Skip to content

Musisi Mengatasi Demam Panggung – bagian dua

Jumat, 14 Oktober 2011

Setelah memahami apa itu demam panggung, gejala dan si musisi sendiri sebagai sumbernya, sekarang akan dijelaskan beberapa sumber lanjutan serta metode mengatasinya.

Situasi Sebagai Sumber Kecemasan

Sumber kedua dari demam panggung adalah situasi saat seorang musisi sedang tampil. Apapun yang bisa meningkatkan perasaan terancam dalam diri musisi, akan juga meningkatkan kecemasan yang dialami. Namun yang paling signifikan pengaruhnya adalah keberadaan penonton.

Kecemasan akan cenderung meningkat pada saat musisi berada “on the spot” atau jadi pusat perhatian, serta saat berhadapan dengan penonton dalam jumlah besar. Selain itu, kecemasan akan naik jika salah seorang penonton adalah orang yang penting, seperti teman, keluarga atau musisi handal. Dan terakhir, yang tak kalah membuat cemas, adalah saat musisi berhadapan dengan juri di suatu kompetisi atau audisi.

Ketika dihadapkan dengan kecemasan situasional, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Pertama, jika musisi punya kendali terhadap ruangan dimana dia akan tampil, dia bisa membuat pengaturan terhadap tata panggung dan tempat duduk penonton. Selain itu, ia bisa mencoba tampil duet, daripada tampil sendirian. Kedua adalah dengan latihan mental. Dalam latihan ini, musisi diminta untuk membayangkan sejelas mungkin, apa yang akan dialaminya saat tampil. Latihan ini bertujuan menyiapkan badan dan pikiran agar otomatis bertingkah laku sesuai yang diharapkan ketika latihan.

Cara ketiga adalah dengan mengadakan gladi bersih; memainkan seluruh musik lengkap dengan kehadiran penonton. Jika memungkinkan, bawalah penonton-penonton yang suportif, seperti keluarga atau teman-teman. Strategi keempat adalah dengan latihan secara bertahap, dari yang mudah ke yang sulit. Contohnya misalnya, bermain sebuah komposisi mudah di hadapan seorang teman, di ruang latihan. Setelah merasa nyaman, coba mainkan komposisi lain di hadapan beberapa orang, di ruangan yang lebih besar. Dan seterusnya, hingga situasi yang lebih “sulit”.

Tugas Musikal Sebagai Sumber Kecemasan

Sumber kecemasan terakhir adalah tugas musikal yang harus dilakukan seorang musisi. Bentuknya adalah saat seorang musisi sering mempertanyakan dirinya, “apakah saya punya kemampuan untuk memainkan suatu komposisi musik?”

Memang, banyak dari kita percaya bahwa jika kita ingin berkembang, harus mendorong diri melebihi batas. Bagi sebagian musisi, hal tersebut bisa terwujud. Namun bagi sebagian lagi, kepercayaan itu justru akan berubah menjadi mimpi buruk. Mereka akan menghabiskan waktu latihan demi penguasaan teknis musik, dan tak punya waktu untuk menginterpretasi musik tersebut, sehingga tidak akan bisa berekspresi maksimal.

Kunci bagi musisi untuk menghadapi tekanan dari tugas musikal ini adalah dengan mencari keseimbangan antara tugas musikal dengan kemampuan yang dimiliki. Musisi harus realistis saat memilih musik yang akan dibawakan, baik itu dalam hal waktu dan usaha ketika mempersiapkannya. Jangan memilih musik dengan komposisi sulit jika harus tampil keesokan harinya. Selain itu, untuk menambah motivasi, musisi bisa memilih musik/lagu/komposisi yang mereka suka atau nikmati.

Hadapi Tantangan

Demam panggung sangatlah tak terhindarkan bagi seorang musisi, namun bukan tanpa solusi. Itu adalah tantangan bagi setiap penampil. Mengubah pola pikir, mengendalikan situasi sebelum tampil dan juga realistis dalam pemilihan komposisi yang akan dibawakan, menjadi beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menhadapinya. Harapannya, dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, seseorang akan bisa menampilkan musik dengan benar, sekaligus mampu mengekspresikan diri di hadapan penonton.

Selamat mencoba!

Rujukan

Lehman, Andreas C., Sloboda, John A., Woody, Robert H. Psychology for Musicians. 2007. New York: Oxford University Press.

Wikipedia Artur Rubinstein – diakses pada 17 September 2011

Wikipedia Vladimir Horowitz – diakses pada 17 September 2011

Wikipedia Barbra Streisand – diakses pada 17 September 2011

Wikipedia John Lennon – diakses pada 17 September 2011

3 Komentar leave one →
  1. april permalink
    Senin, 30 April 2012 12:57 am

    hmmm lmyan nc,sdkt terisprsi wat PD thanks y,:)

  2. Kamis, 3 Juli 2014 1:51 pm

    mungkin belum menguasai seni panggung

Trackbacks

  1. Musisi Mengatasi Demam Panggung – bagian satu « POPsy! – Jurnal Psikologi Populer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: