Skip to content

Persiapan Menuju Perkawinan Bahagia

Minggu, 16 Oktober 2011

Judul                     : Sebelum Janji Terucap

Penulis                 : Adriana S. Ginanjar

Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama

Harga                    : Rp. 38.250

Format                 : softcover

Halaman              : 191

Tahun Terbit      : 2011

Bahasa                  : Indonesia

Kurangnya pengetahuan dan persiapan pasangan menjelang pernikahan, diyakini menjadi penyebab banyaknya masalah dalam perkawinan. Kira-kira itulah keprihatinan yang dirasakan Adriana S. Ginanjar, konselor perkawinan dari Psikologi Universitas Indonesia, yang kemudian mendorongnya untuk menulis sebuah buku.

Buku terbitan Agustus 2011 ini berjudul “Sebelum Janji Terucap.” Singkatnya, buku ini berisi persiapan yang bisa dilakukan pasangan menuju pernikahan bahagia serta tips dan strategi mengelola bermacam konflik dalam rumah tangga.

Dalam buku ini terdapat 4 buah bab besar, yang berisi beberapa sub-bab. Bab pertama dibuka dengan pertanyaan, “Menikah, Siapkah?” Di bab ini, Mbak Adriana, begitu Saya memanggilnya di kampus, menguraikan tentang harapan-harapan dalam pernikahan, cinta, peran-peran dalam pernikahan dan juga mitos-mitos seputar perkawinan.

Bab berikutnya bertema pengenalan diri Anda dan juga pasangan. Disini kita diajak mengenali diri sendiri, keluarga besar pasangan serta perbedaan pria dan wanita.

Selanjutnya, konselor sekaligus pimpinan sekolah khusus anak autistik Mandiga ini, membeberkan keterampilan-keterampilan apa saja yang perlu dimiliki pasangan. Keterampilan pertama yaitu komunikasi. Kedua, selain bicara, pasangan juga perlu bisa mendengarkan. Selanjutnya, bagaimana mengelola konflik yang muncul. Hubungan seks juga merupakan keterampilan yang dibahas dalam buku ini. Dan keterampilan terakhir adalah pengelolaan keuangan.

Terakhir, buku ini ditutup dengan ciri-ciri pernikahan yang bahagia. Penulis menjelaskan 15 ciri yang bisa dijadikan pegangan dalam mencapai pernikahan bahagia, mulai dari menjaga komitmen pernikahan hingga membangun ikatan kuat dengan keluarga besar.

Menurut Saya, endorsement sampul belakang buku ini memang sangat menjelaskan kekuatan buku ini. Pertama, buku ini ditulis oleh seorang konselor perkawinan yang menyenangi dan menguasai bidangnya. Kedua, buku ini juga didasarkan pada kisah nyata serta tinjauan teoritis, sehingga isinya tetap ilmiah sekaligus membumi. Berikutnya, buku ini berisi banyak tips serta kuis-kuis yang bisa diisi bersama pasangan. Bisa jadi kegiatan menyenangkan bersama pasangan Anda, tentunya.

Namun disamping kekuatan-kekuatan itu, ada beberapa poin yang bisa diperbaiki dari buku ini. Bagi saya, jarak antara tulisan dengan batas kertas (margin) terlalu sempit, sehingga terkesan setiap halaman terlalu padat. Kedua, sampul buku ini “terlalu wanita”; warna ungu, huruf yang “berkelok-kelok romantis”, gambar pasangan pengantin dan bunga-bunga. Mungkin jika dibuat lebih “netral”, akan mampu menarik pria-pria yang juga membutuhkan pengetahuan dalam mempersiapkan dirinya untuk menikah.

Akhir kata, menurut saya buku ini adalah buku wajib bagi siapapun yang hendak menikah. Selain ditulis oleh pakarnya, buku ini juga berisi tips-tips yang didasarkan pada pengalaman penulis sebagai konselor serta tinjauan teoritis.  Jadi jika Anda ingin mempersiapkan pernikahan, lebih dari sekedar mempersiapkan resepsi pernikahan, bacalah buku ini!

*gambar diambil dari Gramedia Shop.

6 Komentar leave one →
  1. Senin, 17 Oktober 2011 9:30 am

    kau ikut menjual buku ini?
    dan …..?

  2. Jumat, 28 Oktober 2011 10:59 am

    @Yisha
    tidak, saya tidak menjualnya. bisa beli di toko buku atau secara online🙂

  3. Abed Saragih permalink
    Rabu, 16 November 2011 1:13 pm

    Terima kasih telah berbagi informasi ini.🙂

  4. Minggu, 29 Januari 2012 4:06 pm

    Istriku saat mau nikah ada beli buku ini (waktu itu statusnya masih pacar). Aku cuma cengar-cengir saja ditawari baca. Hehe. Kali aja isinya bagus (dan kata dia sih bagus), tapi entah kenapa ya… tuntunan segala persiapan soal begini kok rasanya tetap saja kayak menggurui😕
    Kayaknya aku mesti baca ulang ini. Hehe.

  5. Jumat, 6 Juli 2012 9:51 am

    comentar saya adalah membenarkan!
    hal ini dari pengalaman saya saat ini yang sedang mengalami masa revolusi cinta yang tajam dengan “dia”.
    namun kecemasan yang saya alami adalah rasa letih apabila menjalani hari-hari dengan kesendirian,karena sangat membosankan tanpa ada yang memperhatikan lagi!

  6. Sabtu, 15 September 2012 8:45 pm

    Jadi pengenn beliii, thankkss mas referensinyaa ;D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: