu komunikasi…..

  60. tiara permalink
    Rabu, 30 Juni 2010 11:46 am

    yupz betul komunikasi yg paling utama….ap yg bisa diharapkan bila calon pasangan kita hanya menganggap qt sebagai pelengkap ,yg bisa diajak ke tmpat nikahan saja,ktmpat acara2 tmn2y tp jauh disana dy sering mengabaikan,tak pernah bicara,tak mw berbagi,,,baginya hanya ad shbt dan tmn2…

  61. Indah DPP permalink
    Sabtu, 3 Juli 2010 10:41 am

    Salam kenal mas Toso,

    Saya setuju dengan tulisan di atas, bahwa untuk mencari pasangan memang hal yang terpenting menurut saya adalah komunikasi, klo kita click dengan pasangan mau ngobrol apa aja juga nyambung, ini mengingatkan saya kepada sesorang yang klo kita ngobrol keseringan membahas sesuatu yang gak penting atau klo orang jawa bilang “Nggak Nggenah” atau “trash talk”, tapi percaya deh justru ini yang lebih mendekatkan karna gak ada beban dan enjoyful !

    Talk about “Apa yang terlihat di luar”, hehe klo ngomong masalah ini, yang kae gitu2 sih Depreciation Asset, makin lama makin berkurang, beda dengan ilmu dan komunikasi klo ini Appreciation Asset, makin lama makin meningkat nilainya… so klo cari pasangan prioritasin dulu deh yang bisa click klo diajak ngobrol apa aja dan baru variabel2 lainnya.

    Gimana, setuju ??

    cheers,
    indah dpp

  62. Selasa, 20 Juli 2010 9:54 am

    tapi penampilan juga salah satu faktor utama yang kita lihat untuk mencari pasangan hidup loh

  63. nita permalink
    Kamis, 2 September 2010 8:53 am

    yup!!
    absolutelly agree!!!
    tp ttp aja sbg psangan yg baik, qt jg kudu mmperhatikan pnampilan fisikm biar psangan qt ga bosen liat kita… msa komunikasi gak pake tatapan muka? yo podo wae tah??

  64. Rabu, 20 Oktober 2010 2:59 pm

    Jangan hanya dilihat dari luarnya, tapi juga dalamnya…

  65. Rini Anggraini permalink
    Jumat, 12 November 2010 2:51 pm

    hmm stju bngd🙂

  66. Senin, 29 November 2010 12:35 am

    setuju skali coz hanya komunikasi n kepercyaan yg bisa mengawetkan sebuah hubungan..kalo fisikly nomor sekianlah…

  67. Senin, 28 Februari 2011 7:26 pm

    betul, kepribadian seseorang tidak dapat dilihat dari aspek wajah, badan, penampilan, bagusnya komunikasi, atau sreg gak sreg nya seseorang, akan tetapi kepribadiannya dipengaruhi oleh pola pikir dan pola sikapnya. Maka kita akan tahu bagaimana kepribadian seseorang dari cara pikirnya dan sikapnya. So..pilih pasangan gak asal dong..

  68. Senin, 11 April 2011 4:13 pm

    hmm…wajah mah bisa berubah dan pudar

  69. Jumat, 13 Mei 2011 10:13 am

    Segala sesuatu didunia ini ada waktunya, kita hendaknya lebih bijaksana dalam memanfaatkan kesempatan hidup ini, selagi waktu masih ada.

  70. Minggu, 15 Mei 2011 1:33 pm

    Postingan yang menarik. Saya sendiri telah menikah 16 tahun. Sampai sekarang masih bisa cekakak cekikik. Ngobrol mulai makanan, film, politik sampai poligami. Berantem? Tentu saja. Siapa yg gak pernah berantem!
    Satu yg saya pelajari dr pernikahan ini : mencoba untuk menyampaikan baik2 apa yg kita rasakan. Saya coba bilang kalau “mas, saya sebetulnya gak suka…saya tersinggung….”
    tetapi saya juga belajar mendengarkan. Dlm teknik konseling, kita diajari untuk mendengarkan orang lain minimal 30 menit, tanpa menyela, tanpa bertanya. Ternyata mendengar itu susah. Kita pinginnya cepetan ngomong, cepetan teriak.
    Btw, fisik kami sudah tidak sesegar dulu.
    baik suami atau saya, tentu ada kemunduran😉 Kami sadarlaah..makanya harus di up grade bagian yg lain. Sama2 banyak baca, buka cakrawala. Jadi kalau pas diskusi ini itu tetap menarik. JAngan tenggelam hanya pada dunia masing2.

    TFS…

  71. tiara rr permalink
    Selasa, 23 Agustus 2011 7:34 am

    aqu SETUJU bangeet kalau dalam berpasangan “berkomunikasi” diletakkan diperingkat pertama dalam persyaratan berhubungan,..
    krna fisik itu relatif toh??
    materi itu bisa dicari toh??
    bukanya kita bisa hidup karena “berkomunikasi” toh??

  72. Senin, 19 September 2011 1:46 pm

    Appreciate it for sharing Saat Wajah Tak Lagi Menarik POPsy! – Jurnal Psikologi Populer with us keep update bro love your article about Saat Wajah Tak Lagi Menarik POPsy! – Jurnal Psikologi Populer .

  73. Rabu, 13 Februari 2013 8:34 pm

    This is exactly the 4th posting, of your blog I actually browsed.

    Although I actually like this one, “Saat Wajah Tak
    Lagi Menarik POPsy! – Jurnal Psikologi Populer” the
    very best. Take care ,June

Trackbacks

  1. Saat Wajah Tak Lagi Menarik | fa triatmoko hs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: